alexametrics

Satgas Covid-19 Akhirnya Ungkap Sebab Jumlah Testing Virus Corona Menurun

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati
Satgas Covid-19 Akhirnya Ungkap Sebab Jumlah Testing Virus Corona Menurun
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito / Foto : Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden

Menurut Wiku, turunnya jumlah testing harian berkaitan dengan melonjaknya kasus positif hingga 10 ribu per hari dalam tiga pekan terakhir.

Suara.com - Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 prof. Wiku Adisasmito membenarkan bahwa jumlah testing Covid-19 turun sejak 18 Juli. Rata-rata testing di bawah 140 ribu orang per hari, dari target 324 ribu lebih.

Menurut Wiku, turunnya jumlah testing harian berkaitan dengan melonjaknya kasus positif hingga 10 ribu per hari dalam tiga pekan terakhir. Sehingga sejumlah laboratorium tidak bisa menampung jumlah spesimen itu. 

Selain itu kemunculan varian Delta yang telah mencapai 661 kasus di Pulau Jawa-Bali, juga menjadi salah satu pemicu melonjaknya kasus Covid-19.

"Saat ini karakteristik varian Delta yang mudah menular memberikan tekanan yang cukup besar pada fasilitas penyedia layanan kesehatan serta laboratorium serta berbagai unsur lainnya. Sehingga menimbulkan potensi keterlambatan pencatatan target nasional," kata Wiku dalam konferensi pers virtual, Kamis (22/7/2021).

Baca Juga: 5 Fakta Vaksin Covid-19 Moderna

Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Dikutip dari data Satgas Penanganan Covid-19, testing per 18 Juli tercatat 138.175 orang. Turun pada 19 Juli menjadi 127.461 orang. Per 20 Juli testing 114.674 orang. Kemudian 21 Juli testing 116.232 orang. Terbaru 22 Juli testing baru meningkat hingga 228.702 orang.

"Terkait testing saat ini mengedepankan prinsip prioritas, yaitu mendahulukan suspect dan kontak erat dari kasus terkonfirmasi. Hal ini bertujuan untuk menurunkan angka positivity rate nasional yang sampai minggu ke-tiga Juli mencapai 28,27 persen, baik pemerikasaan PCR maupun antigen," kata Wiku.

Menurut Wiku, seharusnya data testing dilihat secara mingguan bukan harian, sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

"Karena kalau melihat secara harian akan sangat dinamis naik turunnya. Per pekan ketiga Juli 2021, Indonesia telah mencapai 4 kali dari standar testing yang ditargetkan oleh WHO," bela Wiku.

Target 320 ribu testing dalam sehari diharapkan bisa tercapai secepatnya, kata Wiku. Ia menekankan, harus ada kerjasama setiap daerah untuk mencapai rasio target testing yang spesifik di tiap daerah berdasarkan positivity rate masing-masing Kabupaten/Kota.

Baca Juga: Usulan Baru, PSI Minta Anies Berikan Warga Duit Rp150 Ribu Setelah Divaksin Covid

"Sekaligus pemberdayaan posko di tingkat komunitas untuk mencapai target tracing sebanyak minimal 15 kontak untuk satu kasus konfirmasi," pungkasnya.