Epidemiolog Serukan Lockdown untuk Tekan Penularan COVID-19, Apa Alasannya?

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Selasa, 22 Juni 2021 | 14:56 WIB
Epidemiolog Serukan Lockdown untuk Tekan Penularan COVID-19, Apa Alasannya?
Suasana lingkungan RT 02 RW 25 Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi yang menerapkan micro lockdown.[Ist]

Suara.com - Seruan lockdown gencar disampaikan oleh pakar epidemiologi hingga tenaga kesehatan, menyusul meningkatnya jumlah kasus COVID-19.

Lalu, apakah keadaan saat ini sudah perlu lockdown? Menurut ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono penguncia wilayah alias lockdown penting untuk menghentikan penyebaran virus Corona penyebab COVID-19 khususnya varian baru seperti varian Delta dari India.

"Ada upaya-upaya pencegahan penyebaran varian baru harusnya dilakukan penguncian atau lockdown untuk penyebaran varian baru ini baik itu di Kudus, Bangkalan, Madura, Jakarta, dan sebagainya," kata Yunis dilansir ANTARA.

Yunis menuturkan varian virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 yang pertama kali muncul menularkan hanya ke dua orang, namun varian baru sekarang ini bisa menularkan ke empat atau delapan orang sehingga potensi penularannya di tengah masyarakat makin tinggi dan berdampak pada peningkatan kasus.

"Oleh karena itu, harus dilakukan lockdown," tuturnya.

Yunis mengatakan lockdown tersebut bukan hanya untuk menurunkan kasus COVID-19 semata tapi agar penyebaran varian baru yang sangat menular bisa dicegah meluas.

"Kalau ada ditemukan kasus baru dengan varian baru yang banyak kayak di Kudus maka harus dilakukan lockdown, di Bangkalan harus lakukan lockdown kabupaten, terus Jakarta apakah kota madya atau provinsi harus lihat sebarannya," ujarnya.

Ketika ditemukan banyak muncul kasus dengan varian baru, Yunis menuturkan harus secepatnya dilakukan penguncian untuk menghentikan penyebaran varian baru tersebut di kota, kabupaten, provinsi. Jangan sampai varian tersebut lebih dulu menyebar ke kota, kabupaten atau provinsi lain.

"Lockdownnya lihat sebarannya kalau sudah banyak (kasus) kecamatannya maka lockdownnya kabupaten," tuturnya.

Baca Juga: Asma Tak Kambuh meski Positif Covid-19, Hanung Bramantyo: Terima Kasih, Pak Jokowi

Dia menuturkan pemerintah perlu meningkatkan pembiayaan atau dana untuk penanganan COVID-19 diantaranya untuk melakukan percepatan pengujian untuk deteksi COVID-19 dan pengurutan genom menyeluruh (whole genom sequencing), serta subsidi kepada masyarakat ketika akan dilakukan lockdown.

"Kalau kita masih seperti lama strategi perangnya tunggu saja pasti akan terjadi kewalahan dari pelayanan kesehatan," ujar Yunis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI