Pentingnya Hormon Prolaktin untuk Lancarkan ASI, Simak Cara Meningkatkannya

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Jum'at, 09 Juli 2021 | 14:15 WIB
Pentingnya Hormon Prolaktin untuk Lancarkan ASI, Simak Cara Meningkatkannya
Ilustrasi ibu menyusui. (Shutterstock)

Suara.com - Khawatir tentang suplai Air Susu Ibu (ASI) yang rendah sering terjadi pada minggu-minggu pertama setelah melahirkan. Beberapa perempuan akan berjuang untuk menghasilkan susu yang cukup selama pengalaman menyusui mereka.

Melansir dari Insider, tidak ada jumlah 'normal' ASI yang harus hasilkan perempuan. Itulah yang dikatakan Lyndsey Garbi, MD, seorang dokter anak dan anggota tim ahli Verywell.

"Penentuan berapa banyak yang akan dimiliki seorang ibu sangat bergantung pada tubuh mereka, bayinya, dan praktik yang dia gunakan segera setelah bayi lahir untuk melancarkan produksi ASI dan mengatur suplainya," ungkap dia.

Secara umum, bayi berusia dua hingga tiga minggu akan mengonsumsi sekitar 15 hingga 25 ons ASI setiap hari. Ini meningkat menjadi 25 hingga 35 ons per hari pada akhir bulan pertama.

"Cara terbaik untuk mengetahui apakah Anda menghasilkan cukup ASI adalah jika bayi Anda tumbuh, bertambah berat, dan tampak puas setelah menyusui," kata Jessica Madden, MD, dokter anak dan neonatologis dan direktur medis Aeroflow Breastpumps.

Ilustrasi ibu menyusui. (Elements Envato)
Ilustrasi ibu menyusui. (Elements Envato)

Untuk meningkatkan kadar ASI, Anda perlu meningkatkan hormon prolaktin. Hormon ini dibutuhkan untuk membuat susu dan meningkat segera setelah Anda melahirkan. 

Anda terus memproduksinya sebagai respons terhadap menyusui. Jika Anda tidak mulai menyusui dalam bulan pertama setelah melahirkan, kadar prolaktin akan kembali seperti sebelum Anda hamil dan Anda akan kesulitan memproduksi susu setelah itu.

"Oleh karena itu, cara terbaik untuk meningkatkan prolaktin setelah melahirkan adalah sering menyusui atau sesi pemompaan setidaknya 8 hingga 10 sesi per hari dalam beberapa minggu pertama setelah kelahiran," kata Madden.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Pengaruhi ASI, Ibu Menyusui Boleh Ikut Vaksinasi Covid-19

Tak Pengaruhi ASI, Ibu Menyusui Boleh Ikut Vaksinasi Covid-19

Sumbar | Jum'at, 09 Juli 2021 | 12:10 WIB

Studi: Tak Pengaruhi ASI, Ibu Menyusui Tak Perlu Khawatir Vaksinasi

Studi: Tak Pengaruhi ASI, Ibu Menyusui Tak Perlu Khawatir Vaksinasi

Health | Rabu, 07 Juli 2021 | 13:28 WIB

Jennifer Bachdim Suntik Vaksin Covid-19, Risetnya Sampai Tanya Dokter Luar Negeri!

Jennifer Bachdim Suntik Vaksin Covid-19, Risetnya Sampai Tanya Dokter Luar Negeri!

Entertainment | Selasa, 06 Juli 2021 | 19:49 WIB

Terkini

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 19:44 WIB

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB