Tak Cuma di Indonesia, Varian Delta Picu Juga 50 Persen Lonjakan Covid-19 di Inggris

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 17 Juni 2021 | 19:05 WIB
Tak Cuma di Indonesia, Varian Delta Picu Juga 50 Persen Lonjakan Covid-19 di Inggris
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Virus corona varian delta disebut menjadi salah satu penyebab di balik lonjakan kasus di sejumlah tempat. Bukan hanya di Indonesia, varian ini disebut memicu 50 persen lonjakan infeksi di Inggris sejak Mei.

Hal itu terungkap berdasarkan studi prevalensi besar yang dipimpin oleh Imperial College London pada Kamis setelah Perdana Menteri Boris Johnson menunda penghapusan pembatasan COvid-19.

Dikutip dari ANTARA, kondisi itu yang membuat Boris Johnson makin yakin untuk membuka pembatasan Covid-19 di Inggris hingga 19 Juli. Ini juga menjadi dasar untuk makin perlunya memvaksinasi masyarakat lebih banyak.

Putaran terbaru survei prevalensi REACT-1, yang dilakukan antara 20 Mei-7 Juni, menemukan prevalensi sebesar 0,15 persen dibandingkan dengan 0,10 persen dalam kumpulan data terakhir dari akhir April sampai awal Mei.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

"Prevalensi secara eksponensial naik, yang dipicu oleh usia yang lebih muda... dan tampaknya bertambah dua kali lipat setiap 11 hari. Jelas, bahwa ini kabar buruk," kata Steven Riley, profesor penyakit menular di Imperial College London kepada awak media.

Studi itu merupakan survei prevalensi terbesar di Inggris, dengan 109.000 partisipan diuji dalam putaran terakhir.

Kabar baiknya, cakupan vaksinasi yang tinggi di Inggris sedikit memperlambat peningkatan kasus secara ekponensial. Ia mengatakan peluncuran cepat vaksinasi pada kelompok usia yang lebih muda seharusnya bisa memperlambatnya.

Lebih dari separuh populasi orang dewasa di Inggris telah menerima dosis lengkap vaksin, dan lebih dari tiga-perempat orang dewasa telah menerima sedikitnya satu dosis vaksin.

Meski varian Covid-19 Delta secara substansial mengurangi keampuhan satu dosis vaksin terhadap gejala ringan, namun dua dosis masih memberikan perlindungan kuat terhadap penyakit parah, seperti yang ditunjukkan bukti awal.

baca juga

"Temuan-temuan ini menyoroti konteks aktual di mana kami mengambil keputusan sulit untuk menunda Langkah 4 peta jalan keluar dari penguncian," kata Menteri Kesehatan Matt Hancock, merujuk pada penghapusan pembatasan terakhir yang tersisa di Inggris.

"Kita semua musti menahan keberanian kita sedikit lebih lama saat peluncuran vaksin kami berlanjut," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspadai Varian COVID-19 Delta Masuk ke DIY, Pembajun Minta Warga Disiplin Prokes

Waspadai Varian COVID-19 Delta Masuk ke DIY, Pembajun Minta Warga Disiplin Prokes

Jogja | Kamis, 17 Juni 2021 | 18:41 WIB

Kasus Positif Meroket, Singkawang Kembali Zona Oranye

Kasus Positif Meroket, Singkawang Kembali Zona Oranye

Kalbar | Kamis, 17 Juni 2021 | 18:40 WIB

Vaksinasi Covid Gotong Royong, KADIN: 28 Ribu Perusahaan Sudah Daftar

Vaksinasi Covid Gotong Royong, KADIN: 28 Ribu Perusahaan Sudah Daftar

Health | Kamis, 17 Juni 2021 | 18:45 WIB

Terkini

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:57 WIB

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:17 WIB

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

×