Kabar Baik, Percobaan Awal Vaksin Diabetes Menjanjikan Keberhasilan

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 28 Mei 2021 | 09:40 WIB
Kabar Baik, Percobaan Awal Vaksin Diabetes Menjanjikan Keberhasilan
Ilustrasi diabetes. [Dok.pixabay/stevepb]

Suara.com - Kabar baik untuk penyandang diabetes tipe 1, karena sebuah penelitian awal menunjukkan bahwa vaksin untuk diabetes tipe 1 dapat membantu tubuh tetap memproduksi insulin secara alami, setidaknya pada sebagian pasien yang baru didiagnosis.

Pada pasien diabetes tipe 1, sistem kekebalan tubuh menyerang sel beta di pankreas yang memproduksi insulin, hormon yang diperlukan sel untuk menyerap glukosa dari aliran darah. Pasien-pasien ini membutuhkan suntikan insulin seumur hidup untuk tetap hidup.

Dan karena begitu banyak faktor tersembunyi di dalam tubuh yang dapat memengaruhi seberapa banyak insulin yang dibutuhkan seseorang, orang yang bergantung pada insulin sering kali memiliki gula darah tinggi dan rendah. Gula darah tinggi, atau hiperglikemia, merusak organ dalam jangka panjang, sedangkan gula darah rendah, atau hipoglikemia, dapat menyebabkan kejang atau kematian dalam jangka pendek.

Dalam studi saat ini, para peneliti ingin menguji apakah vaksin mungkin dapat menghentikan atau memperlambat penghancuran sel beta penghasil insulin ini.

"Penelitian telah menunjukkan bahwa bahkan produksi insulin yang sangat kecil dalam tubuh sangat bermanfaat bagi kesehatan pasien," kata penulis utama Dr. Johnny Ludvigsson, seorang profesor senior di Departemen Ilmu Biomedis dan Klinik di Universitas Linköping di Swedia, dalam sebuah pernyataan.

"Orang dengan diabetes yang memproduksi insulin dalam jumlah tertentu secara alami tidak mengembangkan kadar gula darah rendah, sehingga mudah terkena hipoglikemia," katanya, seperti dilansir dari Live Science, Jumat (28/5/2021).

Ludvigsson dan rekannya kemudian mengembangkan vaksin untuk penyandang diabetes tipe 1 ini menggunakan asam glutamat dekarboksilase (GAD).

GAD ini bekerja selaiknya protein yang ditempelkan ke sel beta penyandang diabetes tipe 1 untuk membentuk antibodi.

Para peneliti ingin melihat apakah vaksin yang membuat tubuh terpapar lebih banyak GAD ini akan membantu sistem kekebalan tubuh menjadi lebih baik dalam mentolerir bentuk protein GAD65 alami tubuh, sehingga kemudian berhenti menyerang sel-sel penghasil insulin.

Dalam uji klinis fase 2 penelitian ini, peneliti menggandeng 109 pasien berusia antara 12 hingga 24 tahun yang baru saja didiagnosis diabetes tipe 1 selama enam bulan terakhir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sering Tidak Disadari, Ini Gejala Diabetes Tipe 1 yang Sering Dialami Anak

Sering Tidak Disadari, Ini Gejala Diabetes Tipe 1 yang Sering Dialami Anak

Health | Kamis, 27 Mei 2021 | 21:30 WIB

Efek Diabetes pada Pria dan Wanita Berbeda, Ini Dampaknya!

Efek Diabetes pada Pria dan Wanita Berbeda, Ini Dampaknya!

Health | Selasa, 30 Maret 2021 | 15:30 WIB

Studi: Anak dengan Diabetes Tipe 1 Berisiko Alami Covid-19 Parah

Studi: Anak dengan Diabetes Tipe 1 Berisiko Alami Covid-19 Parah

Health | Selasa, 23 Maret 2021 | 14:44 WIB

Terkini

Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Waspada Halusinasi Medis yang Berbahaya

Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Waspada Halusinasi Medis yang Berbahaya

Health | Senin, 27 April 2026 | 20:44 WIB

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB