alexametrics

3 Langkah Pencegahan Covid-19 Jika Belum Divaksinasi dan Berita Kesehatan Menarik Lain

M. Reza Sulaiman
3 Langkah Pencegahan Covid-19 Jika Belum Divaksinasi dan Berita Kesehatan Menarik Lain
Ilustrasi Covid-19. (Elements Envato)

3 Langkah pencegahan Covid-19 bagi Anda yang belum divaksinasi menjadi berita kesehatan paling banyak dibaca hari ini, Senin (19/7/2021).

Suara.com - 3 Langkah pencegahan Covid-19 bagi Anda yang belum divaksinasi menjadi berita kesehatan paling banyak dibaca hari ini, Senin (19/7/2021).

Ada juga kabar tentang vaksin Sinopharm yang baru mendarat hingga cara mencegah penularan Covid-19 ketika bepergian.

Simak rangkuman berita kesehatan menarik lainnya dari Suara.com, berikut ini:

1. Cegah Penularan Covid-19 saat Berpergian, Lakukan 3 Tindakan Pencegahan Ini!

Baca Juga: Update COVID-19 Jakarta Senin 19 Juli: Positif 5.000, Sembuh 12.690, Meninggal 242

Ilustrasi berpergian di kereta (Pixabay/TheOtherKey)
Ilustrasi berpergian di kereta (Pixabay/TheOtherKey)

Kasus virus corona Covid-19 masih tinggi meskipun sejumlah negara telah melakukan program vaksinasi. Karena, munculnya varian virus corona baru ini dipercaya lebih menular.

SetiaP orang harus melakukan tindakan pencegahan yang ketat demi melindungi dirinya sendiri, meskipun sudah suntik vaksin Covid-19. Khusus, tindakan pencegahan ketika berpergian.

Baca selengkapnya

2. Bagi Orang yang Belum Vaksin Covid-19, Lakukan 3 Langkah Pencegahan Ini!

Ilustrasi virus corona covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)
Ilustrasi virus corona covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Sejumlah negara sudah menggencarkan program vaksin Covid-19 untuk warganya. Tapi, masih ada banyak orang yang mungkin belum bisa suntik vaksin Covid-19, karena tidak memenuhi syarat.

Baca Juga: Relawan Satgas Covid-19 Bagi Ratusan Ribu Masker di 13 Daerah PPKM Darurat

Kelompok orang yang belum bisa mendapatkan suntik vaksin Covid-19, seperti ibu hamil dan anak-anak. Karena itu, mereka harus melakukan tindakan pencegahan yang ketat demi melindungi dirinya.

Baca selengkapnya

3. Vaksin Sinopharm Mendarat di Indonesia, Kimia Farma: Untuk Vaksin Gotong Royong dan WNA

Vaksin Sinopharm tiba di Indonesia untuk program vaksinasi gotong royong dan khusus warga negara asing (WNA). (Dok. Kimia Farma)
Vaksin Sinopharm tiba di Indonesia untuk program vaksinasi gotong royong dan khusus warga negara asing (WNA). (Dok. Kimia Farma)

Indonesia kembali kedatangan vaksin Covid-19 sebanyak 1.184.000 dosis atau setara 592.000 vial produksi Sinopharm. Vaksin Sinopharm tersebut rencananya akan digunakan untuk program vaksinasi gotong royong dan khusus warga negara asing (WNA).

Vaksin dibawa ke Tanah Air dengan pesawat Garuda Indonesia nomor GA 891. Direktur Utama Kimia Farma Verdi Budidarmo mengatakan, kedatangan vaksin tersebut menjadi tahap kelima rangkaian kedatangan vaksin Sinopharm untuk Vaksin Gotong Royong. Saat ini sudah tiba sebanyak 5,5 juta dosis vaksin Sinopharm.

Baca selengkapnya

4. Update Covid-19 Global: Kasus Positif Harian Tertinggi di Dunia, Inggris Cabut Lockdown

Warga Inggris mengenakan masker saat berjalan di sepanjang Oxford Street, Kota London, (5/7/2021). [DANIEL LEAL-OLIVAS / AFP]
Warga Inggris mengenakan masker saat berjalan di sepanjang Oxford Street, Kota London, (5/7/2021). [DANIEL LEAL-OLIVAS / AFP]

Update Covid-19 global menunjukkan pertambahan kasus positif sebanyak 440.738 orang dalam 24 jam terakhir. Di waktu yang sama, orang yang meninggal setelah terinfeksi virus corona SARS Cov-2 itu juga bertambah 6.694 jiwa.

Akumulasi akibat penambahan itu membuat kasus Covid-19 di dunia seluruhnya menjadi 191,19 juta, dengan angka kematian 4,1 juta jiwa. Demikian mengutip data dari situs worldometers.info, Senin (19/7) pukul 07.45 WIB.

Baca selengkapnya

5. Kasus Positif Covid-19 Turun, Epidemiolog: Bukan Jadi Tanda Pandemi Terkendali

Ilustrasi Covid-19 - (Pixabay/sweetlouise)
Ilustrasi Covid-19 - (Pixabay/sweetlouise)

Kasus positif Covid-19 di Indonesia turun menjadi 44 ribu kemarin, di hari ke-16 PPKM darurat. Jumlah itu turun setelah sebelumnya tembus 50 ribu dalam empat hari berturut-turut.

Akan tetapi, epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman mengingatkan bahwa penurunan itu bukan berarti menjadi tanda pandemi terkendali. Menurutnya, perlu melihat tiga hal untuk memastikan wabah Covid-19 sudah terkendali.

Baca selengkapnya