Masih Kerja 55 Jam Seminggu? Awas Tingkatkan Risiko Kematian Dini

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Selasa, 18 Mei 2021 | 15:00 WIB
Masih Kerja 55 Jam Seminggu? Awas Tingkatkan Risiko Kematian Dini
Ilustrasi kerja hingga larut malam. (Shutterstock)

Suara.com - Bekerja lebih dari 55 jam seminggu meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung dan stroke. Hal ini dinyatakan oleh sebuah studi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dirilis Senin (17/5/2021).

Melansir dari Medical Xpress, laporan oleh Badan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) PBB muncul saat adanya perubahan sistem kerja selama pandemi yang  meningkatkan kecenderungan untuk bekerja lebih lama.

Studi tersebut merupakan analisis global pertama tentang risiko terhadap kehidupan dan kesehatan yang terkait dengan jam kerja yang panjang. Penelitian PBB ini telah diterbitkan dalam jurnal Environment International.

"Bekerja 55 jam atau lebih per minggu merupakan bahaya kesehatan yang serius," kata Maria Neira, direktur departemen lingkungan, perubahan iklim dan kesehatan WHO.

"Sudah waktunya kita semua (pemerintah, pemberi kerja, dan karyawan) menyadari fakta bahwa jam kerja yang panjang dapat menyebabkan kematian dini," imbuhnya.

Studi tersebut menyimpulkan bahwa bekerja 55 jam atau lebih per minggu dikaitkan dengan perkiraan 35 persen peningkatan risiko menderita stroke, dan peningkatan 17 persen risiko kematian akibat penyakit jantung iskemik.

WHO dan ILO memperkirakan bahwa pada 2016, 398.000 orang meninggal karena stroke dan 347.000 karena penyakit jantung setelah bekerja setidaknya 55 jam per minggu.

Antara tahun 2000 hingga 2016, jumlah kematian akibat penyakit jantung terkait dengan jam kerja yang panjang meningkat sebesar 42 persen, sedangkan angka stroke meningkat sebesar 19 persen.

Sebagian besar kematian yang tercatat terjadi di antara orang-orang yang berusia 60 hingga 79 tahun di mana bekerja 55 jam atau lebih per minggu ketika mereka berusia antara 45 hingga 74 tahun.

baca juga

"Jam kerja yang panjang diketahui bertanggung jawab atas sekitar sepertiga dari total perkiraan beban penyakit terkait pekerjaan, ini ditetapkan sebagai faktor risiko dengan beban penyakit akibat kerja terbesar," kata WHO.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Absen Hari Pertama Kerja, Bupati Pandeglang Irna Narulita Potong Tunjangan

Absen Hari Pertama Kerja, Bupati Pandeglang Irna Narulita Potong Tunjangan

Banten | Selasa, 18 Mei 2021 | 09:31 WIB

Walau Tinggi Kolesterol, Makan Telur Setiap Hari Ternyata Aman, Lho!

Walau Tinggi Kolesterol, Makan Telur Setiap Hari Ternyata Aman, Lho!

Health | Selasa, 18 Mei 2021 | 09:00 WIB

WHO Sebut Ratusan Ribu Orang Meninggal Dunia Karena Jam Kerja Terlalu Lama

WHO Sebut Ratusan Ribu Orang Meninggal Dunia Karena Jam Kerja Terlalu Lama

Health | Selasa, 18 Mei 2021 | 09:30 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×