WHO Sebut Ratusan Ribu Orang Meninggal Dunia Karena Jam Kerja Terlalu Lama

Risna Halidi, Lilis Varwati

Selasa, 18 Mei 2021 | 09:30 WIB
WHO Sebut Ratusan Ribu Orang Meninggal Dunia Karena Jam Kerja Terlalu Lama
Ilustrasi: WHO Sebut Ratusan Ribu Orang Meninggal Dunia Karena Jam Kerja Terlalu Lama

Suara.com - Bekerja dengan jam kerja terlalu lama bisa menyebabkan kematian. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan mencatat ratusan ribu orang meninggal dunia setiap tahun karena stroke dan penyakit jantung yang timbul akibat jam kerja terlalu panjang. 

Dalam analisis global tentang hubungan antara kehilangan nyawa dan kesehatan serta jam kerja yang panjang, WHO bersama Organisasi Perburuhan Internasional ILO memperkirakan pada 2016, sekitar 745.000 orang meninggal dunia akibat bekerja setidaknya 55 jam seminggu.

Sebagian besar kematian tercatat pada orang berusia 60 hingga 79 tahun, yang telah bekerja setidaknya 55 jam antara usia 45 dan 74 tahun.

Laki-laki adalah yang paling terpengaruh, terhitung 72 persen dari kematian. Orang yang tinggal di Pasifik Barat juga Asia Tenggara dengan usia pekerja paruh baya atau lebih tua menjadi bagian yang paling signifikan dari beban penyakit.

Studi yang diterbitkan di jurnal Environment International itu juga menemukan bahwa kematian akibat penyakit jantung terkait dengan jam kerja yang panjang meningkat 42 persen sejak tahun 2000 hingga 2016, dan stroke juga meningkat sebesar 19 persen.

Orang yang bekerja 55 jam atau lebih dalam seminggu diperkirakan memiliki risiko terkena stroke 35 persen lebih tinggi dan risiko kematian akibat penyakit jantung iskemik 17 persen lebih tinggi.

Risiko kematian itu dibandingkan dengan mereka yang bekerja 35-40 jam dalam seminggu, studi tersebut menemukan.

"Bekerja 55 jam atau lebih per minggu adalah bahaya kesehatan yang serius. Sudah waktunya kita semua, pemerintah, pengusaha, dan karyawan menyadari fakta bahwa jam kerja yang panjang dapat menyebabkan kematian dini," kata Dr. Maria Neira, direktur Departemen Lingkungan, Perubahan Iklim dan Kesehatan WHO dalam sebuah pernyataan.

WHO mengatakan ada dua cara di mana bekerja dalam waktu lama dapat menyebabkan kematian. Pertama akibat stres psikologis. Bekerja berjam-jam dapat menimbulkan respons fisiologis, memicu reaksi pada sistem kardiovaskular dan lesi yang menyebabkan perubahan jaringan.

baca juga

Kedua adalah melalui perilaku yang merusak kesehatan sebagai respons terhadap stres, termasuk merokok, minum alkohol, pola makan yang buruk, aktivitas fisik dan gangguan tidur serta istirahat yang buruk. Semuanya dianggap sebagai faktor risiko penyakit jantung dan stroke.

Analisis tersebut dilakukan pada periode waktu sebelum 11 Maret 2020, ketika WHO menyatakan wabah virus corona baru sebagai pandemi. Meski begitu, dikatakan pandemi Covid-19 justru memberi tekanan lebih pada karyawan yang dipaksa bekerja dari rumah.

Karyawan rumahan di Inggris, Austria, Kanada, dan Amerika Serikat bekerja lebih lama daripada sebelumnya, menurut penelitian yang dilakukan selama pandemi oleh Tim NordVPN, perusahaan berbasis di New York yang menyediakan jaringan pribadi virtual (VPN) untuk bisnis.

Bekerja di rumah telah menyebabkan peningkatan 2,5 jam dalam rata-rata hari kerja di negara-negara tersebut, kata Tim NordVPN dalam laporannya, yang diterbitkan pada Februari 2021.

Inggris dan Belanda paling lama memiliki waktu kerja dengan rata-rata bekerja sampai jam 8 malam.

"Pandemi Covid-19 telah mengubah cara kerja banyak orang secara signifikan," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah pernyataan.

Menurut Tedros, bekerja secara teleworking telah menjadi norma di banyak industri, sering mengaburkan batas antara rumah dan kantor. Selain itu, banyak bisnis terpaksa mengurangi atau menghentikan operasi untuk menghemat uang. Sementara orang yang masih dipekerjakan jadi bekerja lebih lama.

“Tidak ada pekerjaan yang sebanding dengan risiko stroke atau penyakit jantung. Pemerintah, pengusaha dan pekerja perlu bekerja sama untuk menyepakati batasan untuk melindungi kesehatan pekerja,” ucap Tedros.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 Global: Varian Virus B1617 dari India Mengancam Inggris

Update Covid-19 Global: Varian Virus B1617 dari India Mengancam Inggris

Health | Selasa, 18 Mei 2021 | 08:12 WIB

Studi: Makanan Tinggi Garam Berisiko Menghancurkan Sel Kekebalan Tubuh

Studi: Makanan Tinggi Garam Berisiko Menghancurkan Sel Kekebalan Tubuh

Health | Senin, 17 Mei 2021 | 08:50 WIB

Berat Badan Normal tapi Lemak Menumpuk? Awas, Risiko Penyakit Jantung!

Berat Badan Normal tapi Lemak Menumpuk? Awas, Risiko Penyakit Jantung!

Health | Minggu, 16 Mei 2021 | 16:24 WIB

Terkini

Nasib Sekuel Film Dungeons & Dragons Honor Among Thieves, Batal Digarap?

Nasib Sekuel Film Dungeons & Dragons Honor Among Thieves, Batal Digarap?

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:27 WIB

Harga Cabai Anjlok hingga 45%, Bawang Ikut Turun, Minyak Goreng Kemasan Justru Naik

Harga Cabai Anjlok hingga 45%, Bawang Ikut Turun, Minyak Goreng Kemasan Justru Naik

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:26 WIB

Mau Akhiri Perang, Israel dan Lebanon Akan Berunding di Roma Pekan Depan

Mau Akhiri Perang, Israel dan Lebanon Akan Berunding di Roma Pekan Depan

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:21 WIB

Bakal Ada Tersangka Baru! Polisi Terus Usut Pengeroyokan Maut Pencuri Ayam di Bali

Bakal Ada Tersangka Baru! Polisi Terus Usut Pengeroyokan Maut Pencuri Ayam di Bali

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:17 WIB

Sempat Berhenti 2 Hari, Donald Trump Ancam Serang Iran Lagi

Sempat Berhenti 2 Hari, Donald Trump Ancam Serang Iran Lagi

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:10 WIB

Two Way Cake Apa yang Bagus dan Tahan Lama? Ini 5 Pilihan dan Review Pengguna

Two Way Cake Apa yang Bagus dan Tahan Lama? Ini 5 Pilihan dan Review Pengguna

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:09 WIB

4 Cara Bikin Tampilan Chat WhatsApp Web Jadi Blur, Privasi Terjaga di Tempat Umum

4 Cara Bikin Tampilan Chat WhatsApp Web Jadi Blur, Privasi Terjaga di Tempat Umum

Tekno | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:07 WIB

Paolo Maldini dan Leonardo Mundur dari FIGC, Krisis Baru Guncang Sepak Bola Italia

Paolo Maldini dan Leonardo Mundur dari FIGC, Krisis Baru Guncang Sepak Bola Italia

Bola | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:05 WIB

'Jemput Bola' saat Reses, Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Jangan Sekadar Perspektif Jakarta

'Jemput Bola' saat Reses, Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Jangan Sekadar Perspektif Jakarta

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:05 WIB

Intip Kemajuan Pendidikan Malaysia: Siswa Difokuskan Kuliah hingga Dapat Bantuan Uang Tunai

Intip Kemajuan Pendidikan Malaysia: Siswa Difokuskan Kuliah hingga Dapat Bantuan Uang Tunai

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:04 WIB

×