Bagaimana Cara Virus Corona Menginfeksi Paru-paru ? Ini Penjelasan Peneliti

Vania Rossa | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Rabu, 09 Juni 2021 | 16:30 WIB
Bagaimana Cara Virus Corona Menginfeksi Paru-paru ? Ini Penjelasan Peneliti
Ilustrasi paru-paru. (Shutterstock)

Suara.com - Ketika partikel virus corona terhirup manusia melalui aerosol di udara, lebih dari 65 persen mencapai wilayah terdalam di paru-paru akan segera mengalami kerusakan, di mana hal itu dapat menyebabkan kadar oksigen darah menjadi rendah. Demikian menurut hasil studi yang dipimpin oleh para peneliti University of Technology Sydney.

Penelitian sebelumnya yang diterbitkan dalam jurnal Physics of Fluids telah mengungkapkan bagaimana aerosol yang mengandung virus masuk melalui saluran udara bagian atas, termasuk hidung, mulut, dan tenggorokan.

“Paru-paru kita menyerupai cabang pohon yang membelah hingga 23 kali menjadi cabang yang semakin kecil. Karena kompleksitas geometri ini, sulit untuk mengembangkan simulasi komputer, namun kami dapat memodelkan apa yang terjadi pada 17 cabang pertama," kata penulis utama penelitian, Saidul Islam, seperti dilansir dari News18

“Tergantung pada tingkat pernapasan kita, antara 32 persen dan 35 persen partikel virus disimpan di 17 cabang pertama ini. Ini berarti sekitar 65 persen partikel virus lolos ke bagian terdalam paru-paru kita, termasuk alveoli atau kantung udara," tambahnya.

Studi ini juga mengungkapkan bahwa lebih banyak partikel virus yang disimpan di paru-paru kanan, terutama lobus kanan atas dan lobus kanan bawah, daripada di paru-paru kiri. Hal ini disebabkan oleh struktur anatomi paru-paru yang sangat asimetris dan cara udara mengalir melalui lobus yang berbeda.

Penelitian ini didukung oleh penelitian terbaru pada CT scan dada pasien Covid-19 yang menunjukkan infeksi dan penyakit yang lebih besar di wilayah yang diprediksi oleh model.

Tim memodelkan tiga laju aliran yang berbeda — 7,5, 15, dan 30 liter per menit. Model menunjukkan deposisi virus yang lebih besar pada laju aliran yang lebih rendah.

Temuan ini juga berimplikasi pada pengembangan perangkat penghantaran obat yang ditargetkan, yang dapat mengantarkan obat ke area sistem pernapasan yang paling terpengaruh oleh virus.

WHO baru-baru ini memperbarui sarannya tentang pentingnya penularan melalui aerosol, memperingatkan bahwa karena aerosol dapat tetap melayang di udara, pengaturan dalam ruangan yang ramai dan area dengan ventilasi yang buruk menimbulkan risiko yang signifikan untuk penularan Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CDC Maine Laporkan 8 Orang Kena Virus Corona Usai Suntik Vaksin Covid-19

CDC Maine Laporkan 8 Orang Kena Virus Corona Usai Suntik Vaksin Covid-19

Health | Rabu, 09 Juni 2021 | 15:54 WIB

Studi: Vegetarian dan Pescatarian Lebih Kecil Risikonya Kena Covid-19 Parah

Studi: Vegetarian dan Pescatarian Lebih Kecil Risikonya Kena Covid-19 Parah

Health | Rabu, 09 Juni 2021 | 16:00 WIB

Mengenal Varian Virus Corona Triple Mutant, Seberapa Bahayakah?

Mengenal Varian Virus Corona Triple Mutant, Seberapa Bahayakah?

Health | Rabu, 09 Juni 2021 | 13:07 WIB

Terkini

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB