Untuk Pulihkan Kondisi Anak Malnutrisi, Ilmuwan Buat Suplemen Baru

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 23 April 2021 | 14:18 WIB
Untuk Pulihkan Kondisi Anak Malnutrisi, Ilmuwan Buat Suplemen Baru
ilustrasi anak-anak malnutrisi (Shutterstock)

Suara.com - Tubuh kita membawa berbagai macam jenis bakteri usus. Tetapi pada anak yang kekurangan gizi, keberagaman bakteri kurang sehingga pertumbuhan mereka terhambat.

Tetapi, sekarang ada suplemen makanan yang dapat membantu memulihkan masalah bakteri usus ini pada anak-anak malnutrisi, membantu mereka menambah berat badan dan tumbuh sehat, lapor Live Science.

Uji klinis suplemen dilakukan di distrik Mirpur di Dhaka, Bangladesh. Peneliti menciptakan suplemen makanan baru ini dari bahan yang tersedia secara lokal, seperti buncis, tepung kedelai, kacang tanah, pisang hijau, minyak dan gula.

Dalam studi yang terbit di The New England Journal of Medicine ini, peneliti merekrut 118 anak malnutrisi akut sedang dengan usia antara satu tahun hingga 1,5 tahun.

Separuh anak menerima intervensi gizi 'Formula Ready to Use Therapeutic Food' (RUTF), sementara separuhnya menerima suplemen makanan baru yang disebut 'microbiota-directed complementary food prototype' (MDCF).

Ilustrasi malnutrisi, gizi buruk. (Shutterstock)
Ilustrasi malnutrisi (Shutterstock)

RUTF yang digunakan dalam uji coba mengandung bahan lokal yang kebanyakan beras dan lentil. Tetapi makanan ini tidak dipilih secara khusus untuk memberi makan mikrobioma usus.

Anak-anak yang menerima suplemen harus meminumnya dua kali sehari selama tiga bulan, kemudian menjalani satu bulan masa tindak lanjut.

Peneliti mengukur berat badan, panjang dan lingkar lengan anak-anak, melacak perubahan sepanjang waktu, dan menemukan bahwa anak-anak yang diberi MDCF tumbuh dan bertambah berat badan lebih cepat dibandingkan anak yang menerima RUTF.

Tim studi juga mengumpulkan sampel darah untuk menilai protein dalam plasma anak-anak, dan sampel tinja, untuk menganalisis bakteri usus mereka.

Anak-anak yang diberi suplemen baru menunjukkan peningkatan lebih besar pada 70 protein plasma yang terkait dengan perkembangan, daripada yang diberi RUTF. Ini termasuk protein kunci untuk pertumbuhan tulang dan perkembangan saraf dan otak.

Penulis studi Jeffrey Gordon, direktur Edison Family Center for Genome Sciences and Systems Biology, Washington University School of Medicine di St. Louis, sekarang sedang memantau anak-anak yang mengonsumsi suplemen MDCF untuk melihat bagaimana mereka tumbuh seiring waktu.

Di masa depan, para peneliti ingin lebih menghubungkan titik-titik antara makanan anak-anak, bakteri usus mereka, protein plasma dan hasil kesehatan mereka.

Rincian tersebut akan membantu peneliti menyesuaikan suplemen MDCF dalam memenuhi ekbutuhan anak-anak di wilayah yang berbeda, di mana suplemen mungkin perlu dibuat dari bahan yang berbeda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minim Asupan Gizi, Pasien Kanker Kerap Alami Malnutrisi

Minim Asupan Gizi, Pasien Kanker Kerap Alami Malnutrisi

Health | Senin, 29 Maret 2021 | 16:13 WIB

Pasien Kanker Rentan Alami Malnutrisi, Dokter Jelaskan Faktor Penyebabnya

Pasien Kanker Rentan Alami Malnutrisi, Dokter Jelaskan Faktor Penyebabnya

Health | Kamis, 25 Februari 2021 | 17:53 WIB

Studi: Perubahan Iklim Berisiko Tingkatkan Malnutrisi pada Anak

Studi: Perubahan Iklim Berisiko Tingkatkan Malnutrisi pada Anak

Health | Selasa, 19 Januari 2021 | 07:16 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB