Wanita Lebih Berisiko Alami Long Covid-19, ini 3 Faktor Pemicunya!

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 13 Juli 2021 | 09:22 WIB
Wanita Lebih Berisiko Alami Long Covid-19, ini 3 Faktor Pemicunya!
Ilustrasi virus corona Covid-19, Long Covid-19 (Pixabay/Coyot)

Suara.com - Long Covid-19 adalah gejala berkepanjangan akibat virus corona Covid-19 yang berdampak pada 1-5 orang setelah dinyatakan sembuh.

Tapi, ada beberapa orang yang memiliki risiko tinggi mengalami Long Covid-19, salah satunya wanita. Gejala Long Covid-19 sendiri biasanya berupa kelelahan, masalah irama jantung, masalah pernapasan dan sebagainya.

Para ahli pun berusaha mencari tahu penyebab wanita lebih berisiko tinggi mengalami Long Covid-19. Dilansir dari Times of India, ternyata ini 3 faktornya.

1. Sistem kekebalan lebih kuat

Studi sebelumnya menunjukkan bahwa wanita memiliki prevalensi lebih tinggi dari nyeri kronis dan sindrom kelelahan, kedua kondisi ini memiliki gejala yang mirip dengan Long Covid-19. Hal itu juga bisa menjadi salah satu penyebab wanita lebih rentan mengalami Long Covid-19.

Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona Covid-19, Long Covid-19 (Pixabay/mohamed_hassan)

Para ahli telah merinci sebagian besar kondisi ini terkait dengan aktivasi berlebih sel kekebalan dalam tubuh, yang cepat mengenali fragmen patogen, memicu respons imun dan jarang melepaskan sitokin yang membuat seseorang merasa tak sehat.

Studi klinis juga telah menetapkan bahwa sebagian besar kasus Long Covid-19 dialami wanita perimenopause. Karena itulah, wanita usia antara 40 hingga 50 tahun lebih berisiko tinggi alami Long Covid-19.

2. Alami gejala yang lebih banyak saat terinfeksi

Penyebab lain wanita lebih berisiko alami Long Covid-19 dibandingkan pria, karena lebih banyak wanita yang melaporkan gejala dan butuh perawatan medis ketika terinfeksi virus corona.

baca juga

Wanita juga telah terbukti memiliki risiko tinggi mengalami sakit kronis dan kelelahan sebagai dampak Long Covid-19 seumur hidup.

3. Peningkatan hormon

Perbedaan hormonal antara wanita dan pria bisa mengubah respons vaksinasi pada wanita yang menyebabkan gejala, seperti sakit perut dan perubahan siklus menstruasi.

Perubahan hormonal pada wanita ini juga dinilai meningkatkan risiko Long Covid-19 ketika terinfeksi virus corona. Wanita bisa mengalami Long Covid-19 selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah hasil tes virus corona negatif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Temuan Baru, Tes Darah Bisa Deteksi Long Covid-19 Pada Pasien Virus Corona

Temuan Baru, Tes Darah Bisa Deteksi Long Covid-19 Pada Pasien Virus Corona

Health | Selasa, 13 Juli 2021 | 07:47 WIB

Ilmuwan Sebut Vaksin Flu Bisa Turunkan Risiko Infeksi Parah Akibat Covid-19

Ilmuwan Sebut Vaksin Flu Bisa Turunkan Risiko Infeksi Parah Akibat Covid-19

Health | Selasa, 13 Juli 2021 | 07:23 WIB

Tak Hanya Haid, Ini 4 Penyebab Timbulnya Jerawat

Tak Hanya Haid, Ini 4 Penyebab Timbulnya Jerawat

Your Say | Senin, 12 Juli 2021 | 15:12 WIB

Terkini

5 Serum Alpha Arbutin untuk Mencerahkan Wajah dan Flek Hitam Sesuai Review Pengguna

5 Serum Alpha Arbutin untuk Mencerahkan Wajah dan Flek Hitam Sesuai Review Pengguna

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:28 WIB

DPR Prihatin Rektor Unsoed Kena OTT KPK: Kampus Itu Meritokrasi, Bukan Ruang Transaksi

DPR Prihatin Rektor Unsoed Kena OTT KPK: Kampus Itu Meritokrasi, Bukan Ruang Transaksi

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:27 WIB

BRI dan Pegadaian Sinergikan Ekosistem Emas untuk Indonesia

BRI dan Pegadaian Sinergikan Ekosistem Emas untuk Indonesia

Surakarta | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:26 WIB

BRI Siap Jadikan Potensi Emas Indonesia Kekuatan Ekonomi Nasional

BRI Siap Jadikan Potensi Emas Indonesia Kekuatan Ekonomi Nasional

Bogor | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:22 WIB

BRI Perkuat Peran Emas Sebagai Investasi dan Penyimpan Nilai

BRI Perkuat Peran Emas Sebagai Investasi dan Penyimpan Nilai

Lampung | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:17 WIB

Iran Siapkan Rudal Generasi Baru Lawan Amerika Serikat, Hulu Ledak Canggih dan Presisi

Iran Siapkan Rudal Generasi Baru Lawan Amerika Serikat, Hulu Ledak Canggih dan Presisi

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:17 WIB

Kimpul Mendadak Viral, Benarkah Umbi Lokal Ini Lebih Sehat dari Nasi?

Kimpul Mendadak Viral, Benarkah Umbi Lokal Ini Lebih Sehat dari Nasi?

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:15 WIB

Ekosistem Emas BRI Capai 153 Ton, Potensi Pertumbuhan Masih Terbuka

Ekosistem Emas BRI Capai 153 Ton, Potensi Pertumbuhan Masih Terbuka

Bekaci | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:13 WIB

BCA Bagikan Dividen Interim Rp3,07 Triliun, Ini Jadwal Pencairannya

BCA Bagikan Dividen Interim Rp3,07 Triliun, Ini Jadwal Pencairannya

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:11 WIB

BRI Dorong Integrasi Ekosistem Emas untuk Perkuat Keuangan Nasional

BRI Dorong Integrasi Ekosistem Emas untuk Perkuat Keuangan Nasional

Malang | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:09 WIB

×