Gejala Varian Virus Corona India, Waspadai Gangren dan Gangguan Pendengaran!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 09 Juni 2021 | 16:30 WIB
Gejala Varian Virus Corona India, Waspadai Gangren dan Gangguan Pendengaran!
Ilustrasi virus corona Covid-19, varian virus corona (Pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Seorang dokter yang merawat pasien virus corona Covid-19 di India telah mengidentifikasi gejala baru dari infeksi varian baru virus corona India, termasuk gangren dan gangguan pendengaran.

Varian virus corona mutan yang memicu gelombang kedua pandemi virus corona ini diyakini sebagai varian paling menular yang muncul sejauh ini.

Petugas medis percaya gangguan lambung parah, gangguan pendengaran, dan pembekuan darah yang menyebabkan gangren telah dikaitkan dengan varian delta yang mematikan. Gangren merupakan kondisi serius yang terjadi ketika jaringan tubuh mati akibat kehilangan suplai darah.

Abdul Ghafur, seorang dokter penyakit menular di Rumah Sakit Apollo Chennai, mengatakan varian virus corona itu menjadi lebih tidak bisa diprediksi ketika varian baru muncul.

"Tahun lalu, kami pikir kami telah belajar tentang musuh baru kami tetapi semua itu berubah. Virus corona ini telah berkembang sangat tidak terduga," kata Dr Ghafur dikutip dari The Sun.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Dr Ghafur mengaku telah menemukan banyak pasien varian virus corona India yang mengalami diare bila dibandingkan dengan gelombang pertama pandemi virus corona.

Seorang ahli jantung yang berbasis di Mumbai, Dr Manudhane, mengingatkan tentang beberapa pasien yang mengalami pembekuan darah parah sehingga menyebabkan gangren.

"Saya melihat 3 hingga 4 kasus pembekuan darah terdeteksi sepanjang tahun lalu dan sekarang kami selalu mendeteksi 1 kasus dalam seminggu," katanya.

Sementara itu, India sedang berjuang melawan wabah infeksi jamur hitam yang terkait dengan varian virus corona mutan. Dokter telah memberi peringatan setelah puluhan ribu kasus penyakit pemakan daging mucormycosis melanda rumah sakit yang sudah kewalahan oleh pasien Covid-19.

India menyatakan infeksi jamur hitam sebagai epidemi pada Mei 2021, ketika setidaknya 11 ribu pasien telah mengembangkan mucormycosis setelah pulih dari virus corona Covid-19.

Kini, angka kasus infeksi jamur diperkirakan sudah lebih dari 28 ribu orang dengan ratusan kematian. Hal ini terjadi ketika lebih banyak kasus positif virus corona, terutama setelah varian baru virus corona India telah ditemukan.

Warga di Calderdale di west Yorkshire telah ditawari tes PCR untuk deteksi virus corona Covid-19, baik yang menunjukkan gejala maupun tidak bergejala. Kasus-kasus yang telah diidentifikasi berkaitan dengan varian virus corona India telah diberitahu untuk mengisolasi diri dan kontak mereka telah diidentifikasi.

Data baru mengungkapkan bahwa varian virus corona India tersebut telah menyebar ke seluruh pelosok tanah air. Dalam kurun waktu 2 minggu, kasus infeksi varian virus corona India pun mengalami lonjakan dari 39 persen menjadi 75 persen.

Data dari Welcome Sanger Institute menunjukkan kecepatan penularan dan penyebaran varian virus corona India di Inggris, yang baru terdeteksi pertama kali pada 10 April 2021.

Para ahli mengatakan sekarang terbukti Inggris berada di awal gelombang ketiga. Tetapi peningkatan kasus belum tercermin dengan meningkatnya kasus varian virus corona India di rumah sakit..

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Miokarditis, Efek Samping Langka Usai Vaksin Covid-19 pada Dewasa Muda!

Miokarditis, Efek Samping Langka Usai Vaksin Covid-19 pada Dewasa Muda!

Health | Selasa, 01 Juni 2021 | 14:30 WIB

Dokter Sebut Minum Jamu Bisa Ringankan Efek Samping Usai Divaksinasi Covid-19

Dokter Sebut Minum Jamu Bisa Ringankan Efek Samping Usai Divaksinasi Covid-19

Health | Senin, 31 Mei 2021 | 12:47 WIB

Benarkah Vaksin AstraZeneca dan Pfizer Sebabkan Efek Samping Nyeri Kaki? Ini Kata PHE

Benarkah Vaksin AstraZeneca dan Pfizer Sebabkan Efek Samping Nyeri Kaki? Ini Kata PHE

Health | Rabu, 26 Mei 2021 | 17:36 WIB

Terkini

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB