Tangani Diabetes di Indonesia, Kemenkes Gandeng Kerjasama dengan Denmark

Risna Halidi | Dinda Rachmawati | Suara.com

Senin, 28 Juni 2021 | 18:40 WIB
Tangani Diabetes di Indonesia, Kemenkes Gandeng Kerjasama dengan Denmark
Tangani Diabetes di Indonesia, Kemenkes Kerjasama dengan Denmark (Dok. Kemenkes RI)

Suara.com - Data IDF Diabetes Atlas menyebut Indonesia memiliki tingkat masalah kesehatan yang tinggi dan menjadi salah satu dari sepuluh negara di dunia dengan jumlah pengidap diabetes terbanyak per tahun 2019. 

Indonesia juga merupakan salah satu negara dengan jumlah orang dengan diabetes absolut tertinggi di dunia.

IDF Diabetes Atlas menyebutkan, terdapat 10,7 juta orang dengan diabetes di Indonesia dan angka ini diperkirakan akan terus meningkat menjadi 16,6 juta pada tahun 2045.  

Di sisi lain, Vice President & General Manager Novo Nordisk Indonesia, Anand Shetty menyampaikan pada tahun 2020, data BPJS menunjukkan bahwa hanya dua juta orang dengan diabetes yang terdiagnosis dan mendapatkan perawatan dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 

"Dari jumlah total orang dengan diabetes tersebut, hanya 1,2 persen yang berhasil menurunkan glukosa darah menuju kadar yang direkomendasikan. Padahal, penting sekali untuk orang dengan diabetes untuk mencapai target glukosa darah untuk menghindari komplikasi," ujar Anand dalam siaran pers yang Suara.com terima baru-baru ini.

Hal ini menegaskan bahwa hanya sedikit jumlah orang dengan diabetes yang berhasil menurunkan gula darah mereka ke target yang direkomendasikan. 

Sejumlah fakta ini membuat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Kementerian Kesehatan Denmark bekerjasama untuk mengatasi diabetes dan pencegahan penyakit kronis serta penanganannya di Indonesia.

Untuk itu, Duta Besar Denmark untuk Indonesia, H.E. Lars Bo Larse menunjuk perusahaan kesehatan di Denmark, Novo Nordisk, sebagai mitra strategis untuk menjalankan hasil kesepakatan kedua negara.

"Penandatanganan kerja sama ini sekali lagi membuktikan tingginya tingkat kepercayaan antara kedua negara. Kesepakatan tersebut menunjukkan upaya Denmark dan Indonesia untuk memperluas kerja sama bilateral di bidang kesehatan, sebagai salah satu bidang terpenting," kata H.E. Lars Bo Larse.

Untuk mengubah diabetes di Indonesia, kata Anand, Novo Nordisk telah meluncurkan berbagai inisiatif, yakni dengan menghadirkan penanganan diabetes yang berkelanjutan di Indonesia melalui diagnosis dini (early diagnosis) dan pengendalian optimal (optimal control) melalui empat bidang utama yang sejalan dengan Rencana Strategis Kesehatan Nasional Tahun 2021-2024.

Salah satu program utama dalam Rencana Strategis Kesehatan Nasional adalah mentransformasi dan memperkuat peran layanan kesehatan primer yang tak hanya berfokus pada upaya penyembuhan, melainkan juga upaya mengedukasi masyarakat, pencegahan primer (pencegahan diabetes), pencegahan sekunder (pencegahan komplikasi akibat diabetes), dan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pelayanan kesehatan primer. 

Program-program utama ini akan didukung oleh berbagai elemen pendukung (foundational enablers), di antaranya adalah pembiayaan bidang kesehatan dan teknologi kesehatan digital.

Anand menjelaskan bahwa program 'awareness' bertujuan untuk menjawab tujuan utama pemerintah untuk 'mengedukasi masyarakat’ dan melakukan 'pencegahan primer', sementara program 'peningkatan kapasitas (capacity building)' dan 'akses ke perawatan (access to care)' bertujuan untuk menjawab tujuan utama pemerintah untuk 'pencegahan sekunder' dan 'meningkatkan kapasitas dan kemampuan perawatan primer'.

Lebih lanjut, Anand menjelaskan bahwa program 'Diagnosis Dini (Early Diagnosis)' akan berfokus meningkatkan pemahaman masyarakat yang terdiri dari kampanye kesadaran diabetes yang dilakukan  di berbagai medium, program Virtual Diabetes Counsellor, dan aplikasi pengawasan diabetes (diabetes surveillance app). 

Sementara 'Kontrol Optimal (Optimal Control)' akan berfokus pada capacity building bagi tenaga kesehatan mengenai manajemen diabetes, akses ke perawatan (access to care)–Novo Nordisk akan menyediakan layanan kesehatan yang terjangkau dan menginisiasi program Changing Diabetes in Children, dan yang terakhir, penelitian diabetes. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penderita Diabetes Tipe 2 Wajib Waspada, Deretan Sayuran Ini Bisa Tingkatkan Gula Darah

Penderita Diabetes Tipe 2 Wajib Waspada, Deretan Sayuran Ini Bisa Tingkatkan Gula Darah

Health | Senin, 28 Juni 2021 | 14:34 WIB

Gemar Mengonsumsi Makanan Beku, Waspadai 5 Risiko Penyakit Berikut Ini

Gemar Mengonsumsi Makanan Beku, Waspadai 5 Risiko Penyakit Berikut Ini

Kalbar | Minggu, 27 Juni 2021 | 13:44 WIB

CEK FAKTA: WHO Sebut Indonesia Negara A1 High Risk Setara Brasil dan India?

CEK FAKTA: WHO Sebut Indonesia Negara A1 High Risk Setara Brasil dan India?

Health | Minggu, 27 Juni 2021 | 09:09 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB