facebook

Tak Cuma di Indonesia, Varian Delta Picu Juga 50 Persen Lonjakan Covid-19 di Inggris

Bimo Aria Fundrika
Tak Cuma di Indonesia, Varian Delta Picu Juga 50 Persen Lonjakan Covid-19 di Inggris
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Studi itu merupakan survei prevalensi terbesar di Inggris, dengan 109.000 partisipan diuji dalam putaran terakhir.

Suara.com - Virus corona varian delta disebut menjadi salah satu penyebab di balik lonjakan kasus di sejumlah tempat. Bukan hanya di Indonesia, varian ini disebut memicu 50 persen lonjakan infeksi di Inggris sejak Mei.

Hal itu terungkap berdasarkan studi prevalensi besar yang dipimpin oleh Imperial College London pada Kamis setelah Perdana Menteri Boris Johnson menunda penghapusan pembatasan COvid-19.

Dikutip dari ANTARA, kondisi itu yang membuat Boris Johnson makin yakin untuk membuka pembatasan Covid-19 di Inggris hingga 19 Juli. Ini juga menjadi dasar untuk makin perlunya memvaksinasi masyarakat lebih banyak.

Putaran terbaru survei prevalensi REACT-1, yang dilakukan antara 20 Mei-7 Juni, menemukan prevalensi sebesar 0,15 persen dibandingkan dengan 0,10 persen dalam kumpulan data terakhir dari akhir April sampai awal Mei.

Baca Juga: Bertambah 177 Kasus, Pasien Positif Covid-19 di Kaltim Capai 73.218 Orang

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

"Prevalensi secara eksponensial naik, yang dipicu oleh usia yang lebih muda... dan tampaknya bertambah dua kali lipat setiap 11 hari. Jelas, bahwa ini kabar buruk," kata Steven Riley, profesor penyakit menular di Imperial College London kepada awak media.

Studi itu merupakan survei prevalensi terbesar di Inggris, dengan 109.000 partisipan diuji dalam putaran terakhir.

Kabar baiknya, cakupan vaksinasi yang tinggi di Inggris sedikit memperlambat peningkatan kasus secara ekponensial. Ia mengatakan peluncuran cepat vaksinasi pada kelompok usia yang lebih muda seharusnya bisa memperlambatnya.

Lebih dari separuh populasi orang dewasa di Inggris telah menerima dosis lengkap vaksin, dan lebih dari tiga-perempat orang dewasa telah menerima sedikitnya satu dosis vaksin.

Meski varian Covid-19 Delta secara substansial mengurangi keampuhan satu dosis vaksin terhadap gejala ringan, namun dua dosis masih memberikan perlindungan kuat terhadap penyakit parah, seperti yang ditunjukkan bukti awal.

Baca Juga: Mengerikan! Ratusan Orang di Gedung Sate Positif COVID-19, Bahkan Sekda Ikut Kena

"Temuan-temuan ini menyoroti konteks aktual di mana kami mengambil keputusan sulit untuk menunda Langkah 4 peta jalan keluar dari penguncian," kata Menteri Kesehatan Matt Hancock, merujuk pada penghapusan pembatasan terakhir yang tersisa di Inggris.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar