Seberapa Sering Penyintas Covid-19 Bisa Donor Plasma? Simak Kata Ahli

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 05 Mei 2021 | 15:20 WIB
Seberapa Sering Penyintas Covid-19 Bisa Donor Plasma? Simak Kata Ahli
Ilustrasi donor plasma (Shutterstock)

Suara.com - Donor plasma merupakan salah satu metode pengobatan yang dipercaya bisa membantu pasien virus corona Covid-19 melawan penyakitnya. Tapi, banyak orang masih mengira mereka rentan terinfeksi ulang bila mendonasikan plasma.

Tapi, seorang pakar menegaskan bahwa hal itu hanyalah mitos, Faktanya, donor plasma justru membantu menyelamatkan nyawa pasien virus corona Covid-19.

Dr Shuchin Bajaj, pendiri dan direktur Ujala Cygnus Group of Hospitals, mengatakan antibodi yang ada di dalam tubuh penyintas bisa membantu orang yang masih berjuang melawan virus corona Covid-19.

"Jika gejala virus corona Covid-19 Anda sudah tidak ada selama lebih dari 14 hari, mohon pertimbangkan untuk berdonasi sebagai layanan kemanusiaan. Sama seperti donor darah biasa, plasma akan diambil dari lengan Anda," kata Dr Shuchin dikutip dari Indian Express.

Plasma adalah bagian cairan bening dalam darah yang tersisa setelah sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan komponen lainnya. Plasma adalah komponen terbesar dalam darah manusia, yang terdiri dari sekitar 55 persen.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Selain itu, plasma mengandung air, garam, enzim, antibodi dan protein lainnya. Plasma ini menjalani banyak fungsi di dalam tubuh, termasuk membantu menghilangkan pembekuan darah, melawan penyakit, dan fungsi penting lainnya.

Orang yang pulih dari virus corona dalam 3-4 bulan terakhir bisa menyumbangkan plasma ini untuk pasien lainnya. Karena, antibodi Anda yang telah melawan virus corona sudah lebih dari cukup untuk membagikannya ke orang lain.

Namun, Anda mungkin belum tahu seberapa sering penyintas virus corona bisa mendonorkan plasmanya. Dr Bajaj, mengatakan Anda bisa datang berdonasi setiap 2 minggu untuk mendonorkan plasma.

Adapun kelompok orang yang tidak bisa mendonorkan plasma untuk pasien virus corona Covid-19, antara lain:

  1. Orang usia di bawah 18 tahun dan di atas 65 tahun
  2. Orang dengan berat badan di bawah 50 kg
  3.  Orang yang pernah hamil
  4.  Orang yang menderita penyakit serius, seperti gagal ginjal, insulin untuk diabetes, kanker dan hipertensi
  5. Orang yang memiliki tato atau menjalani operasi besar dalam 6 bulan terakhir

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mantan Pasien Covid-19 Harus Periksakan Kondisi Jantung, Ini Alasannya!

Mantan Pasien Covid-19 Harus Periksakan Kondisi Jantung, Ini Alasannya!

Health | Selasa, 04 Mei 2021 | 13:07 WIB

Ahli Peringatkan Risiko Mucormycosis pada Pasien Covid-19 yang Sembuh

Ahli Peringatkan Risiko Mucormycosis pada Pasien Covid-19 yang Sembuh

Health | Selasa, 04 Mei 2021 | 12:54 WIB

Berkurang Puluhan, RSD Wisma Atlet Kini Rawat 1.423 Pasien Covid-19

Berkurang Puluhan, RSD Wisma Atlet Kini Rawat 1.423 Pasien Covid-19

News | Selasa, 04 Mei 2021 | 10:37 WIB

Terkini

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB