Makan Keripik Kentang dan Cokelat Buruk untuk Ginjal, Kok Bisa?

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 06 Mei 2021 | 16:32 WIB
Makan Keripik Kentang dan Cokelat Buruk untuk Ginjal, Kok Bisa?
Keripik kentang (shutterstock)

Suara.com - Sebagian besar orang mungkin suka mengonsumsi keripik kentang, roti, dan cokelat sebagai camilan. Sayangnya, camilan yang sering dianggap aman dan sehat ini justru bukan pilihan terbaik.

Sebuah penelitian berbasis hewan pengerat baru mengungkapkan bahwa konsumsi makanan olahan bisa menyebabkan sindrom usus bocor, yang bisa meningkatkan risiko penyakit ginjal.

Studi ini dipimpin oleh para peneliti di Monash University di Australia, menunjukkan bahwa makanan yang diolah dalam suhu panas atau kaya akan senyawa kimia berbahaya disebut Advanced Glycation End Products (AGEs).

Bahan kimia ini memberi rasa dan aroma pada makanan yang kecokelatan, dipanggang, digoreng. Sedangkan, AGEs memicu proses yang disebut reaksi Maillard dan mengaktifkan sinyal bahaya tubuh yang mengarah ke respons inflamasi dan penyakit ginjal kronis.

Tapi, konsumsi makanan yang mengandung serat pati resisten tinggi, seperti gandum, nasi yang dimasak dan didinginkan, barley, kacang-kacangan dan polong-polongan, termasuk kacang hitam, tepung kentang, kentang yang dimasak bisa membantu memulihkan kesehatan usus dan meningkatkan kesehatan ginjal.

Ilustrasi keripik kentang. (Pixabay/avantrend)
Ilustrasi keripik kentang. (Pixabay/avantrend)

"Makanan ini penting karena akan masuk ke usus bawah dan berfungsi sebagai makanan untuk bakteri usus Anda," kata penulis utama Melinda Coughlan, Associate Professor di Monash Central. Departemen Diabetes Sekolah Klinis dikutip dari The Hans India.

Bakteri usus ini memfermentasi metabolit penghasil makanan yang antiinflamasi. Secara global, 10 persen orang terkena penyakit ginjal kronis. Konsumsi makanan olahan juga berkaitan dengan risiko semua penyebab kematian, diabetes, hipertensi, obesitas, kanker dan penyakit saluran cerna.

Melinda Coughlan mengatakan perubahan pola makan mungkin akan lebih sulit dipertahankan dalam jangka waktu lama, seperti kebanyakan perubahan perilaku lainnya.

Tapi, mengonsumsi lebih banyak makanan berserat pati resisten dan praktik masak dengan mengukus maupun merebus bisa membantu mengurangi efek bahayanya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hati-hati! 3 Pola Makan Ini Tingkatkan Risiko Usus Buntu

Hati-hati! 3 Pola Makan Ini Tingkatkan Risiko Usus Buntu

Your Say | Senin, 03 Mei 2021 | 15:47 WIB

Jangan Asal Makan Tomat, 5 Kondisi Ini Bisa Rasakan Efek Samping Parah

Jangan Asal Makan Tomat, 5 Kondisi Ini Bisa Rasakan Efek Samping Parah

Health | Minggu, 02 Mei 2021 | 06:19 WIB

Tak Sengaja Makan Kotoran Burung Camar, Balita Ini Alami Gagal Ginjal!

Tak Sengaja Makan Kotoran Burung Camar, Balita Ini Alami Gagal Ginjal!

Health | Sabtu, 01 Mei 2021 | 13:32 WIB

Terkini

Dari Adu Teknik Memasak hingga Meracik Kopi, Chef Dunia Bersaing di Jakarta

Dari Adu Teknik Memasak hingga Meracik Kopi, Chef Dunia Bersaing di Jakarta

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 01:49 WIB

LPPOM Tak Ingin Sertifikasi Halal Berhenti Jadi Label, UMKM Didorong Naik Kelas

LPPOM Tak Ingin Sertifikasi Halal Berhenti Jadi Label, UMKM Didorong Naik Kelas

News | Sabtu, 07 November 2026 | 01:37 WIB

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:30 WIB

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:23 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

News | Jum'at, 06 November 2026 | 23:18 WIB

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 23:09 WIB

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 23:06 WIB

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Sulsel | Jum'at, 06 November 2026 | 22:59 WIB

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 22:50 WIB

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Entertainment | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

×