Sejumlah Negara Ramai-ramai Tunda Beri Dosis Kedua Vaksin Covid-19, Kenapa?

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 18 Mei 2021 | 11:54 WIB
Sejumlah Negara Ramai-ramai Tunda Beri Dosis Kedua Vaksin Covid-19, Kenapa?
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Suara.com - Sejumlah negara di dunia memutuskan untuk menunda pemberian vaksin Covid-19 dosis kedua, karena dianggap bisa memberikan perlindungan dini kepada lebih banyak orang.

Jarak antara pemberian dosis vaksin Covid-19 pertama dan kedua memang belum ada uji klinisnya. Namun beberapa ilmuwan menganggap penundaan dosis kedua ini masuk akal mengingat adanya beberapa varian corona yang sangat mudah menular.

Adapun rekomendasi jarak pemberian dosis pertama dan kedua cukup bervariasi, yakni antara 21 hari hingga 12 minggu.

"Anda akan menyelamatkan jauh lebih banyak nyawa, karena dosis kedua itu diberikan kepada lebih dari puluhan ribu orang yang sama sekali belum mendapat suntikan, membuat mereka bisa terlindungi yang tadinya nol (tidak sama sekali) hingga 85 persen terlindungi," ujar Dr. Robert Wacher, Ilmuwan Departemen Kedokteran, Universitas California mengutip The Straits Times, Selasa (18/5/2021).

Ilustrasi Vaksin Gotong Royong. (Dok: Mayora Group)
Ilustrasi Vaksin. (Dok: Mayora Group)

Sedangkan apabila dosis kedua diberikan kepada orang yang sudah mendapatkan dosis pertama, hanya akan meningkatkan perlindungan dari 85 persen menjadi 95 persen.

Uniknya, ternyata sejak Januari 2021 lalu Inggris sudah mengambil langkah yang awalnya dianggap tidak biasa itu, yaitu menunda 12 minggu pemberian dosis kedua, setelah dosis pertama diberikan.

Lantas, Inggris pun memprioritaskan pemberian dosis pertama kepada sebanyak mungkin orang. Vaksin yang diberikan pun beragam, dari Pfizer, Moderna, hingga AstraZeneca.

Langkah itu diambil Inggris, setelah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Inggris pada Desember 2020 yang diduga diakibatkan varian corona baru B117.

Tidak hanya itu, Denmark pun akhirnya mengikuti jejak Inggris, negara itu setuju untuk menunda pemberian vaksin dosis kedua selama 6 minggu setelah pemberian dosis pertama vaksin Pfizer dan Moderna. 

Norwegia juga akhirnya menyusul ambil kebijakan menunda vaksin dosis kedua selama 12 minggu, setelah dosis pertama vaksin Pfizer dan Moderna diberikan untuk usia dewasa di bawah 65 tahun.

Selanjutnya Prancis, menunda suntikan kedua dari 4 minggu menjadi 6 minggu. Kemudian Amerika Serikat menunda selama 42 hari, dan Kanada menunda dosis kedua selama 2 hingga 4 bulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi ke Bekasi Lihat Vaksinasi COVID-19 untuk Buruh

Jokowi ke Bekasi Lihat Vaksinasi COVID-19 untuk Buruh

Bekaci | Selasa, 18 Mei 2021 | 11:22 WIB

Ratusan Pelaku Wisata di Badung Bali Divaksin COVID-19 Pakai Sinovac

Ratusan Pelaku Wisata di Badung Bali Divaksin COVID-19 Pakai Sinovac

Bali | Selasa, 18 Mei 2021 | 11:13 WIB

WHO: Petugas Kesehatan di Wilayah Konflik Palestina Israel Harus Dilindungi

WHO: Petugas Kesehatan di Wilayah Konflik Palestina Israel Harus Dilindungi

Health | Selasa, 18 Mei 2021 | 11:12 WIB

Terkini

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:05 WIB

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Health | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:36 WIB

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:17 WIB

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:34 WIB

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:59 WIB

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Health | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB