Beda Tes Antigen dan PCR, Mana yang Lebih Baik?

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Kamis, 01 Juli 2021 | 12:04 WIB
Beda Tes Antigen dan PCR, Mana yang Lebih Baik?
Ilustrasi tes swab. (Dok: ELements Envanto)

Suara.com - Saat ini terdapat sejumlah pilihan untuk melakukan skrining tes Covid-19 di Indonesia. Beberapa yang paling umum ialah swab tes antigen dan swab PCR.

Namun, di masyarakat sendiri masih seringkali terdapat kebingungan saat harus memilih tes Covid-19. Lantas, tes Covid-19 apa yang sebaiknya dipilih?

Dilansir dari Healthline, Tes polymerase chain reaction (PCR), disebut juga tes diagnostik atau tes molekuler adalah tes yang cukup banyak digunakan baik di fasilitas medis maupun di masyarakat. Ini dapat membantu mendiagnosis COVID-19 dengan mendeteksi materi genetik virus corona.

Tes PCR merupakan tes gold standar atau standar emas untuk diagnosis oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), dan juga oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Tes PCR, yaitu pengujian NAAT atau pengujian asam nukleat dari virus itu sendiri, adalah yang paling sensitif. Dan itu, sebenarnya, untuk menyelesaikan proses pengujian, mereka perlu dilakukan di laboratorium yang cukup canggih." kata Dr Hanan Balkhy, Asisten Direktur Jenderal di WHO.

Ilustrasi rapid test antigen. [Medakit Ltd/Unsplash]
Ilustrasi rapid tes antigen. [Medakit Ltd/Unsplash]

Sementara jenis kedua adalah tes antigen. Ini membantu mendiagnosis Covid-19 dengan mencari molekul tertentu yang ditemukan di permukaan virus SARS-CoV-2.

Tes ini dapat memberikan hasil hanya dalam waktu 15 menit dan tidak memerlukan analisis lab. Ini biasanya berupa tes antigen.

Meskipun tes cepat dapat memberikan hasil yang cepat, tes tersebut tidak seakurat tes PCR yang dianalisis di laboratorium.

Meskipun tes ini memberikan hasil yang cepat, tes antigen tidak seakurat tes laboratorium atau tes PCR karena memerlukan lebih banyak virus dalam sampel untuk melaporkan hasil positif.

Baca Juga: Epidemiolog Kritik Tes COVID-19 Jadi Ladang Bisnis: yang Jadi Korban Rakyat Bawah

Tes antigen bisa menimbulkan risiko tinggi memberikan hasil negatif palsu.

Negatif palsu berarti tes menunjukkan seorang tidak memiliki COVID-19 ketika ternyata orang itu benar-benar memilikinya.

Tes cepat jarang memberikan hasil positif palsu. Positif palsu adalah ketika Anda dites positif untuk COVID-19 ketika Anda tidak benar-benar memilikinya.

Dalam tinjauan studi Maret 2021 yang disebutkan sebelumnya, peneliti menemukan bahwa tes cepat dengan benar memberikan hasil positif COVID-19 pada 99,6 persen orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI