Tingkat Kelangsungan Hidup Pasien Kanker Limfoma Hodgkin Tinggi

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Sabtu, 08 Mei 2021 | 19:21 WIB
Tingkat Kelangsungan Hidup Pasien Kanker Limfoma Hodgkin Tinggi
Tasya Kamila bersama suami, Randi Bachtiar. [Insatgram]

Suara.com - Suami Tasya Kamila, Randi Bachtiar didiagnodis menderita kanker limfoma hodgkin stadium dua. Pria 31 tahun ini mengaku terkejut saat mengetahuinya.

"Awalnya kaget banget sih terdiagnosa penyakit ini. Gue mikir kenapa sekarang, kenapa gue, apa salah gue. Ketika dikasih tahu dokter treatment-nya harus seperti apa, gue sempet drop banget," kisah Randi Bachtiar di Instagram, Jumat (7/5/2021).

Kanker limfoma Hodgkin merupakan kanker yang menyerang kelenjar getah bening. Ada dua jenisnya, yakni kanker limfoma Hodgkin dan kanker limfoma non-Hodgkin.

Meski terdengar menakutkan, kanker limfoma dianggap sebagai bentuk kanker yang bisa diobati jika terdeteksi sejak dini.

Berdasarkan Everday Health, 95 persen pasien dengan stadium 1 dan 2 dapat bertahan hidup hingga lima tahun atau lebih. Sementara pasien dengan stadium 4 memiliki tingkat kelangsungan hidup 65 persen.

Tasya Kamila bersama suami, Randi Bachtiar. [Instagram]
Tasya Kamila bersama suami, Randi Bachtiar. [Instagram]

"Ketika pasien menderita limfoma Hodgkin, dokter cenderung berkata, 'Anda beruntung. Ini adalah jenis yang sangat dapat disembuhkan'," kata Michael Roth, MD, direktur Childhood Cancer Survivorship Program di University of Texas MD Anderson Cancer Center, Houston.

Namun, kanker ini juga dapat menyebabkan efek jangka panjang, terutama ketika pasien masih anak-anak saat didiagnosis.

Perawatan kuratif dini untuk limfoma meningkatkan risiko penyakit lain

Selama bertahun-tahun, standar perawatan untuk mengobati limfoma Hodgkin adalah dengan menggunakan kombinasi radiasi dan kemoterapi.

Cara ini bisa mengancurkan sel-sel kanker, tetapi juga bisa berdampak pada sel-sel sehat di sekitarnya.

"Kami mengambil pendekatan bazoka, tetapi pendekatan itu meningkatkan risiko sejumlah komplikasi medis, termasuk masalah jantung, penyakit paru-paru, infertilitas, kanker darah sekunder, kanker tiroid, dan kanker payudara,” kata Lisa Roth, MD, direktur program limfoma remaja dan dewasa muda di New York – Presbyterian dan Weill Cornell Medicine, New York City.

Dampak tak terduga ini telah menyebabkan perubahan besar dalam pengelolaan limfoma Hodgkin, yang membutuhkan radiasi lebih sedikit. Juga, perawatan penargetan yang memanfaatkan sistem kekebalan tubuh untuk hanya menyerang sel tumor dan membiarkan sel sehat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suami Tasya Kamila Cerita Perjuangan setelah Divonis Kanker Getah Bening

Suami Tasya Kamila Cerita Perjuangan setelah Divonis Kanker Getah Bening

Entertainment | Sabtu, 08 Mei 2021 | 14:46 WIB

Suami Tasya Kamila Divonis Kanker Stadium 2

Suami Tasya Kamila Divonis Kanker Stadium 2

Entertainment | Sabtu, 08 Mei 2021 | 14:15 WIB

Dialami Suami Tasya Kamila, Berikut Gejala Kanker Limfoma Hodgkin

Dialami Suami Tasya Kamila, Berikut Gejala Kanker Limfoma Hodgkin

Health | Sabtu, 08 Mei 2021 | 08:57 WIB

Terkini

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB