Dokter Paru: Tes Covid-19 Minimal Rapid Antigen, Genose Hanya Screening

Vania Rossa, Aflaha Rizal Bahtiar

Jum'at, 07 Mei 2021 | 15:45 WIB
Dokter Paru: Tes Covid-19 Minimal Rapid Antigen, Genose Hanya Screening
Pemudik menjalani tes GeNose di Pelabuhan Merak [Suara.com/Adi Mulyadi]

Suara.com - Saat ini, untuk perjalanan mudik, Pemerintah memberlakukan tes Genose sebagai syarat perjalanan di stasiun-stasiun dan juga terminal. Namun, Ketua Pokja Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan mengatakan bahwa Genose hanyalah screening, bukan diagnosis. Karena walaupun hasilnya negatif, belum tentu orang tersebut tidak terkena Covid-19.

“Saya kita, Genose negatif belum tentu bebas Covid-19, kalau saran saya minimal pemeriksaan antigen. Apalagi kalau bergejala, antigen boleh karena menghemat biaya. Tapi idealnya PCR,” ungkap Erlina.

Menurutnya, Indonesia perlu belajar dari beberapa negara lewat pemeriksaan PCR yang sangat masif. Karena itu, sekarang mesin PCR di Indonesia sudah banyak, ditambah juga alat tes antigen yang juga serupa.

“Saya kira Indonesia perlu belajar yang memberlakukan PCR di beberapa negara. Apalagi mesin PCR kita sudah banyak, rapid antigen juga sudah banyak. Saya menyarankan untuk orang yang datang ke kampung asalnya, atau kembali, minimal melakukan rapid antigen. Tapi kalau bergejala, salah satunya saya anjurkan untuk PCR,” paparnya.

Menurutnya, jika masyarakat melakukan perjalanan, mereka seharusnya melakukan isolasi mandiri. Hal ini terjadi di luar negeri, di mana masyarakat menjalani isolasi mandiri selama lima hari.

“Idealnya begitu, kan sama saja pulang kampung atau ke luar negeri sama-sama perjalanan. Di luar negeri ada yang lima hari, harusnya itu berlaku untuk umum. Karena proses masa inkubasi dan penularan virus sama di semua negara, dan PDPI maunya begitu. Tetapi ya silakan kembali ke Pemerintah,” paparnya.

Ia menambahkan komunikasi perlu dilakukan secara efektif kepada masyarakat, sehingga masyarakat sadar mengenai karantina saat melakukan perjalanan.

“Komunikasi harus efektif kepada masyarakat, supaya masyarakat sadar. Itu sebabnya PDPI menganjurkan tidak usah mudik,” pungkasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sopir Logistik Terbebani Biaya Tes Covid-19 Berulang, Ancam Mogok Kerja

Sopir Logistik Terbebani Biaya Tes Covid-19 Berulang, Ancam Mogok Kerja

Batam | Jum'at, 07 Mei 2021 | 13:47 WIB

Parah! Tes GeNose di Pelabuham Merak, Petugas Tak Pakai APD

Parah! Tes GeNose di Pelabuham Merak, Petugas Tak Pakai APD

Banten | Rabu, 05 Mei 2021 | 20:30 WIB

Wagub Banten Marah, Test GeNos Di Pelabuhan Merak Tidak Sesuai Prosedur

Wagub Banten Marah, Test GeNos Di Pelabuhan Merak Tidak Sesuai Prosedur

Banten | Rabu, 05 Mei 2021 | 14:15 WIB

Terkini

Prabowo Sebut Arab Saudi hingga Mesir Ingin jadi Pemilik Senjata Nuklir, Ada Apa?

Prabowo Sebut Arab Saudi hingga Mesir Ingin jadi Pemilik Senjata Nuklir, Ada Apa?

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:17 WIB

Sumbang 27 Persen Luas Karhutla Nasional, Kalimantan Barat Jadi Percontohan Peta Risiko Baru

Sumbang 27 Persen Luas Karhutla Nasional, Kalimantan Barat Jadi Percontohan Peta Risiko Baru

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:16 WIB

18 Orang Tewas Tenggelam Berenang dari Maroko ke Ceuta Spanyol, Terobos Perbatasan dengan Ilegal

18 Orang Tewas Tenggelam Berenang dari Maroko ke Ceuta Spanyol, Terobos Perbatasan dengan Ilegal

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:16 WIB

Viral Calon Pegawai BPJS Jalan di Atas Bara Api, DPR Minta Penjelasan Resmi

Viral Calon Pegawai BPJS Jalan di Atas Bara Api, DPR Minta Penjelasan Resmi

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:15 WIB

Jumanji Open World Hadirkan Dunia Gim ke Realitas dalam Petualangan Baru

Jumanji Open World Hadirkan Dunia Gim ke Realitas dalam Petualangan Baru

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:15 WIB

4 Sepatu Lari Hoka Terbaik untuk Daily Run, Empuk dan Stabil di Setiap Langkah

4 Sepatu Lari Hoka Terbaik untuk Daily Run, Empuk dan Stabil di Setiap Langkah

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:15 WIB

Rekam Jejak Wasit Asal Korsel Laga Timnas Indonesia vs Timor Leste, Pernah Buat Malu Shin Tae-yong

Rekam Jejak Wasit Asal Korsel Laga Timnas Indonesia vs Timor Leste, Pernah Buat Malu Shin Tae-yong

Bola | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:13 WIB

Jesslyn Wijaya Masih Tak Bisa Dihubungi, Calon Suami Lapor ke Komnas Perempuan

Jesslyn Wijaya Masih Tak Bisa Dihubungi, Calon Suami Lapor ke Komnas Perempuan

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:12 WIB

Dari Titik Terendah hingga Dipercaya Kelola Uang Rp 3 Miliar, Inspirasi dari Jafar Tri Maulana

Dari Titik Terendah hingga Dipercaya Kelola Uang Rp 3 Miliar, Inspirasi dari Jafar Tri Maulana

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:05 WIB

Seteru dengan Pramoedya hingga Si Oyen: Sisi Lain Buya Hamka dalam Ayah

Seteru dengan Pramoedya hingga Si Oyen: Sisi Lain Buya Hamka dalam Ayah

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:00 WIB

×