Peneliti Temukan Efek Samping Vaksin AstraZeneca Lebih Banyak dari Pfizer

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 29 April 2021 | 15:41 WIB
Peneliti Temukan Efek Samping Vaksin AstraZeneca Lebih Banyak dari Pfizer
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Suara.com - Vaksin Pfizer dan AstraZeneca adalah kedua jenis vaksin Covid-19 yang telah terbukti efektif melawan virus corona. Tapi, penelitian baru dari King's College London telah mengungkapkan bahwa lebih banyak orang mengalami efek samping setelah suntik vaksin AstraZeneca.

Ilmuwan Utama, Profesor Tim Spector meyakinkan publik bahwa efek samping vaksin Covid-19 biasanya ringan dan hanya bertahan sebentar. Hal ini nampaknya benar, terutama pada orang usia 50 tahunan yang paling berisiko terinfeksi.

"Hasilnya juga menunjukkan perlindungan hingga 70 persen setelah 3 minggu setelah pemberian dosis pertama vaksin," kata Tim Spector dikutip dari Express.

Adapun efek samping sistemik dari suntik vaksin Covid-19, meliputi:

  1. Sakit kepala
  2. Kelelahan
  3. Menggigil
  4. Diare
  5. Demam
  6. Nyeri sendi dan nyeri otot
  7. Mual
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Sedangkan, efek samping lokal vaksin Covid-19, termasuk:

  1. Nyeri di tempat suntikan
  2. Pembengkakan
  3. Kemerahan dan gatal
  4. Hangat
  5. Kelenjar ketika bengkak

Peneliti juga menemukan bahwa hanya 13,5 persen orang yang mengalami efek samping setelah suntikan pertama vaksin Pfizer. Lalu, jumlah ini meningkat 22 persen setelah mereka menerima suntikan kedua vaksin Pfizer.

Sementara itu, lebih dari sepertiga atau 33,7 persen orang yang menerima vaksin AstraZeneca mengalami efek samping setelah suntikan pertama. Kumpulan data ini berasal dari 627.383 pengguna aplikasi ZOE COVID Symptom Study.

Semua efek samping ini dilaporkan sendiri dalam waktu 8 hari setelah suntik vaksin Covid-19 antara 8 Desember 2020 hingga 10 Maret 2021. Efek samping yang paling banyak dilaporkan adalah sakit kepala, kelelahan dan nyeri di tempat suntikan.

Penelitian tersebut juga mengidentifikasi efek samping lebih umum terjadi pada orang usia 55 tahun dan wanita. Selain itu, orang yang pernah terinfeksi virus corona juga lebih mungkin menderita efek samping lebih parah.

Orang yang sebelumnya menderita virus corona Covid-19 tiga kali lebih mungkin mengalami efek samping di seluruh tubuh setelah suntik vaksin Pfizer. Risiko efek samping ini berlipat ganda bila Anda pernah mengalami infeksi virus corona sebelumnya, lalu suntik vaksin AstraZeneca.

Karena itu, peneliti menyimpulkan bahwa suntikan vaksin AstraZeneca justru menimbulkan efek samping yang lebih banyak daripada suntikan vaksin Pfizer.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CDC: Meski Satu Dosis Vaksin Melindungi, Anda Tetap Butuh Dua Dosis

CDC: Meski Satu Dosis Vaksin Melindungi, Anda Tetap Butuh Dua Dosis

Health | Kamis, 29 April 2021 | 14:55 WIB

Bolehkah Suntik Vaksin Covid-19 saat Menstruasi? Ini Kata Ahli!

Bolehkah Suntik Vaksin Covid-19 saat Menstruasi? Ini Kata Ahli!

Health | Kamis, 29 April 2021 | 14:49 WIB

Apa yang Membuat Varian Virus Corona India Lebih Berbahaya?

Apa yang Membuat Varian Virus Corona India Lebih Berbahaya?

Health | Kamis, 29 April 2021 | 10:34 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB