Polusi Udara Bikin Kondisi Pasien Covid-19 Makin Parah

Bimo Aria Fundrika | Dinda Rachmawati | Suara.com

Rabu, 28 April 2021 | 13:55 WIB
Polusi Udara Bikin Kondisi Pasien Covid-19 Makin Parah
Ilustrasi polusi udara. (Elements Envato)

Suara.com - Guru Besar Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Budi Haryanto mengungkapkan, pandemi Covid-19 yang melanda dunia satu tahun terakhir memperlihatkan betapa rentannya manusia yang hidup di wilayah dengan polusi udara

Ia menyampaikan, masyarakat yang tinggal di wilayah dengan tingkat polusi udara tinggi akan lebih rawan jika terinfeksi virus penyebab Covid-19.

"Jadi Covid-19 itu menjadikan orang-orang yang terbiasa terkena pencemaran udara, dan yang punya penyakit-penyakit kronis akibat pencemaran udara menjadi lebih parah," ujar Budi Haryanto kepada Komunitas Bicara Udara di laman Instagram @Bicaraudara, Senin (26/4/2021) berdasarkan siaran pers yamg Suara.com terima.

Menurutnya, berdasarkan hasil riset dari Harvard pada tahun 2020 mendapati wilayah dengan polusi udara tinggi yang hampir 80 persen berada di perkotaan mencatatkan angka meninggal dunia akibat Covid-19 lebih tinggi 4,5 kali dibandingkan daerah dengan tingkat polusi udara rendah.

Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Jika melihat data di negara Eropa seperti Italia juga menunjukan hasil di mana kota yang tinggi polusi udaranya ternyata yang meninggal karena Covid-19 sekitar 12 persen dibandingkan dengan Italia bagian selatan yang tingkat pencemaran udaranya rendah.

"Kematian akibat Covid-19 hanya 4 persen. Artinya yang tinggi polusi, tiga kali lipat jumlah kematiannya dibandingkan dengan yang rendah polusi. Ternyata di negara lain di eropa juga menyebutkan kematian yang di wilayah tinggi polusi selalu lebih tinggi dibandingkan dengan kematian karena covid di wilayah rendah polusi," terangnya.

Untuk itu, Budi mengharapkan agar anak-anak muda khususnya di Indonesia mulai tertarik kepada masalah dalam mencegah polusi udara yang tinggi ke depannya. Hal itu bertujuan agar udara yang dihirup memiliki kualitas yang baik.

Pasalnya, lanjut Budi, untuk pemilihan makanan, manusia bisa memilih makanan atau minuman yang bisa dikonsumsi dengan kualitas terbaik. Di sisi lain saat ini yang lebih banyak problemnya adalah apakah manusia bisa memastikan udara yang dihirup adalah yang terbaik.

"Untuk itu kan harus mulai concern dulu bahwa problem terbesar dari manusia 50-60 persen penyakit itu terkait dengan pencemaran udara. Mulailah tahu itu dulu, baru kemudian silahkan mempelajari bagaimana penyakit sebanyak itu bisa hilang," paparnya.

Sebagai informasi Komunitas Bicara Udara sendiri adalah saluran untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya udara bersih dan usaha untuk membantu mengurangi polusi udara. Kanal tersebut merupakan lanjutan dari upaya yang dilakukan komunitas Langit Biru Jakarta yang memulai gerakan di laman Change.org pada 2020.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selain India, Filipina Juga Berisiko Alami Lonjakan Kasus Virus Corona!

Selain India, Filipina Juga Berisiko Alami Lonjakan Kasus Virus Corona!

Health | Rabu, 28 April 2021 | 13:20 WIB

Covid-19 India: Krisis Ambulans, Pria Ini Bawa Jenazah Ayahnya Sendiri

Covid-19 India: Krisis Ambulans, Pria Ini Bawa Jenazah Ayahnya Sendiri

News | Rabu, 28 April 2021 | 13:31 WIB

Astaga! Ambulans Ngebut, Jenazah Korban Covid-19 Terlempar ke Jalan

Astaga! Ambulans Ngebut, Jenazah Korban Covid-19 Terlempar ke Jalan

Sumbar | Rabu, 28 April 2021 | 13:16 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB