Belajar dari Gary Iskak, Ini 5 Makanan yang Pantang Bagi Pasien Hepatitis C

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 01 Juli 2021 | 13:46 WIB
Belajar dari Gary Iskak, Ini 5 Makanan yang Pantang Bagi Pasien Hepatitis C
Ilustrasi makanan (Pexels.com/Terje Sollie)

Suara.com - Gary Iskak baru saja selesai menjalani perawatan medis hepatitis C kronis di rumah sakit. Kini, ia pun harus menjalani rawat jalan dan istirahat selama 3 bulan.

Seperti yang kita tahu, hepatitis C adalah penyakit yang disebabkan virus HCV sehingga mengakibatkan peradangan dan fibrosis. Penyakit ini bisa merusak hati dan menyebabkan sirosis atau jaringan parut bila tak diobati.

Bila hepatitis sudah merusak hati, penderita harus menjaga pola makannnya. Karena, tak semua jenis makanan baik dikonsumsi penderita hepatitis C.

Berikut ini dilansir dari Every Day Health, beberapa pantangan makanan yang harusnya dihindari penderita hepatitis C.

1. Ikan mentah

Sushi salah satu makanan yang harus dihindari oleh penderita hepatitis C. Karena, biasanya sushi mengandung beberapa makanan lauk mentah.

Sedangkan, penderita hepatitis C tidak boleh mengonsumsi ikan atau makanan laut mentah karena bisa memperburuk kondisinya. Sebaiknya, penderita hepatitis C juga menghindari susu dan keju yang tidak dipasteurisasi.

Ilustrasi sushi, ikan mentah (Pexels/Valeria Boltneva)
Ilustrasi sushi, ikan mentah (Pexels/Valeria Boltneva)

2. Jeroan atau hati

Hati adalah jeroan yang tinggi zat besi. Tapi, terlalu banyak makan zat besi dalam tubuh bisa menyebabkan pembesaran hati, gagal hati, kanker hati atau sirosis yang bisa meningkatkan risiko Anda menderita hepatitis C.

Karena itu, penderita hepatitis C harus menjauhi makanan tinggi zat besi, seperti hati.

3. Garam

Garam bisa meningkatkan retensi cairan yang merupakan gejala hepatitis C progresif. Makanan olahan seperti makanan beku dan makanan yang dipanggang biasanya mengandung sodium.

Jika Anda sedang menderita hepatitis C tahap awal, lebih baik kurangi asupan natrium dan hindari konsumsi garam.

4. Gula

Hepatitis C berhubungan dengan kadar gula darah yang bisa meningkatkan risiko terkena diabetes. Karena, hati bisa membantu mengatur kadar gula darah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gary Iskak Sakit Hepatitis C Kronis, Ini Pola Makan yang Harus Diikuti

Gary Iskak Sakit Hepatitis C Kronis, Ini Pola Makan yang Harus Diikuti

Health | Kamis, 01 Juli 2021 | 12:37 WIB

Gary Iskak Idap Hepatitis C Kronis, Ini Gejala dan Penyebabnya

Gary Iskak Idap Hepatitis C Kronis, Ini Gejala dan Penyebabnya

Health | Kamis, 01 Juli 2021 | 11:38 WIB

Minum Kopi Bisa Mengurangi Risiko Kanker Hati, Begini Kata Studi

Minum Kopi Bisa Mengurangi Risiko Kanker Hati, Begini Kata Studi

Jogja | Jum'at, 25 Juni 2021 | 13:41 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB