Pandemi Covid-19 Belum Usai, CDC dan FDA Selidiki Wabah Tuberkulosis Langka

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 22 Juni 2021 | 13:54 WIB
Pandemi Covid-19 Belum Usai, CDC dan FDA Selidiki Wabah Tuberkulosis Langka
Ilustrasi rumah sakit. (Shutterstock)

Suara.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA), serta lembaga kesehatan negara bagian dan lokal AS sedang menyelidiki asal mula wabah tuberkulosis multinegara yang langka.

Penyelidikan ini dilakukan setelah lebih dari 100 pasien mungkin telah terinfeksi selama operasi tulang belakang atau perbaikan patah tulang pada musim semi lalu.

Prosesur penyelidikan ini menggunakan produk perbaikan tulang yang disebut FiberCel Fiber Viable Bone Matrix, dempul tulang lunak yang dikembangkan oleh perusahaan obat regenerative Aziyo Biologics. Fiber Cel adalah prosedur yang menggunakan sel manusia untuk berbagai prosedur ortopedi.

Aziyo mengeluarkan pemberitahuan penarikan sukarela pada 2 Juni 2021 dari 154 unit FiberCel, semuanya berasal dari donor tunggal, yang dikirim ke 37 fasilitas di 20 negara bagian antara 3 Maret hingga 2 April 2021.

Pejabat CDC mengatakan bahwa 136 unit ditanamkan ke 113 pasien. Mereka juga menambahkan bahwa 8 orang telah meninggal dunia setelah mengikuti prosedur mereka, meskipun penyebab kematiannya belum jelas.

Ilustrasi tuberkulosis. (Shutterstock)
Ilustrasi tuberkulosis. (Shutterstock)

CDC memperingatkan bahwa pasien yang menjalani fusi tulang belakang atau perbaikan patah tulang menggunakan banyak FiberCel kemungkinan telah terkena mycobacterium tuberculosis, yang bisa menyebabkan penyakit parah dan kematian jika tak diobati.

Seorang juru bicara CDC mengkonfirmasi bahwa pasien yang menerima FiberCel sedang menjalani pengobatan untuk penyakit tuberkulosis.

Juru bicara itu menambahkan bahwa delapan negara bagian dapat menyita 18 unit, guna mencegah operasi tambahan menggunakan lot yang terkena dampak. Semua unit yang tidak digunakan dan diyakini terkena dampaknya telah diasingkan.

Aziyo mengonfirmasi bahwa pihaknya bekerja dengan distributor eksklusifnya, Medtronic, FDA dan CDC untuk menyelidiki sumber infeksi.

"Kami berkomitmen untuk melakukan penyelidikan menyeluruh, tepat waktu dan transparan terhadap akar penyebab infeksi ini," kata presiden dan CEO Aziyo Biologics Ron Lloyd dikutip dari Fox News.

Saat ini, penjualan FiberCel juga telah ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut. Sedangkan, perusahaan mengaku tidak percaya bahwa unit FiberCel lainnya terpengaruh oleh kasus ini.

Menurut CDC, Amerika Serikat telah melaporkan hampir 9.000 kasus tuberculosis pada tahun 2019. Hingga 13 juta orang di Amerika Serikat diperkirakan hidup dengan infeksi TB laten (LTBI).

Sekitar 80 persen dari kasus TB AS telah dikaitkan dengan reaktivasi infeksi TB laten. Banyak orang yang memiliki infeksi TB laten tidak pernah mengembangkan penyakit TB dan lainnya bisa mengembangkan penyakit TB dalam beberapa Minggu setelah terinfeksi, sebelum sistem kekebalan mereka bisa melawan bakteri TB.

Bagi orang yang sistem kekebalannya lemah, terutama mereka yang terinfeksi HIV, risiko terkena penyakit TB jauh lebih tinggi daripada orang dengan sistem kekebalan normal.

Gejalanya bisa termasuk batuk parah yang berlangsung tiga minggu atau lebih, nyeri di dada, batuk darah, kelemahan atau kelelahan, penurunan berat badan, tidak nafsu makan, kedinginan, demam dan berkeringat di malam hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada! Rutin Merokok dan Minum Alkohol Tingkatkan Risiko Patah Tulang

Waspada! Rutin Merokok dan Minum Alkohol Tingkatkan Risiko Patah Tulang

Health | Minggu, 21 Februari 2021 | 17:15 WIB

Vegan dan Vegetarian Berisiko Tinggi Alami Patah Tulang, Ini Penjelasannya

Vegan dan Vegetarian Berisiko Tinggi Alami Patah Tulang, Ini Penjelasannya

Jogja | Rabu, 25 November 2020 | 09:53 WIB

Studi: Orang Vegan dan Vegetarian Berisiko Tinggi Alami Patah Tulang

Studi: Orang Vegan dan Vegetarian Berisiko Tinggi Alami Patah Tulang

Health | Senin, 23 November 2020 | 12:16 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB