Amerika Serikat Tak Akan Berikan Berika Suntikan Ketiga Vaksin Covid-19

Arendya Nariswari, Lilis Varwati

Minggu, 11 Juli 2021 | 11:18 WIB
Amerika Serikat Tak Akan Berikan Berika Suntikan Ketiga Vaksin Covid-19
Vaksin Pfizer. (Anadolu Agency/Tayfun Coşkun)

Suara.com - Lembaga Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat bersama Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menolak tawaran vaksinasi ketiga Covid-19 atau booster dari Pfizer

Kedua Badan Kesehatan itu mengatakan orang Amerika yang telah divaksinasi penuh tidak memerlukan dosis tambahan.

Menurutnya, AS beruntung memiliki vaksin yang sangat efektif dan tersedia secara luas untuk populasinya yang memenuhi syarat. 

"Orang yang divaksinasi lengkap terlindungi dari penyakit parah dan kematian, termasuk dari varian yang saat ini beredar seperti Delta. Orang yang tidak divaksinasi tetap berisiko. Hampir semua rawat inap dan kematian Covid-19 termasuk di antara mereka yang tidak divaksinasi," kata pernyataan teetulis FDA dan CDC, dikutip dari Fox News.

Sebuah botol vaksin Pfizer untuk Covid-19 di sebuah rumah sakit di Le Mans, Prancis. [AFP/Jean Francois Monier]
Sebuah botol vaksin Pfizer untuk Covid-19 di sebuah rumah sakit di Le Mans, Prancis. [AFP/Jean Francois Monier]

Oleh sebab itu, mereka terus mendesak pejabat federal juga masyarakat umum yang belum menerima suntikan vaksin untuk melakukannya sesegera mungkin. Data mengenai efektivitas vaksin terhadap varian Delta, terutama pada penerima satu suntikan Johnson & Johnson, sebagian telah memicu perdebatan.

Namun, pejabat kesehatan telah menekankan bahwa individu yang divaksinasi penuh memiliki tingkat perlindungan yang tinggi. Bahwa risiko sebenarnya adalah populasi yang tidak divaksinasi.

"Orang Amerika yang telah divaksinasi lengkap tidak memerlukan suntikan booster saat ini," kata lembaga tersebut pada Kamis (8/7).

"FDA, CDC, dan NIH terlibat dalam proses ketat berbasis sains untuk mempertimbangkan apakah booster mungkin diperlukan. Proses ini memperhitungkan data laboratorium, data uji klinis, dan data kohort yang dapat mencakup data dari obat-obatan tertentu," tertulis dalam pernyataan tersebut.

"Kami terus meninjau data baru apa pun yang tersedia dan akan terus memberi informasi kepada publik. Kami siap untuk dosis booster jika dan ketika ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa mereka diperlukan," imbuh mereka.

Pfizer telah mengumumkan bahwa mereka akan mencari EUA untuk booster pada bulan Agustus. Dr. Mikael Dolsten, seorang eksekutif Pfizer, mengatakan bahwa data awal menunjukkan booster melihat tingkat antibodi melonjak lima hingga sepuluh kali lipat setelah dosis ketiga dibandingkan dengan dosis kedua yang diberikan beberapa bulan sebelumnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin Covid-19 Dijual Kimia Farma, LaporCovid19: Negara Ini Makin Kacau

Vaksin Covid-19 Dijual Kimia Farma, LaporCovid19: Negara Ini Makin Kacau

News | Minggu, 11 Juli 2021 | 10:33 WIB

Resmi! Pemerintah Tetapkan Harga Vaksin Sinopharm Rp 879.140

Resmi! Pemerintah Tetapkan Harga Vaksin Sinopharm Rp 879.140

Bogor | Minggu, 11 Juli 2021 | 10:13 WIB

Cara Daftar Vaksinasi COVID-19 Berbayar di Klinik Kimia Farma

Cara Daftar Vaksinasi COVID-19 Berbayar di Klinik Kimia Farma

Bekaci | Minggu, 11 Juli 2021 | 09:03 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB