Benarkah Tocilizumab Ampuh Cegah Kematian Akibat Covid-19? Ini Penjelasannya

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Kamis, 08 Juli 2021 | 15:30 WIB
Benarkah Tocilizumab Ampuh Cegah Kematian Akibat Covid-19? Ini Penjelasannya
Ilustrasi obat. (Elements Envanto)

Suara.com - Obat tocilizumab telah masuk dalam rekomendasi terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Obat ini disebut bisa menurunkan risiko kematian pasien Covid-19 yang bergejala berat atau kritis.

Menurut WHO, tocilizumab golongan obat yang mampu menekan interleukin-6 agar peradangan tidak semakin parah sehingga mencegah terjadinya badai sitokin. Tetapi benarkah obat tersebut seampuh itu?

"Engga juga. Sebetulnya untuk interleukin-6 banyak obatnya, macam-macam. Sebenarnya uji klinik masih berjalan untuk tocilizumab," kata ahli farmasi Universitas Padjajaran Prof. Dr. Keri Lestari saat dihubungi suara.com, Rabu (7/7/2021).

Belum tentu setiap pasien cocok menjalani pengobatan dengan tocilizumab, lanjut Prof. Keri. Terlebih, efek samping yang ditimbulkan obat tersebut juga cukup besar. Sehingga, faktor usia dan komorbid yang dimiliki pasien akan sangat menentukan apakah bisa pengobatan dengan tocilizumab. 

Ilustrasi obat. (Shutterstock)
Ilustrasi obat. (Shutterstock)

"Harus dikawal langsung oleh dokter karena menimbulkan efek samping. Efek sampingnya itu bisa meningkatkan enzim hati, tekanan darah jadi meningkat, sakit kepala, bahkan jadi infeksi pernapasan. Makanya gak boleh sembarangan. Digunakan dalam pertimbangan dokter untuk pasien kritis," jelasnya.

Akibat efek samping tersebut, pemberian tocilizumab juga hanya dilakukan setiap 12 jam. Kemudian pasien akan dipantau selama 24 jam untuk memastikan tidak ada efek samping yang membahayakan, kata prof. Keri.

Uji klinik tocilizumab terhadap pasien Covid-19 sebenarnya baru dilakukan dalam skala kecil, kata Prof. Keri. Namun dari hasil studi di Italia dan China menunjukan hasil yang menjanjikan jika digunakan kepada pasien Covid dengan kondisi kritis.

Penelitian di China baru dilakukan kepada 19 pasien Covid-19 kritis yang diberikan tocilizumab. Sementara penelitian di Italia juga menghasilkan kematian akibat Covid menurun hingga 39 persen. 

"Studi ini diperlukan studi lanjutan. Tapi memang peneliti Eropa dan Amerika juga mulai meneliti tocilizumab, tapi karena harganya mahal jadi ujinya kemungkinan tidak mudah," katanya.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Bidang Farmasi itu menjelaskan bahwa tocilizumab bekerja dengan cara menghambat efek interleukin-6 pada pasien. 

Saat pasien Covid-19 mengalami peradangan, tubuh akan memproduksi interleukin-6 secara alami. Namun kondisi itu akan berbahaya dan menyebabkan badai sitokin jika jumlahnya berlebihan. Disitulah peran tocilizumab untuk menahan produksi interleukin-6 semakin banyak.

"Kita ketahui kondisi perburukan pasien covid adalah adanya badai sitokin. Badai itu ditunjukan dengan interleukin-6 yang sangat tinggi," jelasnya.

Akan tetapi, tocilizumab bulan harapan satu-satunya bagi pasien Covid-19 yang kritis untuk bisa sembuh. Menurut prof. Keri, masih ada alternatif pengobatan lain yang bahkan lebih murah bisa dilakukan terhadap pasien Covid-19.

Tetapi terpenting sebenarnya mencegah pasien Covid-19 tidak berubah menjadi kondisi berat atau kritis.

"Mencegah pada saat pasien dalam kondisi ringan atau sedang supaya tidak berkelanjutan. Pasien sudah dikasih antiimflamasi dalam bentuk vitamin dan suplemen. Jadi dari awal sudah dilakukan antiimflamasi untuk mencegah badai sitokin," jelasnya.

"Dari awal, WHO juga menyatakan bahwa hindari nutrisi pemicu inflamasi. Salah satu pemicu praimflamasi itu minuman manis mengandung gula," pungkas prof. Keri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Direkomendasikan WHO Untuk Cegah Kematian Akibat Covid-19, Segini Harga Obat Tocilizumab

Direkomendasikan WHO Untuk Cegah Kematian Akibat Covid-19, Segini Harga Obat Tocilizumab

Health | Kamis, 08 Juli 2021 | 11:55 WIB

Polisi Tangkap Penimbun Obat hingga Oksigen, Avigan dan Invermectin Disita

Polisi Tangkap Penimbun Obat hingga Oksigen, Avigan dan Invermectin Disita

Kaltim | Kamis, 08 Juli 2021 | 10:04 WIB

Polda Metro Jaya Tangkap Tiga Kelompok Penimbun Obat hingga Oksigen

Polda Metro Jaya Tangkap Tiga Kelompok Penimbun Obat hingga Oksigen

News | Kamis, 08 Juli 2021 | 09:55 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB