Ketahui Dosis dan Syarat Penggunaan Ekstrak Sambiloto untuk Pasien Covid-19

Selasa, 29 Juni 2021 | 18:37 WIB
Ketahui Dosis dan Syarat Penggunaan Ekstrak Sambiloto untuk Pasien Covid-19
Daun sambiloto

Suara.com - Ekstrak sambiloto diklaim ampuh membantu melawan virus SARS CoV 2 penyebab sakit Covid-19. Tapi tentu saja, masyarakat perlu memerhatikan dosis dan ketentuan pengguaan herbal tersebut untuk pasien Covid-19.

Berdasarkan penelitian bio informatika, in vitro hingga uji klinik di Thailand, dalam ekstrak sambiloto terkandung senyawa aktif seperti andrographolide yang mampu menghambat virus SARS CoV 2 memperbanyak diri atau bereplikasi di dalam tubuh.

"Andrographolide dapat berikatan dengan protein virus SARS coV 2 dan melalui serangkaian mekanisme, mampu menghambat replikasi virus SARS CoV 2 serta mengurangi peradangan," ujar Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr. Inggrid Tania dalam keterangannya yang diterima suara.com, Selasa (29/6/2021).

Dokter Tania menambahkan ekstrak sambiloto yang diproduksi di Indonesia, aman dikonsumsi untuk anak usia 12 tahun ke atas dan orang dewasa untuk mencegah Covid-19. Adapun dosisnya yakni 2 x 2 kapsul atau 3 x 1 kapsul sehari.

Sedangkan ekstrak sambiloto untuk terapi komplementer atau pelengkap pengobatan pada pasien terkonfirmasi positif Covid-19, bisa diberikan minimal 3 x 2 kapsul sehari, atau maksimal 5 x 2 kapsul sehari.

"Pada orang dengan gangguan fungsi hati atau ginjal perlu ada penyesuaian dosis secara Individual," papar dr. Tania.

Ia menambahkan ekstrak sambiloto aman dikonsumsi sebelum dan sesudah makan. Tapi apabila punya masalah lambung seperti maag atau dispepsia, dr. Tania menyarankan ekstrak sambiloto diminum sesudah makan.

"Sesudah makan dengan berjarak satu sampai dua jam dengan obat konvensional (yang diberikan dokter), dan bisa dikonsumsi 8 hingga 16 minggu berturut-turut kemudian beri jeda 2 minggu," jelas dr.Tania.

Sehingga setelah 16 minggu atau 4 bulan ekstrak sambiloto dikonsumsi, bisa diberi jeda 2 minggu dihentikan sementara. Selanjutnya bisa diteruskan kembali dengan minimal konsumsi ekstrak sambiloto selama 8 hingga 16 minggu, begitu seterusnya.

Baca Juga: Pasien Corona Sebut Tidak Ada Tracing, Pejabat Dinkes Tanjungpinang: Jangan Salahkan Kami

Sedangkan orang dengan penyakit autoimun (kelainan sistem imun), ibu hamil dan menyusui sebaiknya tidak mengonsumsi ekstrak sambiloto. 

Hati-hati juga pemakaian ekstrak sambiloto pada pasien yang mengonsumsi obat penurun gula darah atau tekanan darah.

"Sebab sambiloto bersifat menurunkan gula darah dan tekanan darah, karena ekstrak sambiloto bersifat mengencerkan darah. Lalu, disarankan menghentikan pemakaian ekstrak sambiloto 2 minggu sebelum pembedahan (menjalani operasi bedah)," pungkas dr. Tania.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI