Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Demensia dan Kematian Lebih Awal

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 21 Juni 2021 | 07:57 WIB
Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Demensia dan Kematian Lebih Awal
Ilustrasi kurang tidur. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Orang dewasa yang mengalami kesulitan tidur atau sering terbangun di malam hari berisiko tinggi terkena demensia atau meninggal lebih awal karena sebab apa pun.

Penelitian yang dilakukan oleh Harvard Medical School menunjukan bahwa kualitas tidur sangat berperan dalam kesehatan saraf secara jangka panjang. Penulis studi Rebecca Robbins mengatakan bahwa perlu kualitas tidur setiap malam yang berkontribusi mengurangi risiko jangka panjang terhadap penurunan kognitif saraf dan semua penyebab kematian.

Tergantung pada usia, secara rata-rata, setiap orang harusnya tidur antara 7 hingga 10 jam setiap malam. Studi yang diterbitkan baru-baru ini di Journal of Sleep Research itu menganalisis data yang dikumpulkan oleh National Health and Aging Trends Study (NHATS), dana juga melakukan wawancara langsung tahunan dengan sampel perwakilan nasional dari 6.376 penerima Medicare.

Data antara 2011 hingga 2018 diperiksa untuk studi baru, fokusnya pada orang-orang dalam kategori risiko tertinggi dengan masalah tidur hampir setiap malam.

Kesulitan tidur yang dilaporkan oleh peserta dalam penelitian itu kemudian dibandingkan dengan catatan medis masing-masing peserta.

"Kami menemukan hubungan yang kuat antara seringnya sulit tidur dan terbangun di malam hari dengan demensia juga kematian dini dari sebab apa pun. Bahkan setelah kami mengendalikan hal-hal seperti depresi, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, dan kondisi kronis," kata Robbins dikutip dari CNN.

Orang yang sulit tidur hampir setiap malam memiliki sekitar 44 persen peningkatan risiko kematian dini dari penyebab apa pun, demikian studi tersebut menemukan. Mereka yang mengatakan bahwa mereka sering terbangun di malam hari dan berjuang untuk kembali tidur memiliki risiko yang agak lebih tinggi, peningkatan risiko kematian dini sebesar 56 persen dari sebab apa pun.

Sementara orang yang dilaporkan secara rutin mengalami kesulitan tidur memiliki 49 persen peningkatan risiko demensia. Dan mereka yang sering terbangun di malam hari dan mengalami kesulitan tidur kembali memiliki 39 persen peningkatan risiko demensia.

"Kami menemukan 56 persen peningkatan risiko demensia dan risiko 80 persen lebih besar dari semua penyebab kematian selama delapan tahun berikutnya di antara mereka yang mengalami kedua kesulitan tidur bersamaan," kata Robbins.

baca juga

Ilmu kedokteran tidak memiliki obat untuk demensia saat ini, tetapi ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut.

Para ahli menyarankan untuk berhenti merokok, batasi asupan alkohol, makan makanan yang bergizi seimbang, olahraga, tetap aktif secara mental, dan menjaga tekanan darah juga kadar kolesterol tetap terkendali adalah cara terbaik untuk menjaga otak dan tubuh tetap sehat.

Gangguan tidur juga harus diatasi untuk menjaga otak. Para ahli menyebutnya kebersihan tidur, dan menyarankan pengaturan rutinitas waktu tidur yang dirancang untuk bersantai dan menenangkan. Cara itu mencakup tidak ada TV, smartphone, atau perangkat pemancar cahaya biru lainnya setidaknya satu hingga dua jam sebelum tidur.

Tips lainnya termasuk memiliki tempat tidur dan bantal yang nyaman, menjaga kamar tidur tetap sejuk, tenang dan gelap. Juga menghindari kafein dan alkohol selama berjam-jam sebelum tidur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diabetes Tipe 2 hingga Kematian Dini, Berikut Efek Buruk Kurang Tidur Kronis

Diabetes Tipe 2 hingga Kematian Dini, Berikut Efek Buruk Kurang Tidur Kronis

Health | Senin, 14 Juni 2021 | 07:40 WIB

Dokter: Tanda Alzheimer Bisa Terjadi Sejak Memasuki Usia 50 Tahun

Dokter: Tanda Alzheimer Bisa Terjadi Sejak Memasuki Usia 50 Tahun

Health | Rabu, 09 Juni 2021 | 16:36 WIB

Ketahui 8 Perubahan yang Dialami Orang dengan Alzheimer Demensia

Ketahui 8 Perubahan yang Dialami Orang dengan Alzheimer Demensia

Health | Rabu, 09 Juni 2021 | 20:05 WIB

Terkini

UNIS Ucap Perpisahan Lewat Milky Way: Berharap Bertemu Lagi di Masa Depan

UNIS Ucap Perpisahan Lewat Milky Way: Berharap Bertemu Lagi di Masa Depan

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 17:20 WIB

Kesan Pertama Pemain Bangladesh Kali Pertama Injak Kaki di Jakarta, Takjub dengan Hal Ini

Kesan Pertama Pemain Bangladesh Kali Pertama Injak Kaki di Jakarta, Takjub dengan Hal Ini

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 17:17 WIB

Komnas HAM Usul Yusril atau Mendagri Berkantor di Jayapura 3 Bulan untuk Tangani Kekerasan Papua

Komnas HAM Usul Yusril atau Mendagri Berkantor di Jayapura 3 Bulan untuk Tangani Kekerasan Papua

News | Kamis, 24 September 2026 | 17:16 WIB

Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat

Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 17:15 WIB

Baru 50 Menit Siswa Pulang, SMP PGRI 1 Way Jepara Ludes Terbakar: Kerugian Ratusan Juta

Baru 50 Menit Siswa Pulang, SMP PGRI 1 Way Jepara Ludes Terbakar: Kerugian Ratusan Juta

Lampung | Kamis, 24 September 2026 | 17:11 WIB

iQOO Pad Ultra Segera Rilis: Bawa Kipas Pendingin Internal dan Touch Sampling 5.000Hz

iQOO Pad Ultra Segera Rilis: Bawa Kipas Pendingin Internal dan Touch Sampling 5.000Hz

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 17:10 WIB

ASN Inspektorat OKI Tewas Ditikam Istri, Ternyata 2 Kali Dimediasi soal Nafkah Anak

ASN Inspektorat OKI Tewas Ditikam Istri, Ternyata 2 Kali Dimediasi soal Nafkah Anak

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 17:08 WIB

Berapa Harga Nissan Pixo? Ini si Penantang Honda Super-One

Berapa Harga Nissan Pixo? Ini si Penantang Honda Super-One

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 17:06 WIB

Buruh Geruduk Bundaran HI, Desak RUU Ketenagakerjaan

Buruh Geruduk Bundaran HI, Desak RUU Ketenagakerjaan

Foto | Kamis, 24 September 2026 | 17:05 WIB

Terbentur Waktu dan Kajian Berbelit, Pengadaan Lahan Pemakaman Jakarta Tertunda hingga 2027

Terbentur Waktu dan Kajian Berbelit, Pengadaan Lahan Pemakaman Jakarta Tertunda hingga 2027

News | Kamis, 24 September 2026 | 17:04 WIB

×