Kasus Positif Covid-19 Turun, Epidemiolog: Bukan Jadi Tanda Pandemi Terkendali

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 19 Juli 2021 | 09:46 WIB
Kasus Positif Covid-19 Turun, Epidemiolog: Bukan Jadi Tanda Pandemi Terkendali
Ilustrasi Covid-19 - (Pixabay/sweetlouise)

Suara.com - Kasus positif Covid-19 di Indonesia turun menjadi 44 ribu kemarin, di hari ke-16 PPKM darurat. Jumlah itu turun setelah sebelumnya tembus 50 ribu dalam empat hari berturut-turut.

Akan tetapi, epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman mengingatkan bahwa penurunan itu bukan berarti menjadi tanda pandemi terkendali. Menurutnya, perlu melihat tiga hal untuk memastikan wabah Covid-19 sudah terkendali.

"Pertama adalah tes positivity rate itu harus menurun mengarah ke 5 persen. Selama belum mencapai 5 persen, kita masih dalam status pandemi, belum terkendali," kata Dicky saat dihubungi suara.com, Minggu (18/7/2021).

Dicky mengingatkan, meski keterisian tempat tidur di rumah sakit menurun, tidak akan berarti apa-apa jika positivity rate masih tinggi. Justru, ia meragukan kapasitas tes positif yang dilakukan.

Kedua, lanjutnya, angka reproduksi (tingkat potensi penularan virus) di Indonesia juga masih tinggi. Agar terkendali, angka reproduksi Indonesia harus di bawah 1. Sebab menurut Dicky, kalaupun angka reprodiksi telah 1, tetap ada kemungkinan virus berpindah antar manusia.

Faktor ketiga ditandai dengan dua hal yang berdekatan atau disebut juga lagging indikator. Dicky menjelaskan, jika tingkat hunian rumah sakit turun, artinya seluruh fungsi layanan kesehatan, seperti ICU, IGD, dan lainnya sudah berjalan kembali normal. Juga diikuti dengan angka kematian yang menurun.

"Semua indikator utama itu harus memiliki tren yang sejalan. Kalau tidak, itu berarti belum terkendali," ucapnya.

Menurut pandangan Dicky juga, kasus positif harian naik sebenarnya bisa menunjukan hal baik ketika itu dilakukan dengan cakupan testing dan tracing yang tinggi. Juga dilanjut dengan karantina.

"Ini yang harus diubah dalam paradigma masyarakat dan pemerintah karena menemukan kasus infeksi itu fatal dan vital. Kalau diabaikan akan berakibat fatal, kita jadi tidak bisa melakukan pencegahan, tidak bisa melakukan perawatan dukungan secara cepat, tidak bisa melakukan karantina yang efektif. Padahal isolasi karantina itulah yang akan memutus mata rantai penularan," paparnya.

baca juga

"Misalnya kasus kita 100.000 pun tidak masalah asal ada tindak lanjutnya, selain yang 4 empat indikator tadi. Jadi kesimpulan saya, sejauh ini PPKM ini belum gagal tapi juga belum signifikan menurunkan kasus," imbuhnya.

Meski begitu, PPKM darurat dipandang berpotensi kendalikan pandemi karena angka reproduksi relatif stabil sejak awal menjelang perpanjangan masa PPKM.

"Itu satu juga tanda yang cukup positif bahwa ada peran dari PPKM darurat, jangan sampai sebelum mencapai buahnya, sudah berhenti," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pecah Rekor Baru! Kasus Covid-19 di Kaltim Bertambah 1.724 Orang

Pecah Rekor Baru! Kasus Covid-19 di Kaltim Bertambah 1.724 Orang

Kaltim | Jum'at, 16 Juli 2021 | 21:29 WIB

Lawan Varian Delta, AS Berencana Tambah Bantuan Vaksin Bagi Negara yang Membutuhkan

Lawan Varian Delta, AS Berencana Tambah Bantuan Vaksin Bagi Negara yang Membutuhkan

Video | Jum'at, 16 Juli 2021 | 16:20 WIB

Update Covid-19 RI 15 Juli: Rekor Baru 56.757 Kasus Positif, Korban Jiwa Tembus 70 Ribu

Update Covid-19 RI 15 Juli: Rekor Baru 56.757 Kasus Positif, Korban Jiwa Tembus 70 Ribu

News | Kamis, 15 Juli 2021 | 15:55 WIB

Terkini

Hindari Macet Sekitar GBK! Simak Rute Alternatif Jelang ASEAN Cup 2026 Malam Ini

Hindari Macet Sekitar GBK! Simak Rute Alternatif Jelang ASEAN Cup 2026 Malam Ini

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:34 WIB

4 Rekomendasi Spicule Serum Lokal untuk Mengecilkan Pori dan Bopeng

4 Rekomendasi Spicule Serum Lokal untuk Mengecilkan Pori dan Bopeng

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:34 WIB

Batin Tersiksa Gara-Gara Selalu Bilang 'Iya'? Ini 4 Cara Bebaskan Diri dari Rasa Bersalah

Batin Tersiksa Gara-Gara Selalu Bilang 'Iya'? Ini 4 Cara Bebaskan Diri dari Rasa Bersalah

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:34 WIB

Menguak Raksasa Industri Tiongkok di Balik Merek Otomotif BAW

Menguak Raksasa Industri Tiongkok di Balik Merek Otomotif BAW

Otomotif | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:33 WIB

Membongkar Crab Mentality: Saat Perempuan Dipaksa Berebut Sisa Sumber Daya

Membongkar Crab Mentality: Saat Perempuan Dipaksa Berebut Sisa Sumber Daya

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:30 WIB

VIVIZ Terancam Ganti Nama Grup Usai Eunha, SinB, Umji Gabung Agensi Baru

VIVIZ Terancam Ganti Nama Grup Usai Eunha, SinB, Umji Gabung Agensi Baru

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:25 WIB

Ramai Jasa Bikin Surat Sakit Palsu: Bukti Karyawan Makin Licik atau Budaya Kerja yang Toxic?

Ramai Jasa Bikin Surat Sakit Palsu: Bukti Karyawan Makin Licik atau Budaya Kerja yang Toxic?

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:23 WIB

Polisi Siagakan 10.121 Personel Gabungan Amankan Final Timnas Indonesia vs Thailand di SUGBK

Polisi Siagakan 10.121 Personel Gabungan Amankan Final Timnas Indonesia vs Thailand di SUGBK

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:17 WIB

Liputan IIBF 2026: Nonton Bilal Indrajaya, Kulineran, hingga Pesan Puisi Dadakan Seikhlasnya

Liputan IIBF 2026: Nonton Bilal Indrajaya, Kulineran, hingga Pesan Puisi Dadakan Seikhlasnya

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:16 WIB

9 HP Murah RAM 8 GB Internal 256 GB yang Bisa Kamu Beli

9 HP Murah RAM 8 GB Internal 256 GB yang Bisa Kamu Beli

Tekno | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:15 WIB

×