CEK FAKTA: Benarkah Kunyit Bisa Obati Infeksi Jamur Hitam?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 27 Mei 2021 | 14:16 WIB
CEK FAKTA: Benarkah Kunyit Bisa Obati Infeksi Jamur Hitam?
Kunyit (Pixabay/cgdsro)

Suara.com - Sejauh ini, lebih dari 10 ribu kasus infeksi jamur hitam sudah dilaporkan. Jamur hitam atau mucormycosis adalah infeksi jamur berbahaya dengan angka kematian 50 persen.

Saat para dokter dan pasien berjuang melawan infeksi jamur langka ini, beberapa klaim beredar bahwa pengobatan rumahan bisa membantu mengatasi infeksi jamur hitam.

Salah satu pesan yang beredar di internet mengklaim bahwa tawas, kunyit, garam batu dan minyak mustard bisa menyembuhkan infeksi jamur hitam. Tapi dilansir dari Times of India, penyelidikan menemukan bahwa informasi itu palsu.

Video viral itu memperlihatkan Dr Parameshwara Arora yang menjelaskan bahwa infeksi jamur hitam bisa diobati dengan mengonsumsi 2 tetes minyak mustard dicampur dengan kalium tawas, kunyit dan bubuk garam batu.

Namun, kalim tersebut tidak memiliki dukungan ilmiah apapun dan semua orang tidak boleh mengikutinya sebagai pengobatan alami di rumah.

Kunyit (Shutterstock)
Kunyit (Shutterstock)

Penyebab infeksi jamur hitam

Seperti yang kita tahu, infeksi jamur hitam disebabkan oleh jamur mukor yang ada di tanaman, pupuk kandungan tanah, buah dan sayuran yang sudah busuk.

Menurut dokter, infeksi jamur hitam ini bisa terjadi pada orang yang sedang dalam masa pemulihan atau telah pulih dari virus corona Covid-19. Kondisi ini bisa terjadi karena infeksi penyakit membuat kekebalan tubuh terganggu dan tubuh menjadi rentan terhadap infeksi.

Infeksi jamur hitam juga bisa terjadi pada orang yang menjalani pengobatan steroid dalam jangka waktu lama, menjalani perawatan medis di rumah sakit cukup lama, menjalani terapi oksigen dan ventilator.

Sejauh ini, Amphotericin-B, yang merupakan obat antijamur, digunakan untuk mengobati penyakit tersebut. Para ahli menyebut enyakit ini sebagai pandemi dalam pandemi.

Selain itu, dua kasus infeksi jamur langka lainnya, yakni jamur putih dan jamur kuning juga sudah pernah dilaporkan. Menurut para ahli, penggunaan steroid berlebihan dan kekebalan yang terganggu bisa menyebabkan infeksi langka setelah pemulihan..

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada, Ini yang Harus Diketahui Tentang Jamur Kuning

Waspada, Ini yang Harus Diketahui Tentang Jamur Kuning

Tekno | Kamis, 27 Mei 2021 | 08:03 WIB

Bisakah Orang Tanpa Covid-19 Terinfeksi Jamur Hitam? Begini Pendapat Pakar

Bisakah Orang Tanpa Covid-19 Terinfeksi Jamur Hitam? Begini Pendapat Pakar

Health | Rabu, 26 Mei 2021 | 18:53 WIB

Selain Pasien Covid-19, Kelompok Ini Juga Rentan Terinfeksi Jamur Hitam

Selain Pasien Covid-19, Kelompok Ini Juga Rentan Terinfeksi Jamur Hitam

Health | Rabu, 26 Mei 2021 | 15:20 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB