Temuan Litbangkes, Ini Jamu untuk Atasi Radang Sendi

Vania Rossa, Aflaha Rizal Bahtiar

Rabu, 14 Juli 2021 | 06:09 WIB
Temuan Litbangkes, Ini Jamu untuk Atasi Radang Sendi
Ilustrasi radang sendi. (Shutterstock)

Suara.com - Sering dikaitkan dengan pertambahan usia, penyakit radang sendi atau osteoartritis (OA) merupakan penyakit degeneratif pada sendi. Penyakit ini merupakan penyebab utama gangguan otot dan sendi di seluruh dunia dan menjadi penyebab ketidakmampuan fisik terbesar kedua setelah penyakit jantung untuk usia di atas 50 tahun.

World Health Organization (WHO) memperkirakan 400 per seribu populasi dunia yang berusia di atas 70 tahun menderita OA dan 800 per seribu pasien OA mempunyai keterbatasan gerak derajat ringan sampai berat yang mengurangi kualitas hidup mereka.

Lalu bagaimana cara mengobati gerak sendi? Dilansir dari Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI, untuk mengobati penyakit ini bisa dicegah lewat ramuan jamu.

Lewat penelitian Saintifikasi Jamu, riset berbasis pelayanan ini telah menghasilkan penelitian formula jamu yang terbukti aman dan berkhasiat. Sejak diluncurkan pada tahun 2013, beberapa formula jamu saintifik sudah dihasilkan, salah satunya jamu untuk mengobati radang sendi lutut. Berikut ramuannya:

  • Biji adas 3 gram
  • Daun kumis kucing 5 gram
  • Herba rumput bolong 5 gram
  • Rimpang temulawak 15 gram
  • Rimpang kunyit 15 gram
  • Herba meniran 7 gram

Ramuan di atas dibandingkana dengan obat standar piroxicam. Penelitian ini bersifat multicenter dengan melibatkan 30 dokter yang telah mendapatkan pelatihan Saintifikasi Jamu. Dokter peneliti berasal dari 20 kabupaten yaitu Temanggung, Karanganyar, Surakarta, Sragen, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Semarang, Kendal, Pekalongan, Tegal, Bantul, Kulon Progo, Metro Lampung, Palembang, Kapuas, Makassar, Kendari, Malang, Denpasar serta Rumah Riset Jamu Hortus Medicus.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ramuan jamu ini mampu menurunkan nyeri sebanding dengan obat moderen. Jamu juga mampu memperbaiki fungsional sendi dengan mengurangi rasa kekakuan sendi, kesulitan bergerak dan mengurangi derajat ketergantungan secara signifikan sejak hari ke-7 sampai hari ke-28.

Pemberian ramuan jamu untuk OA selama 28 hari intervensi dan obat pembanding, tidak ditemukan gejala atau efek samping yang serius. Jamu untuk OA dan obat pembanding tidak mengganggu fungsi hati dan fungsi ginjal.

Mengacu kepada hasil riset, maka jamu saintifik radang sendi lutut memiliki khasiat sebanding dengan obat moderen dalam meredakan nyeri dan meningkatkan gerak sendi. Jamu ini dapat meningkatkan kualitas hidup penderita dan aman digunakan.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wajib Waspada, Makan Buah Ini Bisa Memperburuk Radang Sendi

Wajib Waspada, Makan Buah Ini Bisa Memperburuk Radang Sendi

Health | Kamis, 08 Juli 2021 | 16:53 WIB

Pengertian dan Jenis Jamu, Siapa Itu Mbok Jamu?

Pengertian dan Jenis Jamu, Siapa Itu Mbok Jamu?

Health | Selasa, 06 Juli 2021 | 09:00 WIB

Warisan Indonesia, Ini Sejarah Jamu Sejak Zaman Purba Hingga Modern

Warisan Indonesia, Ini Sejarah Jamu Sejak Zaman Purba Hingga Modern

Health | Senin, 05 Juli 2021 | 11:50 WIB

Terkini

Media Asing Sorot Kelangkaan BBM Bali, Singgung Kondisi Ekonomi Warga

Media Asing Sorot Kelangkaan BBM Bali, Singgung Kondisi Ekonomi Warga

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:21 WIB

Negarawan Tidak Harus Mantan Presiden, SBY Ingatkan Politisi Utamakan Negara Baru Partai

Negarawan Tidak Harus Mantan Presiden, SBY Ingatkan Politisi Utamakan Negara Baru Partai

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:20 WIB

ISPA Dominasi 11.707 Kasus Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap di Pekanbaru

ISPA Dominasi 11.707 Kasus Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap di Pekanbaru

Riau | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:20 WIB

E-book Bukan Solusi: Menyoal Keterjangkauan Buku di Tengah Digitalisasi

E-book Bukan Solusi: Menyoal Keterjangkauan Buku di Tengah Digitalisasi

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Masyarakat Sipil Dorong Pemakzulan Gibran Usai Putusan MK, PKS Siap Jadi Jembatan Aspirasi

Masyarakat Sipil Dorong Pemakzulan Gibran Usai Putusan MK, PKS Siap Jadi Jembatan Aspirasi

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19 WIB

Yamaha Marine Perluas Layanan Mesin Tempel Dukunng Sektor Bahari Indonesia

Yamaha Marine Perluas Layanan Mesin Tempel Dukunng Sektor Bahari Indonesia

Otomotif | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:18 WIB

Bukan Lagi Politisi Aktif, SBY: Sekarang Hanya Mentor dan Mendoakan

Bukan Lagi Politisi Aktif, SBY: Sekarang Hanya Mentor dan Mendoakan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:18 WIB

Siap-siap! Ada Wacana ASN Ambil Gaji di KDMP

Siap-siap! Ada Wacana ASN Ambil Gaji di KDMP

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:17 WIB

Sekolah Lumpuh 3 Hari akibat BBM Langka di Denpasar, Siswa Belajar Daring

Sekolah Lumpuh 3 Hari akibat BBM Langka di Denpasar, Siswa Belajar Daring

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Di Forum Global OECD Paris, Indonesia Paparkan Strategi Penyederhanaan Birokrasi

Di Forum Global OECD Paris, Indonesia Paparkan Strategi Penyederhanaan Birokrasi

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:15 WIB

×