alexametrics

Segera ke RS, Ini 7 Gejala Awal Serangan Stroke

Risna Halidi | Dian Kusumo Hapsari
Segera ke RS, Ini 7 Gejala Awal Serangan Stroke
Ilustrasi penyakit stroke. (Shutterstock)

Kemenkes memperkenalkan slogan untuk mengetahui gejala awal serangan stroke yang berbunyi SEGERA KE RS.

Suara.com - Stroke terjadi akibat penyempitan atau pecahnya pembuluh darah di otak. Serangan stroke bisa menyebabkan kecacatan hingga kematian jika tidak ditangani dengan cepat.

Untuk menghindari hal tersebut, Dokter Spesialis Saraf dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dr. Dinda Diafiri, memperkenalkan slogan untuk meningkatkan kepedulian dengan mengetahui gejala awal serangan stroke di masyarakat.

Slogan itu dibuat oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan berbunyi SEGERA KE RS.

"Jadi slogan ini dibuat agar masyarakat bisa dengan mudah memahami dan mengingat apa saja itu gejala-gejala stroke dan apa yang harus mereka lakukan,” ujar Dinda melalui live Instagram bersama RSUI, Selasa (18/5/2021) lalu.

Baca Juga: Masih Kerja 55 Jam Seminggu? Awas Tingkatkan Risiko Kematian Dini

SE sendiri berarti SEnyum tidak simetris, tersedak, sulit menelan air minum secara tiba-tiba yang dapat menjadi tanda pertama penderita stroke.

GE berarti GErak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba; RA adalah bicaRA pelo atau tiba-tiba tidak dapat bicara atau tidak mengerti kata-kata atau bicara tidak nyambung; KE untuk KEbas atau baal, atau kesemutan separuh tubuh.

Sementara R untuk Rabun, pandangan satu mata kabur, terjadi tiba-tiba hingga; dan S untuk Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya, gangguan fungsi keseimbangan, seperti terasa berputar, gerakan sulit dikoordinasi mulai dari tremor atau merasa sempoyongan namun tidak jatuh.

"Jika Anda merasa mengalami gejala-gejala tersebut segera pergi ke rumah sakit," katanya.

Pasalnya, menurut Dinda, stroke memiliki periode emas yaitu 4,5 jam. Jika dalam periode emas itu dapat mendapatkan penanganan dari dokter, maka risiko kelumpuhan hingga kematian akan terus menurun.

Baca Juga: WHO Sebut Ratusan Ribu Orang Meninggal Dunia Karena Jam Kerja Terlalu Lama

"Stroke itu sekarang sudah bisa diobati, kalau dulu kan kita kasih pencegahannya. Trombolisis ini pengobatan terbaru, jadi ini bisa menghancurkan sumbatan di otak dan bisa terbuka lagi pembuluh darahnya jadi bisa membatu mengurangi kematian dan kecacatan. Tapi 4,5 jam bisa diberikan setelah terkena."

"Makanya itu perlu pentingnya mengenali strok secara dini. Jadi misalnya kita ketemu gejala strok segera ke rs jangan ditunda-tunda. Misalnya gejalanya hanya kebas, bisa ditunda dulu satu hari atau heboh cari jarum buat nusuk nah itu jangan buang-buang waktu," katanya.

Komentar