Nyaris Seperti Kota Mati, Begini Penampakan Kota di Malaysia Saat Lockdown

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 08 Juni 2021 | 09:49 WIB
Nyaris Seperti Kota Mati, Begini Penampakan Kota di Malaysia Saat Lockdown
Malaysia lockdown total. (Dok: Facebook/Jackson Leong)

Suara.com - Malaysia secara resmi telah menetapkan Lockdown total atau dikenal dengan Movement Control Order (MCO). Pembatasan penuh ini telah diharapkan mampu menurunkan jumlah kasus Covid-19 di negara tersebut.

Sekarang pembatasan penuh ini telah memasuki hari ke delapan. Pada 7 Juni, Malaysia mengalami penurunan jumlah dengan 5.271 kasus secara nasional. Mungkinkah ini bisa jadi secercah harapan?

Meski ada sebagian masyarakat yang masih menolak untuk mematuhi standar operasional prosedur (SOP) dan masih berkumpul secara berkelompok untuk pihak swasta, namun ada juga yang tetap di rumah dan melakukan bagiannya untuk menekan penyebaran Covid-19.

Malaysia lockdown total. (Dok: Facebook/Jackson Leong)
Malaysia lockdown total. (Dok: Facebook/Jackson Leong)

Hal ini terlihat dari beberapa video dan foto jalanan di Puchong yang terlihat hampir kosong dengan kendaraan yang minim pada hari keenam FMCO (6 Juni).

Seorang pengguna Facebook, Jackson Leong, berbagi di Puchong News Group beberapa gambar drone yang menakjubkan di daerah tersebut, yang biasanya akan dipenuhi kendaraan dalam keadaan normal.

Postingannya telah mengumpulkan lebih dari 1.000 shre pada saat penulisan dan lebih dari 1.900 like.

Meskipun netizen mengklaim bahwa jalan-jalan itu kosong karena ini hari Minggu, itu masih pertanda baik bahwa orang-orang akhirnya tinggal di rumah daripada berkeliaran di luar selama akhir pekan.

Seperti diketahui, oada rabu, (26/5/2021), Malaysia melaporkan 7.478 kasus virus corona baru.

Dilansir dari Strait Times, kondisi itu membuat direktur jenderal kesehatan Noor Hisham Abdullah memperingatkan bahwa dua minggu ke depan sangat penting karena yang terburuk mungkin masih datang.

Dia mengatakan masyarakat Malaysia harus bersiap menghadapi yang terburuk menyusul lonjakan kasus baru yang terus menerus.

"Meningkatnya kasus dimulai pada 1 April dan bisa memicu lonjakan vertikal. Kami perlu bersiap untuk yang terburuk. Tolong bantu kami dengan tetap di rumah. Hanya bersama-sama kami bisa memutus rantai infeksi," katanya dalam sebuah posting Twitter

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Covid-19 di Riau Tambah 318 Orang, 21 Pasien Meninggal

Kasus Covid-19 di Riau Tambah 318 Orang, 21 Pasien Meninggal

Riau | Selasa, 08 Juni 2021 | 09:43 WIB

Terpopuler: Baju Khusus Vaksinasi Covid-19, Lezatnya Nasi Umara

Terpopuler: Baju Khusus Vaksinasi Covid-19, Lezatnya Nasi Umara

Lifestyle | Selasa, 08 Juni 2021 | 09:38 WIB

Muncul Klaster Paduan Suara, Dinkes Sebut 18 orang Terkonfirmasi Covid-19

Muncul Klaster Paduan Suara, Dinkes Sebut 18 orang Terkonfirmasi Covid-19

Jogja | Selasa, 08 Juni 2021 | 09:34 WIB

Terkini

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:03 WIB

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:56 WIB

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB