Efek Samping Vaksin Covid-19: Benarkah Bikin Menstruasi Makin Deras?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 23 April 2021 | 13:30 WIB
Efek Samping Vaksin Covid-19: Benarkah Bikin Menstruasi Makin Deras?
Ilustrasi vaksinasi [Antara]

Suara.com - Semakin banyaknya orang yang telah mendapat vaksin Covid-19, efek samping yang muncul juga kian beragam.

Sebelumnya, banyak orang mengalami demam dan kelelahan, beberapa jam setelah mereka divaksin. Beberapa juga mengalami nyeri dan bengkak di tempat suntikan.

Namun ternyata perempuan juga menghadapi masalah lain — perubahan siklus menstruasi. Sekali lagi, ada variasi dalam gejalanya — beberapa mengalami pendarahan lebih dari biasanya, sementara yang lain memperhatikan kelainan tertentu.

Para ahli menyarankan siklus menstruasi bersifat fleksibel dan merespons berbagai hal, termasuk stres, perubahan mental atau fisik, atau apa pun yang berkaitan dengan kekebalan. Sifatnya sedemikian rupa sehingga beradaptasi dan menampilkan dirinya dalam berbagai cara.

Ilustrasi menstruasi, tampon, pembalut (Unsplash)
Ilustrasi menstruasi, tampon, pembalut (Unsplash)

Terlebih lagi, mungkin ada hubungan potensial antara partikel nano yang digunakan dalam vaksin Covid-19, serta perubahan pada pasangan pendarahan.

Itu karena partikel nano dapat memiliki reaksi kekebalan sementara, membunuh trombosit. Meskipun mereka tidak membutuhkan waktu untuk beregenerasi, ini bisa jadi sulit, terutama ketika seseorang mendapat jeda waktu setelah tembakan.

Tetapi pertanyaan yang lebih besar adalah: Mungkinkah ada hubungan y antara vaksin dan menstruasi?

Dilansir dari Health Shots, tidak ada cukup penelitian untuk membuktikan bahwa efek samping vaksin Covid-19 termasuk perubahan dalam siklus menstruasi, tetapi fakta bahwa perempuan dilibatkan sebagai bagian dari uji coba obat bisa menjadi petunjuk.

Mitos dan kesalahpahaman beredar dalam jumlah besar di web, tetapi yang penting untuk dipahami adalah bahwa mitos dan kesalahpahaman tidak mewakili semua orang. Berbagai efek biologis dan budaya ikut berperan untuk menentukan dampak vaksin pada siklus menstruasi.

Meskipun para peneliti tidak yakin bagaimana vaksin dapat memengaruhi menstruasi, masih ada bukti yang menunjukkan bahwa covid-19 dapat memengaruhi menstruasi Anda. Itu karena virus dikatakan masuk ke dalam sel manusia, dan reseptor ini ditemukan di bagian sistem GI, ginjal, rahim, dan kemungkinan besar plasenta.

Ada penelitian lain yang dilakukan di China, yang melibatkan 200 perempuan dengan dan tanpa Covid-19. Ditemukan bahwa sekitar 20-25 persen dari mereka mengalami beberapa perubahan dalam siklus menstruasinya, baik dalam volume maupun ketidakteraturan lainnya. Beberapa ahli percaya peradangan bisa menjadi alasan yang mungkin untuk perubahan siklus.

Dengan munculnya banyak teori, sulit untuk menentukan alasan pastinya, tetapi beberapa percaya bahwa estrogen berdampak pada covid-19. Ini mungkin tidak selalu negatif, tetapi itu mengubah periode. Temuan masih dilakukan untuk memahami apakah hal itu dapat berdampak jangka panjang pada siklus menstruasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh, Vaksin Covid-19 di Sini Warga Dapat Selinting Ganja

Waduh, Vaksin Covid-19 di Sini Warga Dapat Selinting Ganja

Banten | Jum'at, 23 April 2021 | 03:26 WIB

Hati-hati, Vaksin Covid-19 Palsu Mulai Beredar

Hati-hati, Vaksin Covid-19 Palsu Mulai Beredar

Tekno | Jum'at, 23 April 2021 | 03:05 WIB

Beberapa Wanita Alami Menstruasi Dini Usai Vaksin Covid-19

Beberapa Wanita Alami Menstruasi Dini Usai Vaksin Covid-19

Health | Kamis, 22 April 2021 | 16:35 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB