alexametrics

Jangan Asal, Operasi Kelahiran Caesar Tanpa Alasan Medis Justru Bisa Berisiko

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar
Jangan Asal, Operasi Kelahiran Caesar Tanpa Alasan Medis Justru Bisa Berisiko
Ilustrasi ibu melahirkan. (Sumber: Shutterstock)

Tetapi tidak semua operasi caesar yang dilakukan saat ini diperlukan karena alasan medis."

Suara.com - Jumlah persalinan melalui operasi caesar dipredikasi akan terus meningkat seiring bertambahnya waktu. Fakta itu terungkap dalam penelitian yang baru dirilis ole Organisasi kesehatan dunia.

Dalam penelitian itu, disebutkan bahwa kini sebanyak 25 persen dari total kelahiran ialah melalui operasi caesar. Jumlah tersebut akan terus meningkat selama satu dekade mendatang.

Selain itu, pada tahun 2030 nanti, diprediksi bahwa hampir sepertiga dari semua kelahiran akan melalui operasi caesar.

Operasi caesar mungkin bisa jadi salah satu cara penting untuk menyelamatkan jiwa. Tapi operasi ini juga dapat berkontribusi pada masalah kesehatan jangka pendek dan panjang pada perempuan dan bayi. Terlebih jika dilakuka saat tidak ada kebutuhan medis.

Baca Juga: 5 Potret Wisuda Felicya Angelista yang Sedang Hamil, Raih Cum Laude

Ilustrasi melahirkan (Pixabay/Sanjasy)
Ilustrasi melahirkan (Pixabay/Sanjasy)

“Operasi caesar sangat penting untuk menyelamatkan nyawa dalam situasi di mana persalinan pervaginam akan menimbulkan risiko, jadi semua sistem kesehatan harus memastikan akses tepat waktu bagi semua wanita saat dibutuhkan,” kata Dr Ian Askew, Direktur Departemen Kesehatan dan Penelitian Seksual dan Reproduksi WHO. program bersama PBB.

“Tetapi tidak semua operasi caesar yang dilakukan saat ini diperlukan karena alasan medis. Prosedur bedah yang tidak perlu bisa berbahaya, baik bagi perempuan maupun bayinya.”

Operasi caesar dapat menjadi penting dalam situasi seperti persalinan di usia tua atau terhambat, gawat janin, atau karena bayi berada dalam posisi abnormal.

Namun, seperti semua operasi, mereka dapat memiliki risiko. Ini termasuk potensi perdarahan berat atau infeksi, waktu pemulihan yang lebih lambat setelah melahirkan, keterlambatan dalam menyusui dan kontak kulit-ke-kulit, dan peningkatan kemungkinan komplikasi pada kehamilan berikutnya.

Baca Juga: Empat Pilihan Salad Sehat untuk Seimbangi Nutrisi Harian di Kala Puasa

Komentar