Waspada, Kondisi Emosional Berikut Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Cesar Uji Tawakal | Fita Nofiana | Suara.com

Sabtu, 08 Mei 2021 | 09:45 WIB
Waspada, Kondisi Emosional Berikut Bisa Tingkatkan Risiko Kanker
Ilustrasi lelaki sedang menyendiri. (sumber: Visualphotos)

Suara.com - Kondisi emosional bisa berpengaruh pada peningkatan risiko kanker. Dalam hal ini, sebuah studi menunjukkan bahwa rasa sepi atau kesepian di usia paruh baya bisa meningkatkan risiko Anda terkena kanker.

Melansir dari Eat This, studi Finlandia menganalisis data kesehatan dari lebih dari 2.500 pria berusia 42 hingga 61 tahun. Mereka berpartisipasi dalam studi kesehatan jantung yang melibatkan pengukuran perasaan kesepian pada skala 11 poin.

Para peneliti menemukan bahwa selama dua dekade, pria yang dilaporkan merasa kesepian lebih mungkin didiagnosis dengan kanker dan menghadapi prognosis yang lebih buruk.

Temuan yang diterbitkan di jurnal Psychology Research ini juga menekankan bahwa penelitian mereka hanya diterapkan pada kesepian, bukan isolasi sosial.

"Isolasi sosial mengacu pada kurangnya obyektif dari kontak sosial dengan orang lain, sedangkan kesepian adalah persepsi negatif dari isolasi sosial, yaitu perasaan subjektif karena kesepian," tulis para ilmuwan.

"Kesepian dan isolasi sosial diklaim memengaruhi kesehatan fisik sekuat beberapa risiko kesehatan yang diketahui secara luas, seperti merokok atau obesitas, dan hubungan antara kesepian dan kematian akibat kanker pada populasi umum baru-baru ini dilaporkan," imbuh para peneliti.

Bagi banyak orang, tingkat kontak sosial mereka (isolasi sosial) memuaskan, dan tidak selalu menyebabkan penderitaan. Namun, kesepian menurut definisi mencakup ketidakpuasan dengan situasi.

Perasaan kesepian dapat memicu respons stres yang menyebabkan peradangan pada tubuh. Para ahli percaya bahwa peradangan dapat berdampak negatif pada jantung, sistem kekebalan, dan otak.

"Telah diusulkan bahwa kesepian dapat mengganggu fungsi hipotalamus-hipofisis-adrenal (sumbu HPA) dan meningkatkan peradangan tingkat rendah baik secara langsung, melalui gaya hidup yang tidak sehat atau depresi," catat para peneliti.

Rasa kesepian melanda usia atau periode orang tertentu. (Shutterstock)
Rasa kesepian melanda usia atau periode orang tertentu. (Shutterstock)

"Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kesepian di usia paruh baya dan seterusnya bisa menjadi risiko kesehatan yang serius. Penelitian lain telah menemukan bahwa kesepian dapat memiliki efek kesehatan yang mirip dengan obesitas, aktivitas fisik dan merokok 15 batang sehari, dan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia 50%," kata Scott Kaiser, MD, ahli geriatri bersertifikat di Pusat Kesehatan Providence Saint John di Santa Monica, California.

Ilmuwan Finlandia mengatakan lebih banyak yang harus dilakukan untuk melacak dan memperlakukan kesepian sebagai kondisi kesehatan.

"Kesepian memiliki banyak efek buruk bagi kesehatan, peningkatan insiden kanker hanyalah salah satunya," kata Siiri-Liisi Kraav dari University of Eastern Finland

"Penting untuk mencegah efek negatif ini dengan mengembangkan intervensi yang efektif untuk kesepian dan secara rutin menyaring kesepian," imbuhnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dialami Suami Tasya Kamila, Berikut Gejala Kanker Limfoma Hodgkin

Dialami Suami Tasya Kamila, Berikut Gejala Kanker Limfoma Hodgkin

Health | Sabtu, 08 Mei 2021 | 08:57 WIB

Suami Tasya Kamila Kena Kanker Limfoma Hodgkin, Ini Penyebab dan Risikonya

Suami Tasya Kamila Kena Kanker Limfoma Hodgkin, Ini Penyebab dan Risikonya

Health | Sabtu, 08 Mei 2021 | 08:56 WIB

Wulan Guritno Sukses Bikin Gerakan Peduli Kanker, Sudah Berjalan 6 Tahun

Wulan Guritno Sukses Bikin Gerakan Peduli Kanker, Sudah Berjalan 6 Tahun

Entertainment | Sabtu, 08 Mei 2021 | 03:45 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB