Usai Suntik Vaksin AstraZeneca, Wanita 35 Tahun Alami Stroke dan Meninggal Dunia

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 26 Mei 2021 | 16:10 WIB
Usai Suntik Vaksin AstraZeneca, Wanita 35 Tahun Alami Stroke dan Meninggal Dunia
Ilustrasi stroke (shutterstock)

Suara.com - Seorang wanita usia 35 tahun meninggal dunia karena stroke setelah suntik vaksin AstraZeneca. Dua orang lainnya dengan usia yang sama juga menderita komplikasi tersebut tetapi bisa terselematkan.

Seorang dokter London mengatakan tanda-tanda yang harusnya diwaspadai agar tidak kejadian seperti wanita 35 tahun itu adalah kelemahan pada wajah, lengan, kaki, sakit kepala dan gangguan bicara.

Masalah pembekuan darah langka setelah suntik vaksin AstraZeneca telah dikaitkan dengan penyakit stroke, terutama pada orang yang masih berusia muda.

Sampai sekarang, masalah pembekuan darah ini diperkirakan mempengaruhi vena tertentu yang memasok otak dan perut. Tapi, studi kasus ini menunjukkan pembekuan darah juga bisa mempengaruhi arteri utama yang menyebabkan stroke.

Para ahli menekankan bahwa kasus stroke dan pembekuan darah sangat jarang terjadi. Hal itu terjadi karena orang Inggris yang usianya lebih muda dari 40 tahun tidak lagi diberi suntikan vaksin AstraZeneca.

Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (Dok : Istimewa)
Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (Dok : Istimewa)

Karena dilansir dari The Sun, vaksin AstraZeneca dinilai lebih berisiko bagi orang usia di bawah 40 tahun. Sebaliknya, mereka akan diberi vaksin Pfizer atau vaksin Moderna untuk meminimalkan risiko efek samping yang serius.

Sementara itu, para ahli dari Rumah Sakit Nasional untuk Neurologi dan Bedah Saraf di UCL, merinci 3 kasus stroke yang terjadi di Inggris. Wanita usia 35 tahun yang meninggal dunia, mengalami sakit kepala intermiten di sisi kanan dan sekitar matanya selama 6 hari setelah vaksinasi.

Setelah 5 hari, ia sempat terbangun dengan rasa kantuk dan kelemahan pada wajah, lengan dan kakinya. Ia pun menjalani operasi otak untuk mengurangi tekanan di tengkoraknya bersamaan dengan perawatan medis lainnya.

Pasien kedua, seorang wanita kulit putih usia 37 tahun, menderita sakit kepala, kebingungan, kelemahan di lengan kiri dan kehilangan penglihatan di sisi kiri wajah selama 12 hari setelah vaksinasi. Tapi, ia selamat setelah menjalani perawatan medis.

baca juga

Pasien ketiga, seorang pria usia 43 tahun yang dirawat di rumah sakit 3 minggu setelah vaksinasi karena masalah berbicara dan memahami bahasa. Ia sempat menjalani transfuse trombosit dan plasma bersamaan dengan pengobatan lain, tetapi selamat dan tetap stabil.

Dalam semua kasus, pasien mengalami stroke iskemik yang disebabkan oleh penyumbatan arteri besar untuk memasok darah ke otak. Stroke iskemik adalah jenis stroke paling umum yang terjadi pada orang usia 55 tahun ke atas.

Ketiga kasus ini pertama kalinya dilaporkan setelah suntik vaksin Covid-19 AstraZeneca. Menurut laporan Journal of Neurology Neurosurgery & Psychiatry, ketiga pasien juga memiliki jumlah trombosit yang rendah.

Gumpalan darah dengan jumlah trombosit rendah setelah vaksinasi disebut trombosis dan trombositopenia yang diinduksi oleh vaksin (VITT). Mereka biasanya terlihat di pembuluh darah yang lebih kecil dan biasanya mengalirkan darah dari otak.

"Studi kami menunjukkan bahwa stroke iskemik jauh lebih umum, karena trombosis arteri yang menghalangi aliran darah ke bagian otak mungkin juga dari trombosis yang diinduksi oleh vaksin," jelas David Werring, profesor neurologi klinis di UCL.

Ian Douglas, seorang profesor farmakoepidemiologi di London School of Hygiene & Tropical Medicine, mengaku sudah memiliki beberapa bukti bahwa jenis pembuluh darah yang terkena, termasuk arteri dan vena.

"Tapi, kasus seperti ini sangat jarang dan pasti jauh lebih jarang terjadi pada orang yang pernah suntik vaksin AstraZeneca daripada orang yang terkena virus corona Covid-19," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin AstraZeneca Sudah Mulai Digunakan di Sleman, Prioritas Usia 50 Tahun

Vaksin AstraZeneca Sudah Mulai Digunakan di Sleman, Prioritas Usia 50 Tahun

Jogja | Rabu, 26 Mei 2021 | 13:33 WIB

Studi Ungkap Vaksin Pfizer dan AstraZeneca Efektif Lawan Covid Varian India

Studi Ungkap Vaksin Pfizer dan AstraZeneca Efektif Lawan Covid Varian India

News | Senin, 24 Mei 2021 | 09:23 WIB

Vaksin AstraZeneca 97 Persen Efektif Lawan Varian Virus Corona India

Vaksin AstraZeneca 97 Persen Efektif Lawan Varian Virus Corona India

Health | Senin, 17 Mei 2021 | 08:43 WIB

Terkini

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

×