Ahli: Pandemi Benar-benar Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Jiwa

Selasa, 25 Mei 2021 | 15:35 WIB
Ahli: Pandemi Benar-benar Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Jiwa
Ilustrasi stres dan depresi karena pandemi. [shutterstock]

Suara.com - Krisis pandemi Covid-19 yang sudah berjalan setahun dikatakan ahli sangat memengaruhi kesehatan jiwa masyarakat.

Kesepian, kecemasan, dan stres meningkat di masa pandemi, yang bisa menyebabkan munculnya beragam masalah kesehatan jiwa.

Hal ini dikatakan oleh psikolog Arushi Malik, yang menegaskan bahwa dampak pandemi tidak hanya terlihat pada kesehatan fisik, namun juga kesehatan jiwa.

“Pandemi telah memengaruhi kesehatan mental dalam banyak hal, terutama dengan isolasi sosial yang meluas. Bagi beberapa orang, isolasi sosial dan kesepian telah menyebabkan kesehatan mental dan fisik yang buruk,” ungkap Arushi Malik yang dilansir dari Healthshots.

Lalu, apa saja pengaruh krisis pandemi terhadap kesehatan mental? Berikut daftarnya:

Takut sakit

Di masa pandemi ini, saat angka penularan dan kematian terus meningkat, orang bisa sangat takut untuk jatuh sakit.

Ketakutan ini bisa membuat seseorang tidak nafsu makan, masalah tidur, dan juga kemampuan menghadapi kehidupan sehari-hari.

Kesepian karena pembatasan sosial

Baca Juga: Pandemi COVID-19 Berisiko Rusak Kesehatan Mental, Ini yang Bisa Dilakukan

Meski dikatakan pembatasan sosial dapat mengurangi risiko tertular virus COVID-19, ada efek samping yang cukup berat bagi kesehatan jiwa, yakni kesepian.

Pembatasan sosial telah memisahkan hubungan dengan kekasih, pertemanan, saudara, maupun keluarga.

Kesepian yang muncul bisa sangat hebat, apalagi pada orang-orang yang merantau dan jauh dari keluarga.

Kehilangan pekerjaan

Kehilangan pekerjaan yang berbuntut pada masalah finansial juga sangat memberikan dampak buruk bagi kesehatan jiwa.

Stres tidak hanya mengancam mereka yang sudah di PHK, namun juga karyawan dan pekerja lain yang terancam.

Kehilangan orang tersayang

Di masa pandemi ini, banyak orang mengalami kejadian di mana mereka kehilangan seseorang yang dicintai, baik keluarga maupun kekasih, akibat COVID-19.

Di antara penularan dan kematian yang kian meningkat, kondisi ini memengaruhi kesehatan mental mereka. Saat kehilangan orang tersayang akibat COVID-19, dapat memicu rasa kesepian dan juga depresi.

Penyebaran informasi hoaks

Pandemi COVID-19 ini telah menyajikan banyak berita terkait penularan maupun kematian, yang rentan menjadi hoaks.

Tingginya kabar hoaks membuat stres meningkat, yang tentunya berdampak bagi kesehatan jiwa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI