alexametrics

Kemenkes Janjikan Insentif Nakes Relawan Wisma Atlet Cair Sebentar Lagi

M. Reza Sulaiman
Kemenkes Janjikan Insentif Nakes Relawan Wisma Atlet Cair Sebentar Lagi
Tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet berjalan membawa kotak obat untuk pasien Covid-19, Jumat (26/2/2021). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]

Tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet menagih janji Kementerian Kesehatan terkait insentif yang belum juga turun. Apa kata Kemenkes?

Suara.com - Tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet menagih janji Kementerian Kesehatan terkait insentif yang belum juga turun. Apa kata Kemenkes?

Dalam konferensi pers hari ini, Jumat (7/5/2021), Sekretaris Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemenkes, Trisa Wahyuni Putri, mengatakan bahwa insentif nakes untuk RSDC akan segera dibayarkan.

Ia mengatakan insentif untuk bulan Desember 2020 sudah melalui proses pencairan. Diharapkan, insentif keluar sore ini.

"Mudah-mudahan bisa keluar sore ini, atau paling lambat besok pagi," tutur Trisa dalam konferensi pers.

Baca Juga: Update 7 Mei 2021: RSD Wisma Atlet Rawat 1.368 Pasien Covid-19

Trisa menjelaskan sepanjang tahun 2020, tepatnya mulai Maret hingga Novembers 2020, sudah kurang lebih Rp 63 miliar insentif yang dikeluarkan untuk relawan di RSDC.

Sementara untuk insentif Desember 2020 terlambat mengingat seluruh pengeluaran negara wajib melalui verifikasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Setelah ada verifikasi baru bisa keluarkan dananya," ujarnya lagi.

Trisa juga menyebut bahwa seluruh dana insentif nakes RSDC akan diberikan langsung kepada para relawan yang bertugas.

"Karena relawan nakes di RSDC berada di bawah Badan PPSDM, sejak tahun 2020 insentif sudah ditransfer langsung ke masing-masing relawan," tuturnya.

Baca Juga: RSD Wisma Atlet Siagakan Nakes, Antisipasi Lonjakan Covid-19 Usai Lebaran

Sebelumnya diberitakan, insentif tenaga kesehatan yang bertugas dalam penanganan Covid-19 tahun 2020 telah dibayarkan oleh Kementerian Kesehatan. Total telah Rp 580 miliar yang dibayarkan hingga 5 Mei 2021.

Komentar