Studi Belanda: Aturan Lockdown Bikin Anak Tambah Gemuk

Minggu, 16 Mei 2021 | 09:10 WIB
Studi Belanda: Aturan Lockdown Bikin Anak Tambah Gemuk
Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)

Suara.com - Lewat penelitian baru yang dipresentasikan dalam European Congress on Obesity menunjukkan, beberapa anak mengalami obesitas hebat selama aturan pembatasan atau lockdown akibat pandemi COVID-19.

Pembatasan juga berdampak negatif pada aktivitas fisik, yang terjadi pada anak usia di bawah 10 tahun.

Ketika pemerintah mengambil kebijakan untuk memberlakukan pembatasan besar-besaran, aturan itu dianggap secara tak sadar mengubah perilaku gaya hidup anak-anak.

Meski dampak obesitas pada anak belum dijelaskan, namun risikonya dianggap besar. Termasuk berat badan mereka yang meningkat.

Lewat metode studi campuran, dilakukan kuesioner dan wawancara telepon untuk menyelidiki dampak COVID-19 selama April 2020, yang menyorot pembatasan pertama di Belanda pada anak dengan obesitas berat yang dirawat di Obesity Center CGG.

Ada tiga kuesioner seperti Perilaku Makan Belanda versi anak, Inventarisasi Kualitas Hidup Pediatrik, dan Aktivitas Fisik yang diisi oleh keluarga dan anak baik sebelum pandemi maupun selama pembatasan.

Secara total 83 keluarga dilibatkan, dengan 75 di antaranya lewat wawancara telepon. Selain itu, karakteristik anak rata-rata berusia 11,5 tahun, dengan jenis kelamin perempuan sebesar 52 persen mengalami obesitas berat.

Para peneliti kemudian menganalisis subkelompok lewat skor kuesioner, baik itu meningkat atau memburuk selama masa pembatasan lewat faktor usia dan masalah psikososial.

Sebelum masa pandemi, anak-anak menunjukkan penurunan aktivitas fisik, dari 2,8 jam menjadi 0,7 per minggu.

Baca Juga: Banyak Ditutup, Ternyata Fungsi Taman Penting Selama Pandemi Covid-19

Sementara itu, 15 anak dengan kondisi emosional makan cenderung memiliki berat badan meningkat signifikan, yang dialami oleh anak berusia lebih tua dengan masalah psikososial.

Sedangkan, anak yang memiliki emosional buruk seperti rasa marah, bosan, cemas dan sedih, mengalami dinamika keluarga yang buruk, juga mengalami peningkatan perilaku makan.

Tambahan, anak-anak dengan skor emosional dengan nilai makan eksternal selama pembatasan memiliki kualitas hidup yang rendah. Data juga menunjukkan, peningkatan permintaan makan sering terjadi pada anak berusia 10 tahun ke bawah.

"Studi ini menunjukkan tanggapan profil yang berbeda, yakni terhadap pembatasan COVID-19 pada anak dengan obesitas berat. Meski pada tingkat kelompok skor gaya hidup cenderung rata-rata, bagian keluarga cukup relevan, yang secara klinis dilaporkan mengalami penurunan aktivitas fisik dan perilaku makan," ungkap para penulis studi.

Dikatakan, kelompok anak yang mengalami psikososial bersamaan dengan perilaku makan, memiliki risiko tinggi negatif selama masa pandemi.

Karena itu, pihak perawatan kesehatan perlu menangkal efek negatif tersebut pada anak dalam jangka panjang, seperti perawatan fisik dan juga mental.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI