Epidemiolog UI Sebut Herd Immunity Cuma Mitos, Begini Penjelasannya

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 23 Juni 2021 | 18:25 WIB
Epidemiolog UI Sebut Herd Immunity Cuma Mitos, Begini Penjelasannya
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono menyebut bahwa herd immunity yang selama ini digadang-gadang oleh pemerintah Indonesia untuk bisa menyelesaikan pandemi hanya mitos.

Pernyatan itu diungkapkan oleh Pandu lewat akun Twitter pribadinya @drpriono1. Ia menyebut herd immunity hanya mitos dan khayalan yang tidak akan pernah terwujud.

"Mitos itu khayalan, jadi teori tidak pernah ada. Itu teori kalau sebagian populasi sudah imun, entah melalui vaksinasi atau pernah terinfeksi maka akan bisa memberikan perlindungan pada yang belum punya. Itu yang terus saya pertayakan," ujar Pandu Riono saat dihubungi Suara.com, Rabu, (23/6/2021).

Pandu menjelaskan, bahwa herd immunity secara teori akan terbentuk ketika 70 persen populasi sudah tervaksinasi atau sudah terinfeksi. Namun, dalam praktiknya hal tersebut sulit untuk dihitung.

"Padahal, baik infeksi alamiah maupun vaksinasi, itu banyak tantangannya. Pertama mungkin enggak 70 persen penduduk divaksinasi. Banyak kendalanya mulai dari engga adanya vaksin penduduk menolak," kata Pandu.

Ia melanjutkan, bahwa vaksin Covid-19 yang ada saat ini juga bukan untuk mencegah penularan. Pandu mengatakan bahwa vaksinasi Covid-19 ditujukan agar mengurangi risiko keparahan, perawatan di rumah sakit, hingga angka kematian.

"Banyak nakes, yang sudah divaksinasi tapi juga masih kena. Dan kita juga tidak tahu, imunitas yang dibangkitkan oleh vaksinasi berapa lama bertahan. Artinya harus berulang ulang divaksinasi," kata Pandu.

Pandu melanjutkan bahwa tantantan lain yang seringkali tidak diperhitungkan bahwa virus corona juga mudah bermutasi. Bahkan, beberapa bermutasi dan jadi lebih menular.

"Apakah vaksinasinya itu bisa mengatasi varian baru, itu juga harus dievaluasi. Apalagi kita menggunakan vaksinasi yang sedang sedang saja," kata dia.

baca juga

Untuk itu, ia menyarankan untuk segera melakukan vaksinasi secepat dan seluas mungkin, tanpa perlu memikirkan target herd immunity.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketua IDI Tangsel Wafat, Wali Kota: Petarung COVID-19 Saya Satu Lagi Dipanggil Allah

Ketua IDI Tangsel Wafat, Wali Kota: Petarung COVID-19 Saya Satu Lagi Dipanggil Allah

Jakarta | Rabu, 23 Juni 2021 | 14:35 WIB

Daftar PPDB PAUD SD dan SMP Lewat Online di Depok, Berikut Nomor Whatsapp Bisa Diakses

Daftar PPDB PAUD SD dan SMP Lewat Online di Depok, Berikut Nomor Whatsapp Bisa Diakses

Bogor | Rabu, 23 Juni 2021 | 14:25 WIB

Studi: Menyalahkan Pandemi saat Stres Ternyata Baik bagi Hubungan Percintaan

Studi: Menyalahkan Pandemi saat Stres Ternyata Baik bagi Hubungan Percintaan

Health | Rabu, 23 Juni 2021 | 14:29 WIB

Terkini

BRI Private Dukung Gaya Hidup Sehat Nasabah Lewat Premium Medical Check Up

BRI Private Dukung Gaya Hidup Sehat Nasabah Lewat Premium Medical Check Up

Bali | Rabu, 23 September 2026 | 16:55 WIB

Bukan Sekadar PM2.5, Mengapa Asap Kebakaran Lebih Berisiko bagi Kesehatan?

Bukan Sekadar PM2.5, Mengapa Asap Kebakaran Lebih Berisiko bagi Kesehatan?

News | Rabu, 23 September 2026 | 16:55 WIB

Apakah Bisa Ganti Foto KTP? Ini Ketentuan, Syarat, dan Caranya

Apakah Bisa Ganti Foto KTP? Ini Ketentuan, Syarat, dan Caranya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 16:55 WIB

Pertamina Patra Niaga Perkuat Tata Kelola Pengadaan & Distribusi Energi, Jaga Ketahanan Nasional

Pertamina Patra Niaga Perkuat Tata Kelola Pengadaan & Distribusi Energi, Jaga Ketahanan Nasional

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 16:54 WIB

Nikmati Layanan Premium Medical Check Up Bersama BRI Private

Nikmati Layanan Premium Medical Check Up Bersama BRI Private

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 16:51 WIB

He Is Psychometric: Menyingkap Misteri Kejahatan dengan Kekuatan Psikometri

He Is Psychometric: Menyingkap Misteri Kejahatan dengan Kekuatan Psikometri

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 16:50 WIB

BRI Private Permudah Nasabah Dapatkan Layanan Premium Medical Check Up

BRI Private Permudah Nasabah Dapatkan Layanan Premium Medical Check Up

Malang | Rabu, 23 September 2026 | 16:47 WIB

BRI InFrame 2026 Ajak Jurnalis dan Masyarakat Abadikan Geliat Ekonomi Kerakyatan

BRI InFrame 2026 Ajak Jurnalis dan Masyarakat Abadikan Geliat Ekonomi Kerakyatan

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 16:46 WIB

BRI InFrame 2026 Hadirkan Kompetisi Fotografi dengan Tema Potret Ekonomi Kerakyatan

BRI InFrame 2026 Hadirkan Kompetisi Fotografi dengan Tema Potret Ekonomi Kerakyatan

Sumut | Rabu, 23 September 2026 | 16:45 WIB

4 Serum Anti-Aging Rp50 Ribuan Tanpa Alkohol Atasi Penuaan Kulit Sensitif

4 Serum Anti-Aging Rp50 Ribuan Tanpa Alkohol Atasi Penuaan Kulit Sensitif

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 16:45 WIB

×