Dokter Ungkap Penyebab Banyaknya Pasien Talasemia di Indonesia

Risna Halidi, Lilis Varwati

Selasa, 01 Juni 2021 | 18:05 WIB
Dokter Ungkap Penyebab Banyaknya Pasien Talasemia di Indonesia
Ilustrasi penyakit talasemia. (Shutterstock)

Suara.com - Indonesia termasuk negara dengan jumlah pengidap talasemia terbanyak di dunia.

Data Perhimpunan Dokter Onkologi mencatat, hingga saat ini ada sekitar 10.555 orang Indonesia yang didiagnosis menderita talasemia.  

Konsultan Hematologi Onkologi Anak dr. Bambang Sudarmanto memperkirakan jumlah pengidap talasemia lebih banyak dari data yang tersedia.

Itu terjadi, kata Bambang, karena tidak semua rumah sakit di setiap daerah mampu melakukan diagnosa talasemia dengan baik dan benar.

"Di Indonesia, setiap tahun akan lahir kurang lebih 2.500 bayi dengan talasemia mayor. Hal itu jadi perhatian karena hidupnya akan sangat tergantung dari transfusi darah dan itu pun harus diberikan secara reguler," kata Bambang dalam webinar daring, Senin (31/5/2021) kemarin.

Dari angka tersebut, tak heran angka kejadian talasemia di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat.

Dokter Bambang mengatakan, diperkirakan ada sekitar tiga sampai 10 persen orang dari populasi Indonesia yang memiliki sifat pembawa talasemia. 

Risikonya, orang-orang tersebut bisa memiliki anak dengan diagnosis talasemia jika menikah dengan orang yang juga sama-sama memiliki pembawa sifat talasemia.

"Epidemiologi di dunia pembawa sifat talasemia tercatat hampir 80 juta orang. Setiap tahun di dunia akan lahir dengan beta thalasemia mayor sebanyak 23.000 bayi," tambah Bambang.

baca juga

Selain karena jumlah orang pembawa sifat yang banyak, penyebab lain Indonesia memiliki banyak pasien talasemia adalah karena letak geografisn yang berada pada area thalasemia belt.

Dokter Bambang mengatakan, thalasemia belt mendominasi sekitar wilayah Asia yang membuat Indonesia masuk menjadi salah satunya.

"Kenapa Indonesia banyak (pasien talasemia)? Karena dilewati yang disebut dengan thalassemia belt, dari Mediterania berlanjut ke Asia hingga Papua," ucapnya.

Jumlah rata-rata kasus talasemia di area thalasemia belt sendiri berkisar antara 2,5 hingga 15 persen. Sementara di Indonesia, angkanya mencapai tiga sampai delapan persen, kata dokter Bambang. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak dengan Talasemia Berisiko Alami Gagal Tumbuh, Ini yang Bisa Dilakukan Orangtua

Anak dengan Talasemia Berisiko Alami Gagal Tumbuh, Ini yang Bisa Dilakukan Orangtua

Health | Selasa, 01 Juni 2021 | 16:35 WIB

Kenapa Pasien Talasemia Butuh Transfusi Darah Setiap Bulan?

Kenapa Pasien Talasemia Butuh Transfusi Darah Setiap Bulan?

Health | Senin, 31 Mei 2021 | 17:05 WIB

Catat! Ini Beberapa Istilah Penyakit Talasemia yang Wajib Diketahui

Catat! Ini Beberapa Istilah Penyakit Talasemia yang Wajib Diketahui

Health | Rabu, 12 Mei 2021 | 13:25 WIB

Terkini

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:34 WIB

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:12 WIB

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Jogja | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:33 WIB

×