Dokter: Tanda Alzheimer Bisa Terjadi Sejak Memasuki Usia 50 Tahun

Rabu, 09 Juni 2021 | 16:36 WIB
Dokter: Tanda Alzheimer Bisa Terjadi Sejak Memasuki Usia 50 Tahun
Ilustrasi (Shutterstock)

Suara.com - Penyakit alzheimer demensia kebanyakan dialami orang usia di atas 65 tahun. Tetapi yang jarang diketahui banyak orang adalah, alzheimer juga bisa terjadi 15 tahun sebelum mencapai usia lanjut. 

Dokter spesialis saraf dr. Silvia Francia menjelaskan, penyakit alzheimer bisa lebih cepat terjadi jika seseorang menjalani gaya hidup tidak sehat

"Sebetulnya gangguan kognitif ringan bisa terjadi sejak 15 sampai 20 tahun sebelum terjadi (alzheimer), di usia 50. Jadi semakin menurun, munculnya gejala. Pada usia 70 tahun baru ada gangguan gejala umum," jelas dokter Silvia dalam webinar daring, Rabu (9/6/2021).

Untuk itu ia mengatakan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan secara rutin ke dokter. Kata Silvia, alzheimer demesia bisa dicegah sejak usia muda. Sebab pemicu alzheimer bukan hanya faktor usia tua tapi juga gaya hidup.

Ia menjelaskan bahwa pikun juga perubahan sikap dan perilaku yang terjadi pada pengidap alzheimer akibat fungsi otak yang menurun, bahkan bentuknya menciut. Kondisi itu disebabkan karena degradasi beberapa sel otak yang disebabkan penumpukan protein toxic.

Karenanya pola makan juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan otak.

"Mengatur pola makanan sehat karena sirkulasi di otak harus baik jangan sampai pembuluh darah penuh dengan kolesterol yang menumpuk sehingga aliran darah ke otak tidak lancar," ucapnya. 

Rentang waktu 15-20 tahun hingga benar-benar terjadi alzheimer demensia sebenarnya waktu yang normal. Akan tetapi bisa dua kali lebih cepat jika tidak bisa mengontrol gaya hidup jadi sehat.
 "Orang yang alami gangguan kognitif ringan dalam waktu 5 tahun saja bisa jadi berat jika pola makan yang tidak dijaga," ucap dokter Silvia.

Bukan hanya soal makanan, olahraga yang teratur sama pentingnya agar sirkulasi darah ke selurih tubuh lancar. Otak juga perlu distimulasi dengan membaca, bernyanyi, mendengarkan lagu, hingha melihat foto album keluarga.

Baca Juga: Gejala Demensia, Perhatikan 3 Perubahan Perilaku Ini!

"Kemudian melatih memori jangka pendek secara berulang supaya jadi memori jangka panjang. Otak akan aktif kalau ada kegiatan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI