Studi: Vaksinasi Covid-19 Dua Dosis Efektif Kasih Perlindungan dari Varian Delta

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Jum'at, 09 Juli 2021 | 10:10 WIB
Studi: Vaksinasi Covid-19 Dua Dosis Efektif Kasih Perlindungan dari Varian Delta
Pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat umum di RSUP M Djamil Padang. [Suara/ B. Rahmat]

Suara.com - Penelitian baru membuktikan bahwa seseorang yang telah menerima vaksinasi Covid-19 dengan dosis penuh bisa lebih terlindungi dari virus corona varian Delta. Sementara yang baru menerima satu dosis, para ahli mengatakan, perlindungan belum sepenuhnya terbentuk, terutama yang tidak memiliki antibodi alami.

“Pada individu yang sebelumnya tidak terinfeksi SARS CoV-2, dosis tunggal vaksin Pfizer atau AstraZeneca hampir tidak menginduksi antibodi penetral terhadap varian Delta,” tulis para peneliti Prancis dalam jurnal Nature dikutip dari Fox News.

"Namun, vaksinasi dua dosis menghasilkan tingkat netralisasi sero yang tinggi terhadap varian Alpha, Beta, dan Delta," tambah para ahli.

Sampel darah dari 10 persen individu yang menggunakan satu dosis vaksin Pfizer-BioNTech atau AstraZeneca dapat menetralkan varian Delta, tetapi jumlah itu meningkat menjadi 95 persen setelah dosis kedua vaksin diberikan.

Penelitian sebelumnya juga telah menunjukkan bahwa varian Delta kira-kira 50 persen lebih mudah menular daripada strain lainnya. Para peneliti mencatat bahwa varian Delta menyimpan mutasi Spike yang beragam dan dapat meningkatkan potensi penghindaran kekebalan.

Ilustrasi Vaksin Gotong Royong. (Dok: Mayora Group)
Ilustrasi Vaksin Gotong Royong. (Dok: Mayora Group)

Para peneliti mencatat bahwa penelitian mereka mungkin masih terbatas oleh rendahnya jumlah penerima vaksin yang dianalisis, hanya terdiri dari 59 orang. 

Mereka juga mengamati 103 orang yang telah pulih dari Covid-19 dan menemukan bahwa kemampuan antibodi alami untuk menetralisir virus menurun secara signifikan hingga 4-6 kali lipat untuk varian Delta dibandingkan dengan strain lainnya. Sensitivitas ini meningkat setelah satu dosis vaksin. 

Studi lain oleh para peneliti Inggris menemukan bahwa dua dosis vaksin Pfizer disebut 88 persen protektif terhadap infeksi simtomatik dengan varian Delta. Sementara penelitian di Israel juga menemukan bahwa vaksin Pfizer 64 persen efektif melawan infeksi ringan dengan varian Delta. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah Dua Kali Vaksin, Kadinkes Batam Alami Demam dan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Sudah Dua Kali Vaksin, Kadinkes Batam Alami Demam dan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Batam | Jum'at, 09 Juli 2021 | 10:07 WIB

Hits Health: Kelompok yang Terlindungi dari Varian Delta, Makanan Kaya Zat Besi

Hits Health: Kelompok yang Terlindungi dari Varian Delta, Makanan Kaya Zat Besi

Health | Jum'at, 09 Juli 2021 | 09:40 WIB

Stok Habis Sejak Rabu, Pemkot Batam Minta Tambahan Vaksin Covid-19 Dari Pusat

Stok Habis Sejak Rabu, Pemkot Batam Minta Tambahan Vaksin Covid-19 Dari Pusat

Batam | Jum'at, 09 Juli 2021 | 09:20 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB