alexametrics

Bocah 12 Tahun di India Meninggal Akibat Flu Burung

Bimo Aria Fundrika
Bocah 12 Tahun di India Meninggal Akibat Flu Burung
Ilustrasi flu burung. (Shutterstocks)

Flu burung adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus avian influenza Tipe A yang banyak ditemukan pada unggas liar.

Suara.com - India baru-baru ini melaporkan kasus pertama infeksi dan kematian manusia akibat Flu Burung. Ini bermula ketika seornag eorang anak laki-laki berusia 12 tahun, yang telah terinfeksi virus influenza.

Mulanya ia dirawat di AIIMS pada 2 Juli, dan dinyatakan meninggal pada hari Selasa. Di tengah spekulasi seputar kemungkinan gelombang ketiga pandemi virus corona, berita tersebut telah menimbulkan banyak kekhawatiran di kalangan netizen.

Flu burung adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus avian influenza Tipe A yang banyak ditemukan pada unggas liar. Demikian seperti dilansir dari Times of India. 

Laporan terbaru menunjukkan bahwa flu burung juga dapat menginfeksi manusia. . Seperti namanya, flu burung umumnya terdeteksi pada burung dan dapat menimbulkan risiko besar bagi unggas, seperti ayam, kalkun, bebek, dan lainnya.

Baca Juga: Survei: Dua per Tiga Orang India Sudah Memiliki Antibodi Covid-19

Ilustrasi flu burung. 

Para ahli percaya bahwa meskipun manusia dapat tertular infeksi, itu sangat jarang dan tidak biasa.

Kematian tragis seorang anak laki-laki 12 tahun di AIIMS adalah kasus pertama infeksi manusia yang dilaporkan di India. Menurut kepala AIIMS Randeep Guleria, sampel dari pasien diuji dan dikonfirmasi untuk flu burung oleh National Institute of Virology, Pune.

China baru-baru ini melaporkan kasus pertama infeksi manusia dengan jenis flu burung H10N3 pada seorang pria berusia 41 tahun dari provinsi Jiangsu timur negara itu. Komisi Kesehatan Nasional China telah mengkonfirmasi bahwa pria itu segera pulih dari penyakit tersebut.

Meski flu burung adalah penyakit berbahaya, Dr. Randeep Guleria pada hari Rabu mengatakan "Penularan virus dari unggas ke manusia jarang terjadi dan penularan virus H5N1 dari manusia ke manusia yang berkelanjutan belum dapat dipastikan dan oleh karena itu tidak perlu panik."

"Tetapi kemudian orang yang bekerja sama dengan unggas harus mengambil tindakan pencegahan dan menjaga kebersihan pribadi yang tepat," tambahnya.

Baca Juga: Bencana Terburuk, Kematian Akibat Covid-19 India 10 Kali Lebih Tinggi dari yang Tercatat

Komentar