Jangan Kepedean, Kemenkes: Hasil Tes Antigen atau PCR Negatif Bukan Jaminan Aman

Bimo Aria Fundrika, Dian Kusumo Hapsari

Sabtu, 29 Mei 2021 | 16:50 WIB
Jangan Kepedean, Kemenkes: Hasil Tes Antigen atau PCR Negatif Bukan Jaminan Aman
Staf Politeknik Caltex Riau (PCR) mengikuti tes swab antigen di GOR Pekanbaru, Senin (24/5/2021). [Dok PCR]

Suara.com - Setahun sudah negara-negara di dunia termasuk Indonesia dilanda pandemi Covid-19. Masyarakat saat ini sudah mulai terbiasa perubahan-perubahan aktivitas yang signifikan.

Salah satunya masyarakat sudah mulai terbiasa dengan aktivitas Swab PCR atau Swab Antigen sebelum melakukan berkegiatan. Hasil tes tersebut pun menjadi sangat penting ditengah pandemi saat ini. 

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kesahatan masyarakat, apakah orang tersebut terbebas dari virus tersebut atau tidak sebelum melakukan aktivitasnya. 

Namun ternyata, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa swab antigen atau swab PCR jika hasilnya negatif tidak menjamim bahwa seseorang tidak terinfeksi virus tersebut. 

Petugas melakukan tes swab antigen terhadap pemudik di Posko Penyekatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Rabu (19/5/2021) malam. [Suara.com/Jehan Nurhakim]
Petugas melakukan tes swab antigen terhadap pemudik di Posko Penyekatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Rabu (19/5/2021) malam. [Suara.com/Jehan Nurhakim]

Pasalnya, seseorang yang dinyatakan negatif masih bisa terpapar virus tersebut apalagi jika mereka juga sangat abai untuk menerapkan protokol kesehatan yakni 3 M. 

Hal tersebut diungkapkan Kemenkese melalui akun instagram @kemenkes_ri. Menurutnya, 

kepekaan tes-tes tersebut hanya sekira 80-95 persen. Artinya orang di dalam pesawat udara, kereta api, bis, kapal, dan lainnya mungkin 5-20 persen positif Covid-19. Sayangnya tidak terdeteksi oleh tes tersebut sehingga seolah-olah negatif. 

Bila berada di ruangan tertutup seperti kereta api, bus, kapal, dan pesawat terbang ada sekira 5-20 persen yang positif Covid-19 tapi tidak terdeteksi oleh tes tersebut. 

Bila masker melorot, longgar, atau terlalu tipis, maka virus dari 5-20 persen orang tersebut yang sering berbicara selama perjalanan lebih dari satu jam, dapat menyebar ke orang-orang sekitarnya karena ruangan tertutup.

baca juga

Oleh sebab itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitasnya dan menghindari kerumunan untuk menanggulangi penyebaran virus Covid-19 agar segera berakhir. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minta Maaf, Menkes Budi Sebut DKI Provinsi Terbaik Tangani Covid-19

Minta Maaf, Menkes Budi Sebut DKI Provinsi Terbaik Tangani Covid-19

Health | Sabtu, 29 Mei 2021 | 15:41 WIB

Ngeyel, Satgas Covid-19 Bubarkan Pesta Pernikahan di Sumut

Ngeyel, Satgas Covid-19 Bubarkan Pesta Pernikahan di Sumut

Sumut | Sabtu, 29 Mei 2021 | 15:08 WIB

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar Disupport 2.000 Alat Tes Covid-19 Dari Swasta

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar Disupport 2.000 Alat Tes Covid-19 Dari Swasta

Banten | Sabtu, 29 Mei 2021 | 14:25 WIB

Terkini

El Nino Bikin Produksi Listrik PLTA Tertekan, Kementerian Bahlil Andalkan Hembusan Angin 24 Jam

El Nino Bikin Produksi Listrik PLTA Tertekan, Kementerian Bahlil Andalkan Hembusan Angin 24 Jam

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:13 WIB

Di Balik Angka Delapan LRT Manggarai: Diplomasi Santai Pramono dan Sinyal Politik Prabowo

Di Balik Angka Delapan LRT Manggarai: Diplomasi Santai Pramono dan Sinyal Politik Prabowo

News | Kamis, 17 September 2026 | 16:13 WIB

Kemenkeu Akan Evaluasi Ketat Insentif Pajak ke Pengusaha

Kemenkeu Akan Evaluasi Ketat Insentif Pajak ke Pengusaha

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:12 WIB

74 WNI Terjebak di Tengah Perang Yaman saat Pertempuran Houthi Memanas

74 WNI Terjebak di Tengah Perang Yaman saat Pertempuran Houthi Memanas

News | Kamis, 17 September 2026 | 16:12 WIB

PAN Keberatan PT Naik 5 Persen: Bukan Khawatir Tak Lolos ke Senayan

PAN Keberatan PT Naik 5 Persen: Bukan Khawatir Tak Lolos ke Senayan

News | Kamis, 17 September 2026 | 16:11 WIB

How a Bear Became a Book, Mengintip Rahasia di Balik Winnie-the-Pooh

How a Bear Became a Book, Mengintip Rahasia di Balik Winnie-the-Pooh

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 16:10 WIB

Sopir Travel Dituduh Intel lalu Ditembak, DPR Mengecam: TPNPB-OPM Jangan Main Hakim Sendiri!

Sopir Travel Dituduh Intel lalu Ditembak, DPR Mengecam: TPNPB-OPM Jangan Main Hakim Sendiri!

News | Kamis, 17 September 2026 | 16:04 WIB

BPKN Soroti Celah Perlindungan Konsumen di Program MBG

BPKN Soroti Celah Perlindungan Konsumen di Program MBG

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:04 WIB

Draf Regulasi Mandek 8 Bulan, Menteri HAM Pigai: Mensesneg Ini yang Saya Kritik!

Draf Regulasi Mandek 8 Bulan, Menteri HAM Pigai: Mensesneg Ini yang Saya Kritik!

News | Kamis, 17 September 2026 | 16:02 WIB

Mitos Kelas Menengah: Ketika Kelas Ekonomi Gagal Ungkap Kerentanan Pekerja

Mitos Kelas Menengah: Ketika Kelas Ekonomi Gagal Ungkap Kerentanan Pekerja

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 16:00 WIB

×