Apakah Kecanduan Pornografi Masuk Dalam Gangguan Mental? Ini Faktanya

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Minggu, 09 Mei 2021 | 19:30 WIB
Apakah Kecanduan Pornografi Masuk Dalam Gangguan Mental? Ini Faktanya
Ilustrasi pornografi. . (Shutterstock)

Suara.com - Tayangan konten erotis atau pornografi terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2019 lalu, situs porno terkemuka dunia PornHub, telah menerima kunjungan per hari sebesar 115 juta.

Meski demikian, konten pornogarafi yang diakses gratis dan mudah diakses tersebut diduga bisa menyebabkan kecanduan. Namun, apakah kecanduan pornografi itu nyata?

Diungkap oleh American Psychological Association (APA), bahwa kecanduan pornografi tidak diakui sebagai masalah kesehatan mental. Seperti kecanduan narkoba maupun alkohol.

Selain itu, menurut Manual of Mental Disorders (DSM) mengatakan, kecanduan pornografi bukan masalah psikologis. Justru beberapa gejala kecanduan sering terjadi pada orang yang gemar bermain judi, mengkonsumsi alkohol, obat terlarang, dan game online.

Ilustrasi situs porno atau pornografi di internet (Suara.com/Pabriansyah)
Ilustrasi situs porno atau pornografi di internet (Suara.com/Pabriansyah)

Meski mengakses pornografi dapat mengaktifkan sirkuit kesenangan neurokimia serupa mengkonsumsi alkohol, namun sebagian besar ahli menyetujui bahwa mengkases pornografi bukan berarti langsung kecanduan.

Sejauh ini, para peneliti mengatakan kecanduan pornografi lebih pada perilaku kompulsif, obsesif, juga kebiasaan dibanding menyalahgunakan zat obat-obatan.

Selain itu, rasa obsesif, kompulsif, dan kebiasaan mengakses pornografi dapat mengurangi rasa cemas dan mengurangi rasa kesepian. Fakta lain juga mengatakan, seseorang yang menikmati konten pornografi seringkali dilakukan secara rahasia.

Karena itu, sebagian besar di negara AS juga tidak memiliki akses pendidikan seks bagi orang dewasa muda. Sehingga bisa menciptakan lingkungan yang salah paham mengenai seks.

Ahli saraf Happier Living Nicole Prause, PhD mengatakan, orang yang dikatakan kecanduan pornografi hanyalah asumsi, sehingga bisa membuat seseorang berpikir bahwa dirinya telah kecanduan.

Hal ini diungkap oleh studi tahun 2020, yang diterbitkan oleh APA yang menemukan bahwa anggapan kecanduan pornografi berasal dari budaya, moral, dan kepercayaan agama masing-masing. Meski seseorang mungkin tidak terlalu banyak mengkases pornografi.

“Jika Anda merasa kecanduan pornografi, bisa saja itu dari konflik nilai-nilai pribadi seputar seksual Anda, bukan dari konten pornografi itu sendiri,” pungkas Nicole Prause.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Salah Kaprah, Suka Nonton Film Erotis Bukanlah Sebuah Kecanduan Pornografi

Salah Kaprah, Suka Nonton Film Erotis Bukanlah Sebuah Kecanduan Pornografi

Health | Minggu, 09 Mei 2021 | 14:00 WIB

Bersalah dalam Kasus Pornografi Anak, Eks Bek Real Madrid Menyesal

Bersalah dalam Kasus Pornografi Anak, Eks Bek Real Madrid Menyesal

Bola | Jum'at, 30 April 2021 | 15:20 WIB

Ingin Hilangkan Barang Bukti, Pria Ini Kunyah dan Telan Kartu Memori

Ingin Hilangkan Barang Bukti, Pria Ini Kunyah dan Telan Kartu Memori

News | Jum'at, 26 Maret 2021 | 15:12 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB