Orangtua Harus Tahu Macam-macam Penyebab Masalah Berat Badan Pada Anak

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 08 Juni 2021 | 16:42 WIB
Orangtua Harus Tahu Macam-macam Penyebab Masalah Berat Badan Pada Anak
berat badan anak

Suara.com - Dokter anak ingatkan dua masalah kesehatan terkait berat badan yang bisa dialami bayi. Dua masalah itu bisa terjadi jika pola makan anak tidak benar. 

"Masalahnya antara kurang (berat badan) atau kelebihan berat badan," kata dokter spesialis anak dr. Andreas, Sp.A., saat siaran langsung Instagram bersama Mother and Baby, Selasa (8/6/2021). 

Kekurangan berat badan pada bayi bisa terjadi jika pertambahan beratnya tidak sesuai dengan usia.

Dokter Andreas menjelaskan, kondisi tersebut bisa dipicu karena asupan tidak cukup, baik karena jumlah makanannya tidak cukup atau makan banyak tetapi nutrisinya tidak mencukupi bagi tubuh anak.

"Kalau anak aktif otomatis asupan nutrisinya juga harus lebih banyak," ucap dokter Andreas.

Berat badan kurang juga bisa disebabkan konstipasi atau sembelit. Anak yang mengalami konstipasi akan merasa perutnya penuh sehingga makannya sedikit atau bahkan tidak mau makan. Penyebab lainnya juga bisa karena alergi. 

"Masalah alergi yang paling sering dilupakan orangtua. Alergi yang berlarut-larut dan tidak diatasi dengan baik ternyata mengganggu sistem penyerapan makanan di dalam saluran pencernaan."

"Ini memang seperti lingkaran setan, jadi karena alergi kekurangan jumlah probiotik di dalam saluran pencernaan menyebabkan saluran cerna tidak sehat penyerapan tidak baik. Otomatis berat badan juga enggak naik," paparnya. 

Masalah kedua, yakni kelebihan berat badan. Anak bisa alami obesitas jika konsumsi makannya berlebihan.

Menurut dokter Andreas, anak yang kelebihan berat badan erat kaitannya dengan orangtua yang sering memberikan cemilan yang terlalu tinggi gula.

Dokter Andreas menekankan bahwa Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) memang tidak melarang untuk memberikan anak cemilan manis. Asalkan dengan jumlah yang terbatas. Ia menyampaikan batasan konsumsi gula untuk anak adalah 2 gram per hari. Sedangkan untuk garam cukup 1 gram perhari.

"Gara-gara makanan manis, nanti dia jadi pilih-pilih makanan, sukanya makanan manis, pengennya harus ada cake, itu kita nyebutnya picky eater," jelasnya.

Ia menyarankan, jangan memberikan makanan yang tidak enak kepada anak. Artinya makanan harus berasa. Makanan enak bukan berarti harus yang manis. Prinsipnya, kata dokter Andreas, makanan untuk meningkatkan beray badan anak dengan sehat harus bergizi, bernutrisi, dan cita rasanya bisa dinikmati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Situs PPDB Sumut Dikeluhkan Ortu Siswa, dari Sistem Eror hingga Data Keliru

Situs PPDB Sumut Dikeluhkan Ortu Siswa, dari Sistem Eror hingga Data Keliru

Sumut | Selasa, 08 Juni 2021 | 15:25 WIB

Makan Cepat atau Lambat, Mana yang Bikin Berat Badan Meningkat?

Makan Cepat atau Lambat, Mana yang Bikin Berat Badan Meningkat?

Health | Selasa, 08 Juni 2021 | 14:54 WIB

Pakar Ingatkan Pentingnya Peran Orangtua dalam Memberi Arahan di Hidup Anak

Pakar Ingatkan Pentingnya Peran Orangtua dalam Memberi Arahan di Hidup Anak

Health | Senin, 07 Juni 2021 | 21:35 WIB

Terkini

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB