Fat Shaming Tidak Mendorong Perilaku Sehat, Justru Makin Meningkatkan Berat Badan

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 07 Juni 2021 | 18:15 WIB
Fat Shaming Tidak Mendorong Perilaku Sehat, Justru Makin Meningkatkan Berat Badan
Ilustrasi tubuh gemuk dan tubuh kurus (Shutterstock)

Suara.com - Secara tidak sadar, mempermalukan orang gemuk menjadi cara umum yang dianggap efektif dalam mempromosikan perilaku sehat atau program penurunan berat badan. Bahkan, pusat kebugaran menggunakan fat shaming sebagai strategi pemasaran.

Bias anti-lemak sangat umum di seluruh dunia, dengan orang-orang gemuk mendapat stereotip negatif dan diskriminasi langsung karena ukuran tubuh mereka.

Penelitian baru yang dilakukan di enam negara berbeda ini memperjelas bahwa mengalami stigma terkait berat badan justru tidak mendorong orang untuk terlibat dalam perilaku yang lebih sehat, menurut Psychology Today.

Sebaliknya, dipermalukan atau diperlakukan secara tidak adil karena berat badan dikaitkan dengan lebih banyak mengonsumsi makanan yang tidak sehat, lebih sedikit olahraga, dan lebih banyak stres.

Responden survei (sebanyak 14 ribu orang dewasa dari enam negara) yang pernah mengalami stigma tentang berat badannya cenderung menggunakan makan sebagai metode untuk mengatasi emosi negatif mereka.

Ilustrasi lelaki gemuk. [Shutterstock]
Ilustrasi lelaki gemuk. [Shutterstock]

Selain itu, mereka juga cenderung menghindari pusat kebugaran karena merasa dipandang jelek atau dihakimi, serta mengalami tingkat stres umum yang lebih tinggi.

Stigma juga dikaitkan dengan perasaan kurang mampu dalam mengontrol pola makan dan olahraga.

Jadi, hasil dari studi ini jelas bahwa gagasan menggunakan kegemukan sebagai 'alat' motivasi penurunan berat badan kurang tepat.

Bertentangan dengan tujuannya, cara itu justru meningkatkan kemungkinan seseorang berperilaku yang mengarah pada penambahan berat badan.

Temuan dari studi baru ini selaras dengan penelitian lain yang mendokumentasikan bagaimana mengalami bias anti-lemak dapat meningkatkan disregulasi fisiologis dalam sistem kardiovaskular, kekebalan, dan metabolisme.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingin Diet? Hindari Konsumsi Buah yang Bikin Tubuh Cepat Gemuk Ini!

Ingin Diet? Hindari Konsumsi Buah yang Bikin Tubuh Cepat Gemuk Ini!

Your Say | Selasa, 01 Juni 2021 | 21:25 WIB

Studi Belanda: Aturan Lockdown Bikin Anak Tambah Gemuk

Studi Belanda: Aturan Lockdown Bikin Anak Tambah Gemuk

Health | Minggu, 16 Mei 2021 | 09:10 WIB

Tips Menjaga Berat Badan Agar Tidak Gemuk Pasca Lebaran

Tips Menjaga Berat Badan Agar Tidak Gemuk Pasca Lebaran

Video | Jum'at, 14 Mei 2021 | 19:10 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB