Menteri PPPA Sayangkan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Makin Banyak

Risna Halidi, Lilis Varwati

Selasa, 08 Juni 2021 | 14:32 WIB
Menteri PPPA Sayangkan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Makin Banyak
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (Shutterstock)

Suara.com - Selain kesetaraan gender, isu mengenai kekerasan terhadap perempuan masih jadi pekerjaan rumah bagi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Bukannya membaik, Menteri PPPA Bintang Puspayoga menyayangkan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan justru meningkat hingga 8 kali lipat selama 12 tahun terakhir.

"Kita melihat catatan tahunan Komnas Perempuan tahun 2020, ini sangat menyayangkan sekali. Kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia meningkat hingga 8 kali lipat selama 12 tahun terakhir," ucap Bintang dalam Rapat Koordinasi secara daring, Selasa (8/6/2021).

Dari survei pengalaman hidup perempuan secara nasional pada 2016 juga ditemukan, satu dari tiga perempuan berusia 15 sampai 64 tahun pernah mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual oleh pasangan maupun bukan pasangan selama hidupnya.

Sementara itu berdasarkan survei nasional pengalaman hidup anak dan remaja tahun 2018 ditemukan bahwa dua dari tiga anak laki-laki dan perempuan berusia 13 sampai 17 tahun pernah mengalami salah satu kekerasan dalam hidupnya, baik itu kekerasan fisik, seksual, maupun emosional.

Bintang mengingatkan bahwa perempuan dan anak memang sangat rentan mengalami kekerasan berbasis gender dalam ranah online maupun offline.

"Berdasarkan survei dari Plan International Indonesia tahun 2020, dari 500 responden perempuan Indonesia berusia 16 sampai 25 tahun, 32 persen mengaku pernah mengalami kekerasan berbasis gender online di media sosial. Dan 56 persen pernah atau melihat anak perempuan dan perempuan muda lainnya mengalami kekerasan berbasis gender online," papar Bintang.

Pekerjaan rumah lainnya yakni terkait perkawinan anak yang masih jaih dari target. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020 tercatat masih ada 10,35 persen perempuan yang kini telah berusia 20 sampai 24 tahun ternyata sudah menikah sebelum usia 18 tahun atau masih usia anak. 

Target Rencana Pembangunan Jaminan Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 perkawinan anak diharapkan turun hingga  8,74 persen pada akhir 2024.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri PPPA: Kesetaraan Gender di Indonesia Masih Belum Sepenuhnya Tercapai

Menteri PPPA: Kesetaraan Gender di Indonesia Masih Belum Sepenuhnya Tercapai

Lifestyle | Selasa, 08 Juni 2021 | 11:33 WIB

Menteri Bintang Bocorkan PR Besar Pemberdayaan Perempuan Indonesia

Menteri Bintang Bocorkan PR Besar Pemberdayaan Perempuan Indonesia

Lifestyle | Kamis, 27 Mei 2021 | 15:30 WIB

Sekolah Perempuan Kupang Berhasil Cegah Perkawinan Anak

Sekolah Perempuan Kupang Berhasil Cegah Perkawinan Anak

Lifestyle | Rabu, 05 Mei 2021 | 12:01 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB