Peneliti: Tak Ada Hubungan antara Asupan Kafein dan Gangguan Irama Jantung

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Selasa, 20 Juli 2021 | 12:23 WIB
Peneliti: Tak Ada Hubungan antara Asupan Kafein dan Gangguan Irama Jantung
Ilustrasi minum kopi (Shutterstock).

Suara.com - Selama beberapa dekade, dokter telah memperingatkan orang-orang yang menderita masalah irama jantung untuk menghindari kopi. Hal ini disebabkan kekhawatiran bahwa sentakan kafein dapat memicu detak jantung yang tiba-tiba.

Tetapi sebuah studi baru menemukan bahwa kebanyakan orang dapat menikmati kafein pagi atau sore tanpa khawatir. Kafein tampaknya tidak meningkatkan risiko aritmia pada kebanyakan orang.

"Kami tidak melihat bukti untuk rekomendasi berbasis luas ini untuk menghindari kopi atau kafein," kata rekan penulis studi Dr. Gregory Marcus, kepala asosiasi kardiologi untuk penelitian di University of California, San Francisco seperti yang dikutip dari US News

"Mungkin ada beberapa individu di mana kafein adalah pemicunya, tetapi saya pikir bukti yang berkembang adalah kasus-kasus itu sebenarnya cukup langka," imbuhnya. 

Melansir dari US News, hasil menunjukkan bahwa setiap tambahan secangkir kopi yang diminum seseorang setiap hari dapat menurunkan risiko aritmia rata-rata sekitar 3 persen. Penelitian mereka telah diterbitkan 19 Juli di JAMA Internal Medicine.

Ini yang bikin mata melek selama bekerja
Ini yang bikin mata melek selama bekerja


"Mayoritas orang, bahkan mereka yang menderita aritmia, seharusnya bisa menikmati secangkir kopi mereka," kata Marcus.

Untuk melihat apakah kafein benar-benar dapat menyebabkan jantung berpacu atau berdetak tidak normal, Marcus dan rekan-rekannya menganalisis data dari lebih dari 386.000 orang yang berpartisipasi dalam studi kesehatan jangka panjang di Inggris.

Dari kelompok besar itu, sekitar 17.000 mengembangkan masalah irama jantung selama rata-rata tindak lanjut 4,5 tahun. Semua peserta ditanya tentang konsumsi kopi mereka ketika mereka memasuki penelitian. Para peneliti membandingkan respons mereka terhadap kemungkinan mereka mengembangkan irama jantung yang tidak normal.

Hasilnya, tidak ada hubungan sama sekali antara kafein dan gangguan irama jantung, bahkan ketika peneliti memperhitungkan faktor genetik yang mungkin mempengaruhi cara individu memetabolisme kafein.

baca juga

"Kami tidak dapat menemukan bukti pada tingkat populasi bahwa mereka yang mengonsumsi lebih banyak kopi atau mereka yang terpapar lebih banyak kafein mengalami peningkatan risiko aritmia," kata Marcus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awas, Asupan Kopi Berlebih Bisa Sebabkan Osteoporosis, Ini Kata Pakar

Awas, Asupan Kopi Berlebih Bisa Sebabkan Osteoporosis, Ini Kata Pakar

Health | Sabtu, 17 Juli 2021 | 13:44 WIB

4 Kebiasaan di Malam Hari Ini Dapat Mengganggu Kesehatan

4 Kebiasaan di Malam Hari Ini Dapat Mengganggu Kesehatan

Your Say | Kamis, 15 Juli 2021 | 15:04 WIB

Penelitian: Kopi Disebut Mampu Bantu Hindari Keparahan akibat Covid-19

Penelitian: Kopi Disebut Mampu Bantu Hindari Keparahan akibat Covid-19

Health | Senin, 12 Juli 2021 | 14:01 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB